Jemaat Mula-Mula Merayakan Natal


Mengapa orang Kristen merayakan hari Natal? Adakah dasarnya dalam Kitab Suci?


Ada. Dalam 2 Timotius 2:8, misalnya, tertulis, "Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku." Bandingkan pula dengan Roma 1:2-4.

Kelahiran, kematian, dan kebangkitan Kristus adalah fakta historis yang terkandung dalam Injil, berita gembira tentang anugerah dan rahmat Allah untuk mendatangkan damai di bumi. Kata "ingatlah" (mnemoneuo) menandakan bahwa peristiwa-peristiwa itu layak diingat, diberitakan, dan dirayakan oleh seluruh orang percaya.

Mengabaikan Natal, dengan demikian, sama saja dengan merusak keutuhan Injil. 

Namun, benarkah Natal jatuh pada tanggal 25 Desember? Apakah jemaat mula-mula merayakan Natal, atau perayaan Natal baru ditetapkan bapa-bapa Gereja sekian abad kemudian, dengan mengadopsi hari raya Saturnalia, hari pemujaan dewa matahari?


Tanggal persis kelahiran Yesus Kristus memang tidak disebutkan dalam Alkitab. Namun, ada sejumlah petunjuk yang dapat diikuti. Kitab Lukas mencatat beberapa momen penting:

#1. saat giliran Zakharia melakukan tugas keimaman, malaikat Gabriel memberitahukan tentang Yohanes;
#2. enam bulan kemudian, malaikat Gabriel menemui Maria di Nazaret;
#3. Yesus lahir pada saat Kaisar Agustus mengadakan sensus.

Peristiwa #1 ada catatannya dalam kalender ibadah Ibrani. Peristiwa #3 ada catatannya dalam sejarah sekuler. Lukas juga memberikan beberapa gambaran yang bisa digunakan untuk menelusuri dan memperkirakan waktu kelahiran-Nya.

Selain itu, jangan lupa, Maria juga menjadi anggota jemaat mula-mula. Saya membayangkan ia belum terlalu pikun untuk mengingat dan menceritakan kembali kapan dan bagaimana ia menerima lawatan malaikat Gabriel, mengunjungi Elisabet, dan kemudian melahirkan bayi Yesus di Betlehem. Tidak sulit bagi jemaat mula-mula untuk menentukan "hari ulang tahun" Yesus Kristus.

Menurut Didascalia atau Konstitusi Rasuli, salah satu dokumen peninggalan gereja mula-mula, gereja purba ternyata memang telah memiliki tradisi merayakan kelahiran Yesus (Natal). Mereka merayakannya setiap tanggal 25 Tebeth (kalender Ibrani).

Tanggal itulah yang dijadikan patokan waktu perayaan Natal. Ketika dikonversi ke dalam kalender Julian, jatuhnya pada 6 atau 7 Januari. Inilah perayaan Natal dalam tradisi Gereja Timur sampai sekarang.

Pada 1582, Paus Gregorius dari Roma memodifikasi kalender Julian menjadi kalender Gregorian. Dalam sistem ini, perayaan Natal jatuh pada tanggal 25 Desember. Inilah tanggal yang digunakan Gereja Barat sampai sekarang.

Begitulah. Tradisi merayakan Natal pada tanggal 25 Desember bukanlah Kristenisasi atas suatu perayaan pagan, melainkan hasil konversi dari kalender Ibrani ke kalender Gregorian. ***

Acuan: