<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457</id><updated>2012-01-29T06:00:01.194+07:00</updated><category term='Ngudarasa'/><category term='Puisi'/><category term='Buku'/><category term='Agenda'/><category term='Natal'/><category term='Renungan'/><category term='Kepenulisan'/><category term='Lagu'/><category term='Humor'/><category term='Film'/><category term='Cerpen'/><category term='Perjalanan'/><category term='Paskah'/><category term='Tiga Jalan Hidup'/><title type='text'>Catatan Arie Saptaji</title><subtitle type='html'>&lt;i&gt;“A pleasure is only full grown when it is remembered.”&lt;/i&gt;– C.S. Lewis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>115</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-7462727177229269700</id><published>2012-01-29T06:00:00.000+07:00</published><updated>2012-01-29T06:00:01.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ikutlah Aku</title><content type='html'>&lt;i&gt;Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(Matius 4:19)&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ardian diterima kuliah di IPB. Ia belum pernah ke Bogor, tidak punya kenalan di kota itu, dan kini harus pergi sendiri untuk mendaftar ulang. Hanya berbekal peta dan buku panduan, agak bingung juga ia menemukan lokasi kampus. Syukurlah, ia bertemu mahasiswa senior yang berbaik hati mengantarnya. “Ikutlah aku. Pasti beres urusan pendaftaranmu,” kata mahasiswa itu. Ardian tersenyum penuh rasa terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di antara para pemuka agama yang pernah tampil di dunia, Yesus menyampaikan panggilan yang unik dan revolusioner, “Ikutlah Aku.” Dia tidak mengarahkan pengikut-Nya untuk hanya menyimak dan mematuhi ajaran-Nya, tetapi Dia menunjuk pada diri-Nya sendiri sebagai Sosok yang patut diikuti. Mereka diundang untuk meneladani sebuah Kehidupan. Yesus juga bukan sekadar menyediakan peta petunjuk untuk menjalani kehidupan, Dia sendiri yang akan menjadi Pemandu mereka dalam melewati lembah dan gunung kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meskipun Yesus sudah naik ke surga, undangan itu tetap berlaku bagi pengikut-Nya saat ini. Ketika kita percaya, kita menerima kehidupan-Nya yang menjadikan kita anak Allah (Yohanes 1:12-13) dan menerima Penolong yang menyertai kita selama-lamanya (Yohanes 14:16-17). Dengan mengikuti pimpinan-Nya, dalam persekutuan pribadi dengan-Nya, kita menerima impartasi karakter-Nya, hari demi hari diubah menjadi makin serupa dengan Anak Allah (lihat Roma 8:29).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apakah Anda pengikut Kristus? Sederhana saja tandanya: Tentulah karakter Kristus makin nyata dalam diri Anda, buah Roh (Galatia 5:22-23) makin melimpah dalam hidup Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bacaan: Matius 4:18-22&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERENUNGAN: &lt;/b&gt;Bagaimana Petrus dan Andreas, Yohanes dan Yakobus, menanggapi undangan Yesus?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENERAPAN:&lt;/b&gt; Berdoalah meminta pimpinan Tuhan, dalam hal apa Anda perlu “mengikuti Yesus” pada hari ini sehingga karakter Anda diubahkan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-7462727177229269700?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/7462727177229269700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/ikutlah-aku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7462727177229269700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7462727177229269700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/ikutlah-aku.html' title='Ikutlah Aku'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-8786773907381934843</id><published>2012-01-28T05:25:00.000+07:00</published><updated>2012-01-28T05:28:58.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bukan Seperti Ayah</title><content type='html'>&lt;i&gt;Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. &lt;/i&gt;(Yohanes 17:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki hubungan yang kurang dekat dengan ayah saya. Saya tahu ayah memperhatikan dan berjuang untuk mencukupi kebutuhan keluarga besar kami (saya tujuh bersaudara), dan saya pun belajar untuk menaati dan menghormatinya. Tetapi, saya cenderung takut-takut terhadapnya. Hubungan kami berjarak: sangat jarang kami bercakap-cakap secara akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hal itu diam-diam memengaruhi hubungan saya dengan Allah, yang dalam Alkitab banyak digambarkan sebagai sosok seorang bapa. Dalam waktu yang cukup lama saya bergumul untuk menyapa Allah sebagai Bapa dalam berdoa, tidak yakin apakah saya dapat berbicara secara leluasa dengan Dia dan apakah Dia akan menanggapi doa saya dengan ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Alkitab memandang perkara ini? Pada tempatnyakah jika kita membandingkan kasih Allah dengan kasih ayah di dunia ini?&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagian akhir doa Yesus menjelang disalibkan menyingkapkan kebenaran yang menakjubkan tentang kasih Bapa: bahwa Bapa mengasihi kita sama seperti Dia mengasihi Yesus. Dengan demikian, gambaran terbaik hubungan orang percaya dengan Bapa di surga tidak akan kita temukan dalam hubungan antara anak dan orangtuanya—sebaik apa pun orangtua itu. Gambaran terbaik dan paling sempurna hanya dapat kita temukan dalam hubungan antara Bapa dan Anak-Nya, Yesus Kristus.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebenaran ini sungguh membebaskan saya. Saya jadi lebih leluasa dalam berdoa, dan selanjutnya hal itu menolong saya memiliki hubungan yang lebih baik dengan ayah. Hubungan saya dengan Allah memengaruhi hubungan saya dengan orangtua, bukan sebaliknya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: Yohanes 17:20-26&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERENUNGAN: &lt;/b&gt;Seberapa lebar, panjang, tinggi, dan dalamnya kasih Bapa kepada Yesus? Seperti itulah kasih Bapa kepada Anda!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENERAPAN: &lt;/b&gt;Ketika Anda menyadari bahwa Bapa mengasihi Anda seperti Dia mengasihi Yesus, bagaimana hal itu memengaruhi sikap dan pilihan Anda hari ini? Bagaimana Anda merayakan kasih-Nya itu?&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-8786773907381934843?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/8786773907381934843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/bukan-seperti-ayah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8786773907381934843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8786773907381934843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/bukan-seperti-ayah.html' title='Bukan Seperti Ayah'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-6524968472478461597</id><published>2012-01-27T16:50:00.000+07:00</published><updated>2012-01-28T05:30:40.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Insya Allah</title><content type='html'>&lt;i&gt;Melainkan patutlah kamu berkata, "Insya Allah, kita akan hidup membuat ini atau itu."&lt;/i&gt; (Yakobus 4:15, TL) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya agak jengah dengan istilah “insya Allah.” Bukan saja terasa asing di telinga, istilah itu rasanya menggambarkan iman yang ragu-ragu, kurang yakin dalam mengklaim janji dan pemeliharaan Allah bagi kehidupan kita. Benarkah demikian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah” secara sederhana berarti “jika Tuhan menghendakinya,” seperti yang digunakan tim penerjemah Alkitab Terjemahan Baru. Namun, dalam Alkitab Terjemahan Lama, para penerjemah memilih untuk meminjam ungkapan dari bahasa Arab itu. Selain dalam nas hari ini, istilah itu juga muncul dalam janji Paulus kepada jemaat Efesus (Kisah Para Rasul 18:21) dan jemaat Korintus (1 Korintus 4:19). Saya jadi berpikir ulang. O, ternyata yang teguh dan pasti itu adalah janji Allah; adapun janji dan rencana manusia itu sudah sepantasnya, seperti ditegaskan Yakobus, dibungkus dengan “insya Allah.” Kita dapat memberikan janji dan menyusun rencana, dan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhinya, tetapi kita tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi pada masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah," dengan demikian, adalah suatu ungkapan kerendahan hati: kesadaran bahwa bukan kita yang memiliki dan menentukan masa depan; bahwa rencana terbaik kita tidak senantiasa selaras dengan rencana terbaik Tuhan; bahwa kita serba terbatas di hadapan kemahakuasaan dan kemahatahuan-Nya. Dengan itu, kita memberi ruang bagi-Nya untuk mengubah dan meluruskan langkah kita. Sekaligus kita mengakui bahwa masa depan terbaik kita ada di dalam tangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca: Yakobus 4:13-17 &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERENUNGAN: &lt;/b&gt;Bagaimana kebiasaan Anda dalam memberikan janji dan menyusun rencana hidup selama ini? Sungguhkah Anda melibatkan kehendak Tuhan di dalamnya?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;PENERAPAN:&lt;/b&gt; Bagaimana pengertian akan makna “insya Allah” ini mengubah Anda dalam memberikan janji dan menyusun rencana hidup?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-6524968472478461597?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/6524968472478461597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/insya-allah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6524968472478461597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6524968472478461597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/insya-allah.html' title='Insya Allah'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-1714729895112506489</id><published>2012-01-26T06:50:00.002+07:00</published><updated>2012-01-26T06:50:55.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pohon Apel Tidak Mungkin Menjadi Pohon Duku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://avocado99.files.wordpress.com/2010/07/apples.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://avocado99.files.wordpress.com/2010/07/apples.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Yesus Kristus menyelamatkan kita secara sempurna—satu kali untuk selama-lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus Kristus membenarkan kita secara sempurna—satu kali untuk selama-lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus Kristus menguduskan kita secara sempurna—satu kali untuk selama-lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita tidak bertumbuh dalam keselamatan—semakin hari semakin selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bertumbuh dalam kebenaran—semakin hari semakin benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tidak bertumbuh di dalam kekudusan—semakin hari semakin kudus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Mengharapkan pertumbuhan dalam keselamatan, kebenaran, dan kekudusan kira-kira seperti mengharapkan pohon apel bertumbuh menjadi semakin apel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dalam hal apa kita bertumbuh? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bertumbuh dalam memahami keselamatan, kebenaran, dan kekudusan yang sudah dianugerahkan secara sempurna kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semakin bertumbuh dalam mengenali keselamatan, kebenaran, dan kekudusan yang sudah dianugerahkan secara sempurna kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semakin bertumbuh dalam mengungkapkan keselamatan, kebenaran, dan kekudusan yang sudah dianugerahkan secara sempurna kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan itu, kita masih mungkin gagal, kita masih mungkin menyimpang, kita masih mungkin bertindak tidak selaras dengan keselamatan, kebenaran, dan kekudusan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tidak menjadi masalah, karena itu bagian dari proses pertumbuhan—sama seperti pohon apel bisa jadi terserang hama penyakit atau perlu menunggu beberapa waktu sebelum berbuah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tidak menjadi masalah, karena keselamatan, kebenaran, dan kekudusan kita tidak lagi naik-turun berdasarkan usaha dan kesalehan kita, melainkan menetap berdasarkan keselamatan, kebenaran, dan kekudusan yang dianugerahkan Kristus secara sempurna—satu kali untuk selama-lamanya. Kalau ada pohon apel yang terserang hama penyakit atau belum berbuah bukan berarti ia berubah menjadi pohon duku, bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terpenting dan yang terutama, kita tidak dibiarkan bertumbuh sendiri. Kita ditanam di ladang-Nya—lebih baik lagi: kita ditanam di dalam Dia. Dan, Dialah Petani Agung kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang memelihara kita, membersihkan ranting-ranting kita, memulihkan kita dari segala serangan hama penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang mengalirkan getah kehidupan-Nya melalui ranting-ranting kita; Dialah yang menumbuhkan kita; Dialah yang memunculkan buah keselamatan, kebenaran, dan kekudusan dalam kehidupan kita, menurut waktu dan cara-Nya, bagi kemuliaan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Dia, "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-1714729895112506489?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/1714729895112506489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/pohon-apel-tidak-mungkin-menjadi-pohon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1714729895112506489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1714729895112506489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/pohon-apel-tidak-mungkin-menjadi-pohon.html' title='Pohon Apel Tidak Mungkin Menjadi Pohon Duku'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-836850753895441247</id><published>2012-01-21T07:59:00.001+07:00</published><updated>2012-01-21T07:59:20.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Rumahku, Istanaku---Masihkah?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZkRL6lXcORs/TxoNrSnd-FI/AAAAAAAAAZw/wxSvD-IkbSs/s1600/IMG_0506a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="404" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZkRL6lXcORs/TxoNrSnd-FI/AAAAAAAAAZw/wxSvD-IkbSs/s640/IMG_0506a.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Rumah adalah keutuhan&lt;br /&gt; di mana bunga bermekaran&lt;br /&gt; di mana burung berkicauan&lt;br /&gt; matahari gemilang berkilauan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rumah adalah&lt;br /&gt; ketika manusia saling menyapa&lt;br /&gt; ketika Tuhan mengulurkan kasih-Nya &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Apakah rumah masih menjadi tempat yang paling kita rindukan, tempat ke mana kita pulang? Apakah rumah merupakan tempat yang paling nyaman bagi kita, tempat kita menjadi diri sendiri, tempat yang aman dan menenteramkan? Apakah rumah merupakan ruang untuk berdoa dan bersekutu dengan Tuhan serta bercengkerama dengan keluarga? Apakah rumah menjadi tempat favorit untuk mengundang teman-teman dekat agar dapat bersekutu dengan mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Rumah seharusnya menjadi pusat dari segala sesuatu yang kita lakukan. Rumah sekaligus tempat kita mendapatkan kembali kekuatan, tempat kita makan dan tidur, tempat berlindung dari kegalauan di dunia. Rumah juga tempat kita menemukan orang-orang yang paling kita kasihi, hal-hal yang paling kita sukai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah rumah, saat ini, masih menjadi istana bagi kita? Betulkah &lt;i&gt;there is no place like home&lt;/i&gt;? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya di Jogja, sepasang suami-istri beranak tunggal, sama-sama bekerja di tempat berbeda. Pagi berangkat, petang sampai di rumah. Dalam kondisi letih. Karena keletihan itu, mereka bersepakat: istri istirahat dulu, suami mengurus anak. Malamnya mereka berganti tugas. Dengan pola semacam itu otomatis waktu bersama sebagai keluarga sangat terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jakarta lebih repot lagi. Pagi-pagi buta sudah harus meninggalkan rumah, larut malam baru bisa kembali. Sebenarnya sore mereka sudah selesai kerja. Namun, ketimbang terjebak macet di jalan, dan akhirnya sampai di rumah sudah malam, maka mereka memilih menunggu di kota. Jalan-jalan di mal, ke spa, nongkrong di kafe, atau aktivitas apa saja sembari menunggu redanya kemacetan. Tiba di rumah tinggal istirahat. Rumah pun lebih sering sekadar menjadi tempat tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang jarang menemukan orangtuanya berada di rumah, pulang sekolah juga memilih jalan-jalan dengan teman. Main di luar rumah. Makan di luar rumah. Asyik di luar rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah gereja, semula rapat majelis biasa diadakan bergantian di rumah anggota majelis. Belakang, mereka lebih sering memilih rapat di luar: di kafe, di restoran. Alasannya, kurang leluasa rapat di rumah. Alasan lainnya, kasihan merepotkan tuan rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah, pelan-pelan, bukan lagi menjadi tempat kediaman. Ia beralih menjadi sekadar tempat persinggahan di antara berbagai aktivitas dan kesibukan kita. Seorang teman saya bahkan terpaksa menjadikan mobilnya sebagai rumah kedua bagi keluarganya---saking banyaknya acara yang mesti dilakoni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengabaikan rumah membuat kita berputar dalam berbagai kegiatan seperti mesin yang tak henti beroperasi. Kita sangat produktif, namun juga cepat panas, dan lama-kelamaan terancam rontok suku cadangnya. Kita perlu secara teratur menyediakan waktu dan tempat untuk “mendinginkan mesin”: memulihkan kekuatan, mengevaluasi perjalanan, berefleksi, serta menyusun strategi untuk melangkah lagi. Setiap hari, bukan hanya dengan berlibur satu semester sekali. Dan, tempat pemulihan itu bernama: Rumah. ***&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-836850753895441247?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/836850753895441247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/rumahku-istanaku-masihkah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/836850753895441247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/836850753895441247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/rumahku-istanaku-masihkah.html' title='Rumahku, Istanaku---Masihkah?'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZkRL6lXcORs/TxoNrSnd-FI/AAAAAAAAAZw/wxSvD-IkbSs/s72-c/IMG_0506a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-8825901201408147998</id><published>2012-01-20T11:13:00.000+07:00</published><updated>2012-01-20T18:38:44.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Uaaaaang, Lagi-Lagi Uaaaaaang!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nre9tJMdwyE/TFe4WZquabI/AAAAAAAADTI/r9qYZ4nfE_k/s400/rupiah2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_nre9tJMdwyE/TFe4WZquabI/AAAAAAAADTI/r9qYZ4nfE_k/s1600/rupiah2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Uang itu bukan segalanya,” kata si Anu, “namun posisinya berada jauh di depan apa pun yang berada di posisi kedua.” Dengan kata lain, uang itu amat sangat penting. Mungkin orang itu akan melanjutkannya dengan mengutip Pengkhotbah, “Uang memungkinkan segala-galanya!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah uang sepenting itu? Kalau menyimak gaya hidup masyarakat saat ini, kita cenderung akan mengangguk-angguk. Budaya UUD (ujung-ujungnya duit) menongolkan hidungnya dalam berbagai aspek kehidupan. Kalau tidak ada uang, dunia ini rasanya tidak akan berputar. Tetapi, betulkah uang sepenting itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu berkaitan dengan sikap kita terhadap uang. Untuk mengajarkan sikap kepada anak-anak, tentu saja sikap kita pula yang berbicara paling keras. Sikap---yang kemudian tertuang dalam perkataan, perilaku, dan kebiasaan sehari-hari kita dalam mengelola uang---itulah yang akan dibaca dan disimak oleh anak-anak kita. Nah, sehatkah sikap kita terhadap uang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif Tuhan Yesus mungkin mencengangkan kita. Alih-alih menonjolkan peranan uang, Dia menyebutnya sebagai ”perkara kecil” (Lukas 16:10), persoalan yang relatif tidak penting. Uang mestinya tidak menduduki posisi yang menonjol dalam hidup kita. Kalau saat ini uang tampak begitu menyilaukan mata dan menyita perhatian, tampaknya karena kita memiliki prioritas yang keliru: kita membesar-besarkan perkara yang kecil, dan justru mengabaikan perkara yang betul-betul penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana mengajarkan sikap yang sehat terhadap uang kepada anak-anak di tengah dunia yang amat mengedepankan uang ini? Sumber utama sikap yang sehat dan bijaksana terhadap uang tidak lain ialah firman Tuhan. Kita perlu memastikan bahwa ajaran kita tidak melenceng dari petunjuk-Nya. Ada dua pendekatan utama untuk melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pendekatan pengajaran. Bagi anak-anak yang masih kecil sesekali kita bisa menceritakan kisah-kisah Alkitab yang berkaitan dengan uang, dan menggarisbawahi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bagi anak-anak yang lebih besar, kita bisa melakukan pendalaman Alkitab dan mendiskusikan bersama isu-isu keuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kitab Amsal saja, misalnya, kita dapat menggali sejumlah prinsip penting. Ada hal-hal yang lebih berharga dari uang, seperti kesetiaan dan kejujuran (19:22), nama baik (22:1), karakter ilahi (19:1), rumah tangga yang tenteram (15:17). Kalaupun Pengkhotbah menyatakan bahwa uang memungkinkan segala sesuatu, Amsal memperlihatkan berbagai hal yang tidak mungkin diperoleh dengan uang, seperti rasa aman (23:4-5), hikmat (17:16), dan tentu saja keselamatan (11:4). Sebaliknya, penulis Amsal juga memaparkan potensi bahaya di balik kekayaan, seperti menimbulkan rasa aman yang palsu (18:11), keangkuhan dan ketidakpedulian terhadap perkara rohani (28:11). Singkatnya, Amsal tidak mendorong kita untuk mengejar kekayaan, tetapi justru berjuang segigih mungkin untuk memperoleh hikmat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Yudaisme pada masa Yesus cenderung mengaitkan kemakmuran dengan kesalehan: orang yang saleh pasti makmur. Sebaliknya, penganut asketisme mendorong orang menjauhi kekayaan dan menganggap kemiskinan sebagai bukti kesalehan. Firman Tuhan tidak menjadikan uang sebagai tolok ukur kesalehan. Yang lebih ditekankan adalah bagaimana sikap kita terhadap uang, bagaimana cara kita memperoleh uang, dan bagaimana pula kita mengelola uang yang kita terima tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai tersebut tidak akan berbunyi kalau kita tidak menopangnya dengan pendekatan kedua, yaitu pendekatan pengalaman. Kehidupan sehari-hari merupakan laboratorium efektif untuk menerapkan dan meneladankan nilai-nilai tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian berikut ini, misalnya. Anak kita merengek-rengek meminta mainan yang cukup mahal. Kebetulan anggaran keuangan kita sedang mepet, tidak memungkinkan untuk mengeluarkan uang ekstra untuk keperluan sekunder semacam itu. Seorang bapak merasa masygul dengan kondisi semacam itu, dan bahkan sedikit merasa bersalah karena tidak dapat memenuhi keinginan si anak. Sebaliknya, orangtua yang lain justru melihatnya sebagai kesempatan untuk mengajarkan pentingnya menabung pada anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setiap kesempatan dapat menjadi sarana pembelajaran bila orangtua pintar memanfaatkannya. Pilihan orangtua kedua tergolong bijaksana. Kita dapat memberi kaleng mainan atau wadah bekas untuk dijadikan celengan. Ia dapat mengisinya dengan menyisihkan uang saku atau uang lain yang diterimanya. Bila jumlahnya sudah mendekati harga mainan yang diinginkan, celengan bisa dibongkar. Kalau tabungan si anak masih belum mencukupi, orangtua dapat menambal kekurangannya. Dengan begitu, anak belajar untuk mengendalikan keinginannya dan menunggu sampai saat yang tepat. Pada saat itu mungkin keinginannya sudah berubah. Maka, uangnya bisa ditabung terus untuk membeli barang atau membiayai acara lain pada masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik pula bila anak diajarkan menabung langsung di bank. Seorang anak tercengang ketika melihat ayahnya menarik uang dari ATM. ”Wah, enak ya jadi Papa, bisa ambil uang semaunya,” komentarnya. Dengan mengenalkan kehidupan bank secara langsung, anak antara lain akan mengerti bahwa uang di ATM tidak muncul dengan sendirinya, melainkan dari uang yang kita tabung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menabung anak diajari untuk tidak serta merta mendapatkan apa yang ia inginkan. Anak belajar bahwa ada keinginan yang perlu ditunda, atau bahkan dibatalkan sama sekali. Tidak semua hal harus kita miliki. Selebihnya, mari kita menggali berbagai ide kreatif untuk mengajarkan kepada anak-anak sikap yang sehat terhadap uang. ***&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-8825901201408147998?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/8825901201408147998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/uaaaaang-lagi-lagi-uaaaaaang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8825901201408147998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8825901201408147998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/uaaaaang-lagi-lagi-uaaaaaang.html' title='Uaaaaang, Lagi-Lagi Uaaaaaang!'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nre9tJMdwyE/TFe4WZquabI/AAAAAAAADTI/r9qYZ4nfE_k/s72-c/rupiah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-7197262700522791511</id><published>2012-01-14T18:03:00.002+07:00</published><updated>2012-01-14T18:03:30.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Berdoa bagi Kaisar Nero</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://hoffstrizz.typepad.com/.a/6a0128773aba66970c0120a915963a970b-800wi" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="292" src="http://hoffstrizz.typepad.com/.a/6a0128773aba66970c0120a915963a970b-800wi" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Baca: 1 Timotius 2:1-7&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.&lt;/i&gt; (1Timotius 2:1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Paulus menulis surat kepada Timotius, pemerintahan Romawi berada di tangan Nero, kaisar yang terkenal karena kebengisannya. Pada masa itu, tidak sedikit pengikut Kristus yang dibantai, dibakar, atau dijadikan mangsa binatang buas. Nero bahkan mengambinghitamkan mereka, ketika kebakaran melalap habis kota Roma. Untuk raja yang demikian Paulus meminta umat Tuhan berdoa (ayat 2). Bagaimana perasaan kita jika menjadi jemaat saat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Paulus mengajak jemaat berdoa bagi pemerintah agar mereka tergerak membuat kebijakan yang baik sehingga mereka tidak dianiaya lagi tetapi boleh hidup tenang dan tenteram? Menarik untuk memperhatikan bagaimana Paulus membawa jemaat melihat apa yang dikehendaki Tuhan dalam doa mereka: Tuhan ingin agar semua orang, termasuk pemerintah, diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (ayat 3-4). Jelas jika pemerintah benar-benar dibawa mengenal Tuhan, tentulah hidup mereka akan berubah, dan negeri yang mereka pimpin bisa tenang dan tenteram; jemaat bisa hidup dalam kesalehan dan kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini banyak orang mencela dan mengejek pemerintah, yang memang tidak sempurna. Sebagai anak-anak Tuhan, kita diminta mendoakan semua orang, termasuk pemerintah kita. Bukan sekadar agar ada keajaiban yang membuat kebijakan mereka berpihak pada kepentingan kita, melainkan juga agar mereka mengenal kebenaran dan diselamatkan. Itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Mari ambil waktu melakukannya hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;TUHAN, TAK SATU PUN PEMIMPIN YANG BANGKIT TANPA IZIN-MU&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAWALAH MEREKA MENGENAL DAN MELANGKAH DALAM JALAN-MU&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-7197262700522791511?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/7197262700522791511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/berdoa-bagi-kaisar-nero.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7197262700522791511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7197262700522791511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/berdoa-bagi-kaisar-nero.html' title='Berdoa bagi Kaisar Nero'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-1002070660577380719</id><published>2012-01-09T12:32:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T12:32:31.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Nyanyian Ajaib Burung Bulbul</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://burung-nusantara.org/wp-content/gallery/sites-and-habitat/air-panas_gunung-gede_jun-06_nick-brickle.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://burung-nusantara.org/wp-content/gallery/sites-and-habitat/air-panas_gunung-gede_jun-06_nick-brickle.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Putri Jelita namanya, putri Kerajaan Mustika. Seperti namanya, demikianlah wajahnya. Cantik menawan, dengan rambut hitam lurus tergerai panjang. Senyumnya merah merekah, menghangatkan setiap hati yang memandangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Selain cantik wajahnya, cantik pula hati Putri Jelita. Ia suka mengunjungi rakyatnya, bermain dengan anak-anak kecil, mendengarkan cerita nenek-nenek, memetik bunga-bunga liar di ladang, dan menolong orang yang kesusahan. Derai tawa dan alun nyanyiannya membangkitkan semangat orang-orang dalam bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kecantikannya tersiar sampai ke kerajaan-kerajaan sekitar. Dua orang pangeran dari kerajaan sahabat mencintainya. Yang satu Pangeran Bergas dari Kerajaan Lokasari, seorang pangeran yang tampan, gagah berani, dan suka berburu. Yang lain Pangeran Sidik dari Kerajaan Adiguna, seorang pangeran yang tampan, gagah berani, dan suka bercerita. Mereka menunggu sang putri berumur delapan belas tahun, dan pada saat itu mereka akan meminangnya. Siapakah yang akan dipilih oleh Putri Jelita? Putri Jelita belum memutuskannya. Ia belum ingin memikirkan pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ketika sang putri hampir berumur delapan belas tahun, ia terserang penyakit ganjil. Ia tertidur lelap dan tidak kunjung bangun. Raja segera mengumpulkan para tabib istana untuk mengupayakan pengobatan bagi putri kesayangannya. Sungguh malang, sampai sejauh ini belum ada yang berhasil membangunkan sang putri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Betapa sedih hati Raja dan Ratu. Rakyat seluruh negeri juga turut berduka. Mereka berdoa di rumah masing-masing, memohon kiranya sang putri segera sembuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Jadi, Putri Jelita tidak akan menemaniku bermain lagi?” kata seorang anak di sebuah rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Aduh, aku akan merindukan nyanyiannya,” kata ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Dan derai tawanya,” kata neneknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bapaknya tidak berkata apa-apa, tetapi matanya berkaca-kaca. Ia membayangkan para bapak yang bekerja di ladang dengan lesu dan tanpa semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Syukurlah, suatu pagi Tabib Kepala membawa setitik sinar cerah. Semalam ia mendapatkan mimpi tentang obat yang dapat menyembuhkan sang putri. Obat yang sungguh ganjil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Paduka yang mulia,” katanya di hadapan sang raja, ”semalam hamba bermimpi bahwa sang putri akan pulih kembali bila ia mendengarkan nyanyian Burung Bulbul.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Burung Bulbul! Semua orang tahu betapa sulitnya menemukan Burung Bulbul. Ia hanya muncul di Puncak Mahameru tepat pada tengah malam ketika bulan purnama. Ia akan hinggap di puncak Pohon Hayat dan mengalunkan nada-nada yang amat indah selama satu jam. Sesudahnya ia akan terbang menghilang untuk datang kembali pada purnama yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Namun, siapakah orang yang sanggup mendengarkan nyanyian Burung Bulbul? Orang itu harus melewati dua masalah besar. Masalah pertama, perjalanan menuju Puncak Mahameru sangat sukar. Melewati Hutan Wingit yang lebat dan penuh binatang buas, lalu mendaki jalan sempit di pegunungan, dengan jurang yang sangat dalam di salah satu sisinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Andaikan orang itu berhasil sampai ke puncak dan bertemu si Burung Bulbul yang sedang bernyanyi, ia akan menghadapi persoalan yang lebih pelik. Nyanyian Burung Bulbul itu sangat indah, sangat elok sehingga setiap orang yang mendengarnya malah akan terpukau. Mereka akan terpaku, tidak dapat bergerak, dan lama-kelamaan akan tertidur sambil berdiri. Tidak berhenti sampai di situ, mereka akhirnya akan menjadi patung batu. Dan, ketika Burung Bulbul menyelesaikan nyanyiannya, lalu mengepakkan sayapnya terbang menghilang, patung batu itu akan terguling ke dalam jurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Lalu, bagaimana orang dapat menangkap Burung Bulbul itu?” tanya sang raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Tidak perlu menangkapnya, Paduka. Cukup dengan merekam nyanyiannya di dalam buluh Bambu Wulung,” jawab Tabib Kepala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Tetapi, bagaimana orang akan merekam suaranya kalau ia sudah menjadi patung?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Itulah yang masih harus dipikirkan, Paduka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Raja pun bermusyawarah bersama dengan para penasihatnya. Mereka lalu memutuskan untuk mengadakan sayembara. Barangsiapa berhasil merekam nyanyian Burung Bulbul dan menyembuhkan sang putri, bila ia laki-laki raja akan menikahkannya dengan sang putri, dan bila ia perempuan raja akan mengangkatnya menjadi saudara sang putri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Begitu sayembara diwartakan, Pangeran Bergas dan Pangeran Sidik segera mendaftarkan diri sebagai peserta pertama dan kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pangeran Bergas dipersilakan untuk berangkat menjelang purnama pertama. Tabib Kepala sudah menyediakan buluh Bambu Wulung untuknya. Ia juga membekali sang pangeran dengan seekor Burung Prenjak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Temukan sendiri cara merekam dengan buluh ini,” kata Tabib Kepala. ”Burung Prenjak ini akan terbang kembali ke istana untuk mengabarkan nasib Pangeran, entah berhasil entah gagal.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pangeran Bergas segera berangkat menuju Puncak Mahameru. Ia memacu kudanya ke perbatasan kerajaan dan memasuki Hutan Wingit. Ia berhasil menewaskan ular berbisa dan macan kumbang yang menghadangnya. Ia berhasil menebas kerimbunan tanaman semak merambat yang menutupi jalannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sesampai di ujung Hutan Wingit ia harus meninggalkan kudanya dan mendaki gunung seorang diri. Jalan setapak itu benar-benar terjal dan sempit. Ia harus berhati-hati menapak agar tidak terjerembab dan terguling ke dalam jurang. Semakin tinggi ia mendaki, udara pun semakin dingin menggigilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Akhirnya sampailah ia di puncak Mahameru. Rembulan bundar putih pucat menyambutnya di langit timur. Pohon Hayat berdiri tegak, dengan daun-daunnya bergetar hebat diterpa angin. Setelah menyalakan api unggun, mengenakan jubah penghangat, dan menyantap makan malam, ia pun menunggu, sambil berusaha keras menahan rasa letih, rasa kantuk, dan rasa dingin yang masih menyusup. Kehadiran Burung Prenjak yang meloncat-loncat lincah sambil berceloteh cukup menghiburnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Menjelang tengah malam angin berhenti. Langit terlihat sangat bening. Rembulan kini bundar sempurna, berwarna kuning keemasan, megah mengambang di atas pucuk Pohon Hayat. Sekonyong-konyong dari arah utara melayang sebuah bayangan hitam, diiringi suara sepasang sayap yang mengepak. Melayang, lalu dengan anggun hinggap di puncak Pohon Hayat: sesosok burung yang menakjubkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pangeran Bergas bangkit berdiri dan ternganga menyaksikannya. Bulu-bulu di kepala dan leher burung itu berwarna merah kirmizi, adapun bulu-bulu lain di sekujur tubuhnya berwarna keemasan, seolah memantulkan warna rembulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, belum sempat ia menghela napas, ia sudah disergap oleh pesona lain yang jauh lebih menakjubkan. Burung Bulbul itu membuka paruhnya, dan mengalunlah nada teramat indah yang belum pernah ia dengar sepanjang hidupnya. Nada yang seolah-olah berasal dari sudut-sudut yang paling jauh di bumi ini, yang menyusuri lorong waktu sambil memetik embun dan menyuling warna-warni bunga: mengalun memecah puncak Mahameru yang semula senyap. Nada itu bukan hanya merdu, tetapi juga terasa menyebarkan hawa harum yang meneduhkan. Dan, memabukkan. Hanya dalam hitungan detik Pangeran Bergas sudah tidak sanggup menggerakan tangan dan kakinya. Pelan-pelan matanya luruh mengatup. Ia pun tertidur dalam keadaan berdiri tegak. Dan, lama kelamaan tubuhnya mengeras. Akhirnya ia menjadi sesosok patung batu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat satu jam kemudian, Burung Bulbul menghentikan nyanyiannya. Puncak Mahameru kembali hening. Hanya sejenak. Burung Bulbul segera mengepakkan sayapnya, membangkitkan gelombang angin yang kencang, menjungkalkan patung batu Pangeran Bergas. Sang pangeran terguling jatuh masuk ke jurang yang amat dalam; Burung Bulbul seketika menghilang ke langit utara yang kelam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Prenjak yang mengikuti perjalanan Pangeran Bergas segera melesat meninggalkan Puncak Mahameru. Ia terbang berkelebat menuju istana Kerajaan Mustika. Sesampai di aula ia segera menjerit: ”Gagal! Gagal! Gagal! Patung! Patung! Patung!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja, Ratu, dan segenap penghuni istana tertunduk sedih mendengar jeritan Burung Prenjak. Mereka kehilangan seorang pangeran yang gagah berani dari kerajaan sahabat, dan mereka belum mendapatkan obat penawar bagi Putri Jelita. Raja mengirim utusan khusus untuk menyampaikan kabar duka itu kepada raja Kerajaan Lokasari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Mustika pun masih diliputi duka. Tidakkah kabar kegagalan itu akan mematahkan semangat peserta berikutnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Pangeran Sidik sudah menyusun rencana tersendiri. Ketika Pangeran Bergas berderap ke Hutan Wingit, ia bergegas ke perpustakaan istana. Ia mengumpulkan sebanyak-banyaknya buku yang membahas tentang Burung Bulbul dan mempelajarinya dengan tekun. Ia menelusuri pelosok-pelosok negerinya untuk bertanya kepada para tabib dan kaum cerdik cendekia tentang rahasia Burung Bulbul yang tidak diketahui oleh umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pergilah menyusuri Kali Asri, Anakku,” kata Ratu Adiguna suatu hari. ”Kiranya engkau mendapatkan jawaban di sana.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Sidik pun memacu kudanya ke sebelah timur Hutan Wingit, tempat Kali Asri mengalir. Sesampai di sebuah pohon beringin besar, ia beristirahat. Kali Asri yang berair bening mengalir di dekatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, seorang nenek bermuka keriput mendatanginya dengan langkah tertatih-tatih. Nenek itu berkata, ”Anakku, tolong, dapatkah engkau memberiku air minum?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Sidik segera mengambil air sungai dengan kantong airnya, dan memberikannya kepada nenek itu. Nenek itu segera meminumnya dan wajahnya yang semula pucat terlihat segar kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terima kasih, Anakku. Aku ingin berterima kasih dengan memberimu buku kecil ini. Semoga bermanfaat,” kata nenek itu sambil mengeluarkan sebuah buku tua dari buntalan bawaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terima kasih banyak, Nek, terima kasih,” jawab sang pangeran, lalu menunduk membuka-buka buku itu. Betapa terkejut, dan betapa senang, ia ketika mendapati bahwa buku itu berisi rahasia-rahasia untuk bertahan menghadapi nyanyian Burung Bulbul. Ketika ia mengangkat kepalanya, kembali ia terkejut, nenek itu sudah tidak tampak di hadapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Sidik pun bergegas kembali ke istana, mempelajari buku itu secara lebih cermat lagi, dan mempersiapkan perbekalan untuk mendaki ke Puncak Mahameru. Menjelang bulan purnama berikutnya, ia menghadap Raja Kerajaan Mustika, menyatakan kesiapannya untuk merekam nyanyian Burung Bulbul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menempuh jalur yang telah dilewati Pangeran Bergas. Ia menghadapi ancaman bahaya yang sama dan hambatan yang serupa. Ia juga berhasil mengatasinya. Setelah meninggalkan kudanya di ujung Hutan Wingit, ia bersusah payah mendaki jalur terjal menuju Puncak Mahameru. Pada rembang tengah hari, sampailah ia di puncak gunung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan siang, ia merebahkan diri, tidur nyenyak di bawah Pohon Hayat. Ia terbangun dalam keadaan segar bugar ketika rembulan pucat menyembul di ufuk timur. Ia segera mengeluarkan buluh Bambu Wulung dan menyematkannya di cabang terendah Pohon Hayat. Lalu ia menyalakan api unggun dan menyiapkan makan malam. Dengan perut kenyang dan sesudah mengenakan jubah penghangat, ia berceloteh dengan Burung Prenjak yang menyertainya, berbagi aneka cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan perjalananmu ini pun akan diceritakan orang,” kata Burung Prenjak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau aku berhasil.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau engkau berhasil.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau aku gagal?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baik kegagalan maupun keberhasilan, semua patut diceritakan,” kata Burung Prenjak. ”Supaya kita ingat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tengah malam, seperti pada purnama-purnama sebelumnya, angin berhenti. Pangeran Sidik segera mengeluarkan dua bola kecil yang terbuat dari benang sutera dari sakunya, dan menggunakannya sebagai penutup telinga. ”Bola benang sutera dapat meredam nyanyian Burung Bulbul dan melemahkan daya pesonanya, membuatmu dapat terjaga lebih lama,” begitu uraian yang dibacanya dalam kitab pemberian si nenek tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala Burung Bulbul hinggap di puncak Pohon Hayat dan mulai membuka paruhnya, jantung Pangeran Sidik sudah berpacu kencang. Ia sangat takjub, sekaligus sangat bergairah. Nyanyian Burung Bulbul seperti paduan gelombang lautan dan deru angin hutan dan hembusan angin sabana, membuatnya serasa melayang-layang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berjaga-jaga agar tidak terlena oleh alun nyanyian yang memabukkan itu. Ia pun mengeluarkan sebilah belati perak dan sekantong kecil anggur asam dari kantong perbekalannya. Mengikuti petunjuk kitab tua, ia mengerat pergelangan tangannya sampai berdarah dan mengucuri lukanya dengan tetesan anggur asam. Rasa pedih yang menyengat menyentakkan kesadarannya. Ia seperti baru terjaga dari mimpi yang sangat indah, dan disambut oleh nyanyian yang merdu dan menghanyutkan perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, setiap kali hampir terlena lagi, ia kembali mengerat pergelangan tangannya dan mengucuri lukanya dengan anggur asam. Tiga kali ia melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ia pun masih terjaga ketika Burung Bulbul menghentikan nyanyiannya. Udara begitu hening dan bening. Ketika Burung Bulbul mengepakkan sayapnya dan terbang menghilang, Pangeran Sidik merasakan suatu gelombang hangat menerpanya dan menyegarkan tulang-tulangnya. Ajaib, luka-luka di pergelangan tangannya pun sembuh seketika! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Burung Prenjak sudah melesat turun mendahuluinya. Sesampai di aula istana, Burung Prenjak menjerit nyaring: ”Berhasil! Berhasil! Berhasil! Pulang! Pulang! Pulang!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja, Ratu, dan segenap isi istana bersorak-sorai gegap-gempita. Seluruh kerajaan segera menyiapkan penyambutan bagi kepulangan Pangeran Sidik. Panji-panji dan aneka karangan bunga menghiasi jalan-jalan utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari kemudian tibalah Pangeran Sidik di ibukota, berderap gagah di atas kudanya. Rakyat bersorak-sorai menyambutnya di sepanjang jalan. ”Hidup Pangeran Sidik! Hidup Pangeran Sidik!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja dan Ratu sudah menantinya di balairung istana. Wajah mereka berseri-seri penuh sukacita ketika sang pangeran menghadap dan menyampaikan penghormatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka segera mengantar Pangeran Sidik ke kamar tempat Putri Jelita terbaring. Di atas tempat tidur yang megah dan indah, sang putri tampak begitu jelita, namun begitu pucat, dan begitu lelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Sidik mengeluarkan buluh Bambu Wulung yang telah merekam nyanyian Burung Bulbul. Ia mendekatkan ujungnya ke bibirnya dan mulai meniupnya. Mengalunlah nada yang amat elok: mekar seperti bunga-bunga pada musim semi, segar seperti buah-buahan pada musim petik, cemerlang seperti permata memancarkan sinar matahari. Semua orang yang mendengarnya tercekat oleh keharuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sang putri... wajahnya yang pucat itu pelan-pelan mulai merona merah, matanya pelan-pelan mulai terbuka, dan tidak lama kemudian ia bangkit dari tidurnya, dengan senyum ramah merekah menghangatkan setiap orang yang memandangnya. Raja dan Ratu menghambur memeluknya erat-erat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, Kerajaan Mustika merayakan pernikahan antara Putri Jelita dan Pangeran Sidik. Tamu-tamu dari kerajaan sahabat berdatangan, dan rakyat berpesta pora selama empat puluh hari empat puluh malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja dan Ratu juga memutuskan untuk undur dari tahta, dan menobatkan Pangeran Sidik dan Putri Jelita sebagai Raja dan Ratu yang baru. Selama masa pemerintahan mereka, Kerajaan Mustika mengalami kedamaian dan kententeraman, serta penuh dengan nyanyian yang indah. ***&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-1002070660577380719?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/1002070660577380719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/nyanyian-ajaib-burung-bulbul.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1002070660577380719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1002070660577380719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/nyanyian-ajaib-burung-bulbul.html' title='Nyanyian Ajaib Burung Bulbul'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-2564448144911250682</id><published>2012-01-06T06:19:00.001+07:00</published><updated>2012-01-07T20:15:20.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>365 Fakta, 365 Kutipan, dan 365 Humor Asyik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1VZwVnXj3Ak/TwYvinQY1FI/AAAAAAAAAZk/RaChuoMAFUU/s1600/cover365.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-1VZwVnXj3Ak/TwYvinQY1FI/AAAAAAAAAZk/RaChuoMAFUU/s1600/cover365.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tahun baru 2012 dibuka dengan terbitnya buku ke-27!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Cuplikan:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kutipan Asyik &amp;amp; Menggelitik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Istilah lain untuk balon adalah penampung napas bau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Demetri Martin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kita ini celaka. Tujuh puluh persen tanah air kita laut, tetapi garam saja impor. Kalau bodoh sih gak apa-apa, tapi kalau disengaja kok bodoh. Saya tahu impor setiap satu ton dapat 10 dolar. Jadi impor itu hanya menguntungkan yang impor saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Abdurrahman Wahid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tetangga saya bertanya apakah ia boleh memakai mesin pemangkas rumput saya, dan saya menjawab, tentu saja boleh, asalkan ia tidak membawanya keluar dari kebun saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Eric Morecambe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di Meksiko AC disebut politisi karena mesin itu terlalu ribut, tetapi kerjanya tidak begitu bagus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Len Deighton&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah mengembangkan kepercayaan fanatik pada agama tertentu yang melarang kita bersenang-senang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Gregory Nunn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Humor Singkat &amp;amp; Menyengat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada usia 4 tahun, sukses adalah… tidak ngompol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada usia 12 tahun, sukses adalah… punya banyak teman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada usia 17 tahun, sukses adalah… punya SIM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada usia 35 tahun, sukses adalah… punya banyak uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada usia 50 tahun, sukses adalah… punya banyak uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada usia 70 tahun, sukses adalah… punya SIM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada usia 75 tahun, sukses adalah… punya banyak teman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada usia 80 tahun, sukses adalah… tidak ngompol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kenapa mesti repot-repot lari dari masa lalu? Toh ia selalu berada di belakangmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jangan menjadi orang yang tak tergantikan di tempat kerja Anda. Kalau Anda tak tergantikan, bagaimana Anda akan dipromosikan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bos: “Apakah kau percaya pada kehidupan sesudah kematian?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Karyawan: “Tentu, Pak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bos: “Pantas kalau begitu. Kemarin setelah kau pulang awal untuk menghadiri pemakaman nenekmu, ia datang kemari untuk menjengukmu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Karena jatuh cinta pada tukang pos, setiap hari ia mengirimkan surat—dialamatkan ke rumahnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Fakta Unik &amp;amp; Menggelitik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Anak belut yang baru menetas berkelamin betina semua. Bila panjangnya sudah mencapai 30–40 cm, belut otomatis berganti “onderdil” menjadi jantan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Wanita berkedip hampir dua kali lebih sering daripada pria. (Makanya, pria yang terlalu banyak berkedip itu genit!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Misterius! Angka 1-9 dalam Bahasa Indonesia mengandung keunikan tersendiri. Berdasarkan abjadnya, bila kita menjumlahkan dua angka yang huruf awalnya sama, hasilnya selalu sepuluh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Berawal S =&amp;gt; Satu + Sembilan = Sepuluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Berawal D =&amp;gt; Dua + Delapan = Sepuluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berawal T =&amp;gt; Tiga + Tujuh = Sepuluh&lt;br /&gt;Berawal E =&amp;gt; Empat + Enam = Sepuluh&lt;br /&gt;Dan, jangan lupa =&amp;gt; Lima + Lima = Sepuluh&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kencing kucing bercahaya dalam gelap.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Apel, bukan kafein, yang paling efektif untuk membuat Anda terjaga pada pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Dapatkan...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: large;"&gt;"365 Fakta, 365 Kutipan, dan 365 Humor Asyik"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kumpulan kutipan asyik &amp;amp; menggelitik, humor singkat &amp;amp; menyengat, fakta unik &amp;amp; menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Yogyakarta, Penerbit ANDI, 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;191 halaman, Rp 29.900,--&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Anda dapat membelinya di toko buku terdekat atau &lt;a href="http://bukurohani.com/produk-1112001281-365-fakta-365-kutipan-dan-365-humor-asyik.htm" target="_blank"&gt;memesan secara online&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-2564448144911250682?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/2564448144911250682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/tahun-baru-buku-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2564448144911250682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2564448144911250682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/tahun-baru-buku-baru.html' title='365 Fakta, 365 Kutipan, dan 365 Humor Asyik'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1VZwVnXj3Ak/TwYvinQY1FI/AAAAAAAAAZk/RaChuoMAFUU/s72-c/cover365.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-5805348637392266404</id><published>2012-01-05T07:44:00.001+07:00</published><updated>2012-01-05T08:11:36.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Gereja Itu Bukan Rumah Ibadah, Melainkan Rumah Belajar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://godisforreal.files.wordpress.com/2011/04/jesus_wisdom.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://godisforreal.files.wordpress.com/2011/04/jesus_wisdom.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tahukah Anda bahwa gereja itu mulanya rumah belajar? Gereja mula-mula merupakan kelanjutan tradisi sunagoge dalam agama Yahudi. Arti harfiah sunagoge adalah belajar bersama-sama. Terjemahan yang tepat untuk sunagoge di Matius 13:54, Markus 1:39 dan di banyak ayat lain bukanlah rumah ibadah melainkan rumah belajar. Umat Kristen, dengan demikian, semestinya adalah umat yang belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran secara sederhana berarti penerusan pengalaman. Pengalaman ini dapat berupa fakta, kebenaran, ide, atau cita-cita; dapat pula berupa proses atau kecakapan membuat karya seni. Pembelajaran mencakup teori dan praktik, meliputi pelatihan fisik, mental, dan moral. Tujuannya membawa manusia ke dalam kedewasaannya yang penuh. Ya, pembelajaran berlangsung seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dipelajari umat percaya? Hikmat Tuhan yang disingkapkan dalam firman-Nya. Seperti dikatakan Paulus, hikmat tersebut berguna “untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Timotius 3:16-17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmat itu melampaui pengetahuan. Dalam era informasi ini, pengetahuan sangat berlimpah, namun hikmat sangat jarang. Padahal, tanpa hikmat, pengetahuan belaka itu sia-sia. Hikmat bukan sekadar memiliki segudang fakta dan informasi. Hikmat merupakan sikap dasar yang memengaruhi setiap aspek kehidupan, yaitu kemampuan untuk menerapkan pengetahun yang kita miliki tersebut dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmat sejati, seperti dikatakan Salomo, bersumber dari takut akan Tuhan (lihat Amsal 1:7), yaitu menghargai dan menghormati Allah, hidup dalam ketakjuban akan kuasa-Nya, dan taat pada firman-Nya. Iman kepada Allah merupakan prinsip yang melandasi pemahaman kita akan dunia kita, sikap kita, dan tindakan kita. Jika kita percaya kepada Allah, Dia akan menjadikan kita sungguh-sungguh berhikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Amsal, kitab hikmat yang paling menonjol di Alkitab, kita melihat bagaimana hikmat merasuk ke dalam setiap aspek kehidupan: hubungan, perkataan, pekerjaan, dan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berhikmat rindu mengenal dan mengasihi Allah. Jika kita memilih jalan Tuhan, Dia akan memberi kita hikmat. Firman-Nya menuntun kita untuk hidup dengan benar, memiliki hubungan yang benar, dan mengambil keputusan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berhubungan dengan sesama, kita didorong untuk menunjukkan kasih, pengabdian, dan standar moral yang luhur. Untuk berhubungan dengan orang lain, kita memerlukan konsistensi, kearifan, dan disiplin dalam menggunakan hikmat Allah. Jika kita tidak memperlakukan orang lain menurut hikmat Allah, hubungan kita tak ayal bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan kita mengungkapkan sikap kita yang sesungguhnya terhadap orang lain. Perkataan kita memperlihatkan hikmat yang kita miliki. Untuk itu, kita perlu mengembangkan penguasaan diri dalam berkata-kata. Perkataan kita perlu jujur dan tidak sembrono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmat mengingatkan bahwa Tuhanlah yang mengontrol hasil akhir dari segala sesuatu yang kita lakukan. Bagian kita adalah menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab dengan tekun dan disiplin, bukan bermalas-malasan dan egois. Kita bekerja dengan menyadari Tuhanlah majikan sejati kita, yang akan menilai dan memberi upah kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmat juga memberikan perspektif yang benar akan kesuksesan. Orang bekerja keras untuk mengejar kekayaan dan kemashyuran, tetapi Allah menakar kesuksesan dari hubungan yang baik, karakter moral, dan kerinduan untuk menaati Dia. Hubungan dengan Dia menentukan kekekalan kita; segala sesuatu yang lain akan binasa. Seluruh sumber daya, waktu, dan talenta kita berasal dari Allah; kita perlu mendayagunakannya secara arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita umat yang belajar? Kiranya kita menemukan harta karun yang sesungguhnya: hikmat untuk menjalani kehidupan sehari-hari. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-5805348637392266404?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/5805348637392266404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/rumah-belajar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5805348637392266404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5805348637392266404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/rumah-belajar.html' title='Gereja Itu Bukan Rumah Ibadah, Melainkan Rumah Belajar'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-7162461780797314149</id><published>2012-01-02T12:42:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T12:42:37.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Amadeus: Oh, Kecemburuan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cD-vu0Byb6A/TwFDeLvlThI/AAAAAAAAAZM/9ndZvD5sutU/s1600/Amadeusmov.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-cD-vu0Byb6A/TwFDeLvlThI/AAAAAAAAAZM/9ndZvD5sutU/s1600/Amadeusmov.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Milos Forman mengunjungi kembali dunia yang pernahdiangkatnya dalam film pemenang Oscar, &lt;i&gt;One Flew Over the Cuckoo's Nest&lt;/i&gt;:rumah sakit jiwa. Hanya saja, sutradara asal Cekoslowakia ini tidak lagimengupas soal kegilaan, namun menyoroti tabiat dasar yang telah membelitmanusia sejak mulanya: kecemburuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Amadeus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt; berdasarkan naskah drama berjudul sama susunan Peter Shaffer, yangkemudian juga menuliskan skenarionya. Namun, kisah tentang pertikaian antaraSalieri dan Mozart ini bukan berdasarkan sejarah, melainkan terinspirasi olehpuisi Alexander Pushkin, ditulis tahun 1830, hampir 40 tahun setelah kematianMozart (1756-1791). Dalam puisi itulah, Mozart dan Salieri ditampilkan sebagaimusuh. (Dalam kenyataannya, Mozart dan Salieri tidak bermusuhan; Salieri tidakmembunuh Mozart; dan Salieri bahkan menjadi guru musik salah satu anak Mozart.)Shaffer, dengan demikian, memanfaatkan unsur-unsur sejarah, namun sekaligusmenyimpangkan sejarah, dan dengan keleluasaan artistik mengeksplorasi isu-isuyang lebih fundamental dan universal. Meskipun menampilkan Wina pada abadke-18, film ini mengundang kita untuk menyimak kembali drama purba yang telahberlangsung pada masa keturunan pertama Adam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kisah dipaparkan dari sudut pandang Salieri saat berada disebuah rumah sakit jiwa, setelah ia ditemukan hendak bunuh diri karena dihantuirasa bersalah akibat "pembunuhan" terhadap Mozart. Jelujurankisahnya, sungguh menarik, sejajar dengan kisah korban persembahan pertama danpembunuhan pertama dalam tragedi Kain dan Habel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sejak kecil Salieri terbakar oleh sebuah hasrat: melayaniTuhan melalui musik. Ia bernazar akan menjalani kehidupan yang suci danbersahaja, berjerih lelah tanpa henti, dan merendahkan diri sedalam-dalamnya.Itulah korban persembahannya, asalkan Tuhan memberinya karunia bermusik yangistimewa untuk menjadikannya komposer unggul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tuhan mengabulkan harapannya. Sebagian. Salieri pergi ke Winadan dalam waktu relatif singkat ia menjadi musisi paling disegani di kota paramusisi itu. Kaisar Joseph II mengangkatnya sebagai musisi istana. Namun, kehadiranWolfgang Amadeus Mozart membengkokkan harapannya. Menyimak karya-karya komposermuda ini, ia langsung mengenali kejeniusan Mozart, namun sekaligus tersadarakan mediokritas karya-karyanya sendiri. Di sini &lt;i&gt;Amadeus &lt;/i&gt;secaracemerlang mengaitkan kecemburuan dengan pertanyaan tentang keadilan Tuhan dalammembagi-bagikan karunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Yang membuat Salieri murka adalah karena Tuhan memberikankarunia yang begitu agung kepada orang seperti Mozart. Ia menggambarkan Mozartsebagai "bocah yang genit... Mozart yang pendengki, suka tertawaterkikik-kikik, congkak dan kekanak-kanakan ini." Lebih buruk lagi,menurut Salieri, Tuhan menempatkan di dalam dirinya &lt;i&gt;kerinduan&lt;/i&gt; untukmenggubah musik yang agung dan &lt;i&gt;kemampuan&lt;/i&gt; untuk mengenali keagungan,namun tanpa karunia untuk menghasilkannya. "Engkau menempatkan di dalamdiriku wawasan tentang Yang Tak Terbandingkan, yang tidak diketahui olehkebanyakan orang! Kemudian Engkau memastikan bahwa aku sendiri hanya akanmenghasilkan karya yang biasa-biasa saja."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Salieri harus menghadapi kenyataan pahit yang sebelumnyatelah ditelan oleh Kain: Tuhan tidak mengindahkan korban persembahannya. Dan iapun mengikuti jalan yang ditempuh oleh pembunuh pertama tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Murray Abraham sebagai Salieri dan Tom Hulce sebagai Mozartsama-sama dinominasikan sebagai aktor terbaik Oscar, dan Abrahamlah yangmembawa pulang piala bergengsi itu. Hulce sebenarnya tidak kurang menawan,namun spektrum emosi yang mesti ditampilkannya memang lebih terbatas.Sebaliknya, peran Salieri menantang Abraham untuk mengeskpresikan emosi yangamat bernuansa, dan sekaligus bertentangan: ia &lt;i&gt;membenci&lt;/i&gt; Mozart, namun &lt;i&gt;memuja&lt;/i&gt;musik Mozart.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Puncak penampilan keduanya tertuang dalam adegan palingmenawan menjelang akhir film. Mozart mendiktekan &lt;i&gt;Requiem&lt;/i&gt;, karyaterakhirnya, dan Salieri menyalinkannya. Di satu sisi kita menyimak proseskreatif seorang artis jenius, yang terus menggelegak kendati kondisi fisiknyakian merosot. Di sisi lain, kita menyimak konflik batin yang melanda diriSalieri: pukulan telak terakhir terhadap mediokritasnya, hasrat untukmenuntaskan siasat liciknya, dan sekaligus kesadaran bahwa seorang komposerterbaik sebentar lagi akan bungkam. Di sinilah bayang-bayang Kain menyeringaisegamblang-gamblangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menyaksikan ekspresi wajah Salieri sepanjang pengakuandosanya seperti menatap sebuah cermin diri. Bukankah saya juga dihinggapisindroma Salieri, dan dalam taraf tertentu diperhadapkan pula denganpertanyaan-pertanyaan tajam yang dilontarkannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun Mozart mewakili sosok idaman, figur impian, selebritaspada zamannya. Saat itu orang terbiasa mengenakan wig, namun perhatikan, wigMozart tampil paling nyentrik. Kehidupan mewah penuh pesta, minuman dan wanitamemoles kehidupan pribadi dan keluarga yang rapuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menariknya, kedua sosok itu sama-sama dicekam oleh figur ayahmasing-masing. Ayah Salieri menepiskan kerinduan anaknya untuk menjadi musisi,membandingkan penampilan para musisi dengan "topeng monyet." Betapapahit bagi Salieri saat Bapa di surga ternyata juga "menolak" persembahannya.Adapun ayah Mozart, Leopold, adalah figur yang dominan. Dan Mozart, di luarbakat briliannya sebagai komposer, terus menjadi "anak kecil" dibawah bayang-bayangnya. (Isterinya pun memanggilnya "Wolfi"!) Rasabersalah atas kematian sang ayah mendorong Mozart menggubah &lt;i&gt;Don Giovanni&lt;/i&gt;,yang pada gilirannya memberi ide pada Salieri tentang siasat untuk"membunuh" Mozart. Dominasi orang tua ini terus mencengkeram melaluifigur sang ibu mertua (dalam sebuah adegan menarik, raut wajah ibu mertua inimenjelma menjadi Queen of the Night dalam &lt;i&gt;The Magic Flute&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Selain Salieri dan Mozart, musik klasik merupakan"pemeran utama" ketiga dalam film ini. Saya bisa membayangkan &lt;i&gt;Schindler'sList&lt;/i&gt;, misalnya, akan tetap "jalan" tanpa ilustrasi musik JohnWilliam (termasuk gesekan biola Itzhak Perlman) yang &lt;i&gt;ngelangut&lt;/i&gt;. Namun,tidak demikian dengan &lt;i&gt;Amadeus&lt;/i&gt;. Tanpa untaian musik klasik membalutsekujur kisah, film ini akan seperti adegan gladi &lt;i&gt;The Marriage of Figaro&lt;/i&gt;yang membuat Kaisar Joseph berjengit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Film ini secara jitu dijuduli &lt;i&gt;Amadeus&lt;/i&gt;, bukannya &lt;i&gt;Mozart&lt;/i&gt;,atau malah &lt;i&gt;Salieri&lt;/i&gt;. Nama berbahasa Latin itu berarti "dikasihi olehTuhan", dan film ini menangkap ironi dalam kata tersebut. Salieri yangmendedikasi hidupnya untuk melayani Tuhan, merasa tertolak dan kemudianmengacungkan tinju kepada-Nya. Sebaliknya, Mozart, yang hidup urakan, justrudipakai sebagai "suara Tuhan" melalui musik. Kenapa? Ya, kenapa Tuhanmengindahkan yang satu, dan, tanpa alasan yang dapat kita pahami, tidakmengindahkan yang lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;Amadeus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;"&gt;, bisa jadi, tidak diniatkan sebagai sebuah "film religius".Namun, saya mendapatinya sebagai salah satu film "paling religius"yang memperhadapkan kita pada misteri kedaulatan Tuhan, dan pergumulan kitadalam menyikapi pilihan kehendak-Nya. Saat film berakhir, kikik tawa Mozartmasih menggema. ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Film ini akan diputar dalam acara nonton bareng CodeMovie Club pada Selasa, 10 Januari 2012, mulai pukul 19.00 WIB, di GloriaGraha, Lt. 4, Jl. F.M. Noto 19, Kota Baru, Yogyakarta. Gratis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-7162461780797314149?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/7162461780797314149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/amadeus-oh-kecemburuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7162461780797314149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7162461780797314149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/amadeus-oh-kecemburuan.html' title='Amadeus: Oh, Kecemburuan'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cD-vu0Byb6A/TwFDeLvlThI/AAAAAAAAAZM/9ndZvD5sutU/s72-c/Amadeusmov.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-4381224469294097123</id><published>2012-01-01T09:16:00.002+07:00</published><updated>2012-01-01T09:16:38.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ucapan Syukur Maria</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bacaan Alkitab: Yohanes 12:1-8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Sebab Akuini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaku mengenai kamu… yaiturancangan damai sejahtera… untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuhharapan. &lt;/i&gt;(Yeremia29:11)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YoiX5ukl8yo/SxYAWXSv_SI/AAAAAAAAAkQ/zXaH6aDvVdU/s400/cov+magdalene+dpn.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_YoiX5ukl8yo/SxYAWXSv_SI/AAAAAAAAAkQ/zXaH6aDvVdU/s400/cov+magdalene+dpn.jpg" width="265" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Novel &lt;i&gt;Miryamdari Magdala &lt;/i&gt;karya Angela Hunt memuat cerita unik yang didasarkan padaYohanes 12:1-8. Kisahnya kurang lebih sama. Seminggu sebelum Yesus disalibkan,Maria, saudara Lazarus dari Betania, mengurapi Yesus dengan minyak narwastumurni yang mahal harganya. Ia meminyaki kaki Yesus dan menyekanya denganrambutnya. Aroma harum minyak itu memenuhi seluruh penjuru rumah. Tetapi, Yudasmencela tindakan itu sebagai pemborosan. Seharusnya Maria menjual minyak itudan mendermakan uangnya kepada orang-orang miskin. Namun, Yesus menyambutpengurapan Maria itu sebagai persiapan bagi penguburan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Menurut Hunt, Maria mengurapi Yesus bukan karenahendak berterima kasih atas apa yang &lt;i&gt;sudah&lt;/i&gt;Dia lakukan, yaitu membangkitkan Lazarus dari antara orang mati, melainkanuntuk apa yang &lt;i&gt;akan&lt;/i&gt; Yesus kerjakan,yaitu mati di kayu salib—menebus dosa umat manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selama ini, setiap berdoa malam bersamaanak-anak, kami mengucap syukur atas berkat dan kebaikan yang sudah Tuhancurahkan sepanjang hari—hal-hal yang telah kami lakukan. Atau, kami memintaperlindungan dan penyertaan Tuhan atas apa yang hendak kami lakukan. Namun,yang jarang terlintas dalam pikiran saya adalah bersyukur atas apa yang akanTuhan kerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Padahari pertama tahun baru ini kita dapat meneladani sikap Maria. Kita bukan hanyabersyukur atas hari-hari yang sudah berlalu, tetapi juga bersyukur atashari-hari yang akan datang. Bersyukur menandakan kepercayaan—bahwa segalasesuatu yang diizinkan-Nya terjadi nanti, semuanya itu demi kebaikan kita danbagi kemuliaan-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; mso-layout-grid-align: none; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Relung Renung:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; mso-layout-grid-align: none; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Untuk segala sesuatu yang telah berlalu, pujilah Dia;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;untuk segala sesuatu yang akan datang,percayalah kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-4381224469294097123?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/4381224469294097123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/ucapan-syukur-maria.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/4381224469294097123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/4381224469294097123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2012/01/ucapan-syukur-maria.html' title='Ucapan Syukur Maria'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YoiX5ukl8yo/SxYAWXSv_SI/AAAAAAAAAkQ/zXaH6aDvVdU/s72-c/cov+magdalene+dpn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-5137631248904151966</id><published>2011-12-31T07:07:00.000+07:00</published><updated>2011-12-31T07:07:07.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;aku ingin menangkap capung&lt;br /&gt;lalu mengapung&lt;br /&gt;di udara desember yang canggung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;aku ingin menanyakan alamat&lt;br /&gt;tahun yang akan datang&lt;br /&gt;tetapi, sudahlah&lt;br /&gt;rupanya kamu masih kebingungan&lt;br /&gt;mencatat oleh-oleh kenangan&lt;br /&gt;dari tahun-tahun yang sudah tumbang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;jogja, 2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-sejuaizdoFA/Tv5Rw1DUmWI/AAAAAAAAAZA/5z5F77zqodE/s1600/dragonfly.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-sejuaizdoFA/Tv5Rw1DUmWI/AAAAAAAAAZA/5z5F77zqodE/s1600/dragonfly.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; text-align: -webkit-left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-5137631248904151966?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/5137631248904151966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/akhir-tahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5137631248904151966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5137631248904151966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/akhir-tahun.html' title='Akhir Tahun'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-sejuaizdoFA/Tv5Rw1DUmWI/AAAAAAAAAZA/5z5F77zqodE/s72-c/dragonfly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-5319729523089919276</id><published>2011-12-30T17:19:00.003+07:00</published><updated>2011-12-30T17:21:22.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>terima kasih telah mengajariku untuk tertawa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/12/gus-dur-wafat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/12/gus-dur-wafat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;untukgus dur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;harga tawa semakin mahal saja di negeri kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;tadi pagi di pasar kranggan sekilo sudah 7.200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dari dua bulan lalu 5.400.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;kenapa negeri ini begitu muram? tak bisa membagi-bagi tawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;pada fakir miskin dan rakyat jelata. malah jadi komoditas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;yang cepat melambung harganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;malangnya, para pelawak malah tak kunjung kaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;: karena badut-badut menyerbu istana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;engkau pun masih mencoba lemparkan tawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;secara cuma-cuma. repotnya, larut sudah negeri kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dalam pusaran drama yang serbabanal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;kenapa terlalu mahal untuk tertawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;di negeri kita? kukira kau pun pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;sambil menyeka air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;atau, malah mendendangkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;sorak-sorak bergembira?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;jogja, 2009&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-5319729523089919276?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/5319729523089919276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/terima-kasih-telah-mengajariku-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5319729523089919276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5319729523089919276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/terima-kasih-telah-mengajariku-untuk.html' title='terima kasih telah mengajariku untuk tertawa'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-5980730529840908964</id><published>2011-12-30T06:37:00.001+07:00</published><updated>2011-12-30T06:37:30.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kasih Penguin Kaisar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a3/Aptenodytes_forsteri_-Snow_Hill_Island,_Antarctica_-adults_and_juvenile-8.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a3/Aptenodytes_forsteri_-Snow_Hill_Island,_Antarctica_-adults_and_juvenile-8.jpg" width="247" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Baca: 1 Yohanes 3:11-18&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.&lt;/i&gt; (1 Yohanes 3:18)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penguin kaisar bertelur satu butir setiap musim kawin. Si jantan bertugas mengerami telur itu dengan menjepitnya di antara kaki dan lipatan lemak di sekitar perutnya selama kira-kira 64 hari. Ia berada dalam kumpulan besar penguin jantan yang berdempetan saling menghangatkan di tengah musim dingin Antartika. Sementara itu, si betina kembali ke laut untuk mencari makan. Ia akan kembali ke sarang menjelang anaknya menetas. Apabila ia terlambat, si jantan dapat memberi makan anaknya dengan cadangan yang diambil dari saluran pencernaannya sampai selama sepuluh hari. Itu akan membuatnya kehilangan setengah bobot tubuhnya. Begitu si betina muncul, giliran si jantan pergi ke laut. Selanjutnya mereka bergantian mencari makan untuk membesarkan si kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kehidupan unggas kutub tersebut menggambarkan bahwa kasih itu bukan konsep atau kata-kata manis belaka. Kasih adalah kata kerja. Kasih sejati diungkapkan melalui tindakan yang mengutamakan kesejahteraan orang lain, bahkan apabila perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadi. Sebagaimana Kristus menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, kita pun diperintahkan untuk menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Actions speak louder than words (Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata). Kasih tidak cukup hanya dinyatakan dengan perkataan, tetapi mesti diwujudkan dalam perbuatan. Sejauh mana tindakan kita mengungkapkan kasih kita bagi saudara-saudara kita? Apakah kita secara bermurah hati menyerahkan nyawa kita—waktu, tenaga, talenta, uang—bagi saudara-saudara yang memerlukan pertolongan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;KASIH ADALAH MEMBERI DENGAN PENUH PENGORBANAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;TANPA SYARAT DAN TANPA PAMRIH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dimuat di:&amp;nbsp;&lt;a href="http://renunganharian.net/index.php/2011/12-desember/123-kasih-penguin-kaisar"&gt;http://renunganharian.net/index.php/2011/12-desember/123-kasih-penguin-kaisar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-5980730529840908964?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/5980730529840908964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kasih-penguin-kaisar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5980730529840908964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5980730529840908964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kasih-penguin-kaisar.html' title='Kasih Penguin Kaisar'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-3353953538432509695</id><published>2011-12-29T07:01:00.001+07:00</published><updated>2011-12-29T07:03:24.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Paskah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Menurutmu, Siapakah Aku?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-L6ppwhl5x70/TvusI1muDRI/AAAAAAAAAYo/2VikLr4WJEA/s1600/Staying%252520Focused_PE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-L6ppwhl5x70/TvusI1muDRI/AAAAAAAAAYo/2VikLr4WJEA/s400/Staying%252520Focused_PE.jpg" width="295" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dr.James Allah Francis merangkum kehidupan Yesus sebagai "satu kehidupansunyi."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Diadilahirkan di desa yang tidak dikenal, anak perempuan udik. Dia menjadi besardi desa lain, tempat Dia bekerja di bengkel tukang kayu sampai Dia berusia 30tahun. Kemudian selama tiga tahun Dia menjadi penginjil keliling. Dia tidakpernah menulis buku. Dia tidak pernah memegang jabatan. Dia tidak pernahberkeluarga atau mendirikan rumah tangga. Dia tidak pernah pergi ke perguruantinggi. Dia tidak pernah mengunjungi kota besar. Dia tidak pernah melakukan perjalananmelebihi dua ratus mil dari tempat Dia dilahirkan. Dia tidak melakukan semuahal itu, hal-hal yang biasanya dikaitkan dengan kebesaran atau keagungan. Diatidak dilengkapi dengan surat-surat kepercayaan atau piagam penghargaan,kecuali diri-Nya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Diabaru berumur tiga puluh tiga tahun waktu arus pendapat umum berbalikmenerpa-Nya. Teman-teman-Nya kabur meninggalkan-Nya. Salah satu dari merekamenyangkal-Nya. Dia diserahkan kepada musuh-musuh-Nya dan menjalani leluconyang disebut peradilan. Dia dipaku ke kayu salib di antara dua pencuri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;SementaraDia sekarat, para algojo berjudi memperebutkan pakaian-Nya, satu-satunya hartamilik-Nya di dunia. Waktu Dia wafat, Dia dimakamkan di makam yang dipinjammelalui belas kasihan seorang teman. Dua puluh abad telah datang dan pergi, dansekarang Dia merupakan tokoh sentral umat manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Semuaangkatan perang yang pernah berbaris, semua angkatan laut yang pernah berlayar,semua parlemen yang pernah duduk dalam rapat, semua raja yang pernahmemerintah, jika disatukan, belum memengaruhi kehidupan umat manusia di bumiini sebegitu rupa seperti satu kehidupan sunyi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seorang ahli sejarah, H.G.Wells, mengakui, “Lebih dari 1900 tahun kemudian, seorang ahli sejarah sepertisaya, yang bahkan tidak mengakui dirinya Kristen, menemukan bahwa sejarahsecara tidak terhindarkan berpusat pada kehidupan dan karakter Manusia palingpenting ini…. Ujian seorang ahli sejarah bagi keagungan seseorang adalah, ‘Apakahyang ia tinggalkan yang bisa tumbuh?’ Apakah ia membuat orang-orang memikirkansesuatu yang baru dengan semangat yang bertahan lama sesudahnya? Dengan ujianseperti ini, Yesus berada di urutan pertama.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Anda bisa memperkirakanukuran sebuah kapal yang sudah lewat dari pandangan dengan melihat seberapabesar ombak yang dibuatnya. Kehidupan Yesus, seperti digambarkan tadi, mungkinsebuah kehidupan yang sunyi. Namun, coba perhatikan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sokrates mengajar selama 40tahun, Plato selama 50 tahun, Aristotels selama 40 tahun, dan Yesus hanya 3 tahun.Namun, pengaruh pelayanan 3 tahun Yesus itu jauh melampaui dampak gabungan 130tahun pengajaran orang-orang yang dianggap filsuf terbesar abad kuno ini. Yesus tidak pernah membuat lukisan; namun,lukisan-lukisan terelok karya Raphael, Michaelangelo, Leonardo Da Vinci,diilhami oleh sosok-Nya. Yesus tidak pernah menulis puisi; namun sekian banyakpenyair hebat dunia menulis puisi tentang Dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Yesustidak pernah menggubah musik; namun musisi termashyur seperti Handel, Beethoven,Bach, dan sebagainya, melahirkan komposisi terindah mereka saat merekamenggubah pujian bagi Dia. Setiap bidang kehidupan manusia telah diperkaya olehTukang Kayu rendah hati dari Nazaret ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di luar itu, sosok Yesussendiri tak jarang begitu kabur. Anak-anak Sekolah Minggu mungkin mengingatnyasebagai Gembala baik hati yang memeluk domba dengan lemah lembut. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang membayangkannyasebagai sosok yang begitu serius, sulit tersenyum. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang membayangkannya sebagai tokokradikal pendukung teologi pembebasan. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;yang membayangkannya sebagai pejuang politik revolusioner. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang membayangkannya sebagai sosokpemimpin agama yang kawin dengan Maria Madgalena.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tanggapan terhadap Pribadiini juga beragam. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;yang mengundang-Nya makan malam seperti Zakheus. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang menolak-Nya dengan sedih karenalebih mencintai hartanya, seperti anak muda yang kaya. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pula yang mengkhianati dan menyangkaliDia, seperti Yudas dan Petrus. Atau, orang malah menggunakan nama-Nya sebagaimakian! (Mengapa tidak ada orang yang memaki dengan mengatakan “AbrahamLincoln!” atau “Mahatma Gandhi!”?) Siapakah Dia sebenarnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Richard Nixon, Presiden AS,terbawa perasaan gembiranya tahun 1969 ketika para astronot Apollo pertama kalimendarat di bulan. “Ini adalah hari terbesar sejak Penciptaan!” katanya dalampidato. Billy Graham dengan serius menegur presiden ini dan mengingatkannyaakan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; danPaskah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dengan ukuran apa pun dalamsejarah, Graham benar. Orang Galilea ini, yang dalam hidupnya berbicara padalebih sedikit orang daripada yang bisa mengisi satu saja stadion tempat Grahampernah berkhotbah, mengubah dunia lebih daripada siapa pun. Dia memperkenalkankekuatan baru pada sejarah, dan sekarang pengikut-Nya berjumlah sepertigapenduduk bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-onXzLQ_aSYI/TvutE-30IJI/AAAAAAAAAY0/WfDuYqxzxBE/s1600/Lighten-the-Load.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="395" src="http://1.bp.blogspot.com/-onXzLQ_aSYI/TvutE-30IJI/AAAAAAAAAY0/WfDuYqxzxBE/s640/Lighten-the-Load.png" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ratu&lt;st1:state w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Victoria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; dariInggris suka berjalan-jalan di pedesaan dengan menyamar sebagai orang biasa.Suatu saat ia pergi diikuti oleh pelayannya. Di jalan ia bertemu dengansekawanan domba yang digembalakan seorang anak kecil. Anak itu berteriak, “Hei,minggir kamu, dasar perempuan goblok!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ratu&lt;st1:state w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Victoria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;hanya tersenyum, tidak mengatakan apa-apa. Ketika pelayannya muncul, iamenjelaskan pada anak itu bahwa perempuan yang diteriakinya dengan kasar ituadalah Ratu Inggris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;“Oh,begitu ya,” kata anak itu, “dia seharusnya pakai baju kayak ratu dong.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Begitu juga Yesus–Dia tidakdatang ke dunia ini dengan segenap kebesaran-Nya sebagai Allah Sang PenciptaAlam Semesta. Dia tidak memasuki panggung kehidupan bumi ini dengan seluruhkemuliaan-Nya sebagai Raja segala raja. Dia tidak datang dengan membelah langitdiiringi pasukan malaikat surgawi dan disongsong karnaval semarak benda-bendaangkasa. Tidak, Dia hadir sebagai bayi merah yang bergantung sepenuhnya padaperawatan suami-isteri muda yang masih canggung, dan golongan yang pertamamenyambut-Nya hanyalah para gembala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dan, jangan lupa, Dia tidaklahir di istana, melainkan di sebuah kandang. Kandang di Timur Tengah pada masaitu biasanya ditempatkan jauh dari lokasi pemukimam penduduk karena merupakantempat yang sangat jorok oleh timbunan kotoran dan air kencing hewan bercampurdengan sampah. Bukan sebuah tempat yang steril untuk kelahiran orok yang masihmerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pertanyaannya: Bagaimanadengan kita? Apakah kita percaya bahwa Bayi yang lahir di kandang 2.000 tahunyang lalu itu adalah Allah yang menjelma menjadi manusia? Apakah kita menerimaDia sebagai Raja? Apakah kita seperti para gembala yang menyambut kelahiran-Nyadengan penuh sukacita? Atau, seperti orang Majus yang membawa persembahan, danmengakui Dia sebagai Raja dengan mempersembahkan emas, menyembah Dia sebagai Allahdengan mempersembahkan kemenyan, dan menyambut-Nya sebagai Juruselamat denganmempersembahkan mur? Benarkah Dia &lt;i&gt;The Greatest One&lt;/i&gt;, Pribadi palingagung, paling luar biasa, dalam kehidupan ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ataukah, kita kurang ajarseperti bocah gembala yang meneriaki Ratu Inggris itu–karena tidak mengenalnyasungguh-sungguh? Ataukah kita seperti penjaga penginapan, yang tidak memilikitempat yang layak untuk menyambut kedatangan-Nya? Atau, malah seperti Herodes,yang berusaha membunuh Bayi yang kelak akan dinobatkan sebagai Raja itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Secara pribadi Tuhanmengajukan pertanyaan kepada kita: “Siapakah Aku, &lt;i&gt;menurut engkau&lt;/i&gt;?” Yesus secara tegas menyatakan, “Aku berkatakepada-Mu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia jugaakan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada akhir zaman, milyaran manusia akan tersebar di atas dataran yang luasdi hadapan tahta Allah. Beberapa kelompok di bagian muka berbicara denganserunya. Bukan dengan kengerian disertai rasa malu, melainkan dengan suaraseperti sedang berperang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;“Bagaimana Allah dapat menghakimi kita? Bagaimana Dia dapat mengetahuitentang penderitaan?” sentak seorang gadis berambut cokelat. Dia menyingsingkanlengan bajunya untuk menunjukkan sebuah nomor tato dari sebuah kamp konsentrasiNazi. “Kami mengalami teror, pukulan, aniaya, kematian.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Di kelompok lain, seorang pria berkulit hitam menurunkan kerahnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Bagaimana dengan ini?”dia menuntut, sambil menunjukkan bekas luka jerat. “Dihukum mati tanpakesalahan, tetapi hanya karena berkulit hitam! Kami mati lemas di kapal budak,disentakkan dari orang-orang terkasih, bekerja keras, dan hanya maut yang memberikankelegaan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di hamparan tanah datar itu terdapat ratusan kelompok seperti mereka.Setiap orang mengeluh terhadap Allah atas kemalangan dan penderitaan yangdibiarkan-Nya berlangsung di dunia ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Betapa mujurnya Allah tinggal di Surga, di mana semuanya manis dan terang,tidak ada tangisan, rasa takut, kelaparan, kebencian. Memang, apa yang Allahtahu tentang bagaimana manusia telah dipaksa untuk menderita di dunia ini?“Bagaimanapun, Allah menikmati kehidupan yang sangat terlindung,” kata mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Maka, masing-masing kelompok mengirimkan seorang pemimpin, yang dipilihkarena dialah yang paling menderita. Ada orang Yahudi, orang kulit hitam, orangIndia dari kasta yang tidak tersentuh, anak haram, seorang dari Hiroshima, danseorang dari kamp perbudakan Siberia. Di tengah dataran itu, mereka berundingsatu sama lain. Akhirnya, mereka siap untuk mengajukan kasus mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengadilan itu sederhana saja: Sebelum Allah layak menjadi hakim mereka,Dia harus mengalami apa yang telah mereka alami. Keputusan mereka adalah bahwaAllah harus dihukum untuk tinggal di bumi sebagai seorang manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Tetapi karena Dia adalah Allah, mereka memberikan batasan tertentu agar Diatidak memakai kuasa ilahi-Nya untuk menolong Diri-Nya Sendiri:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="margin-left: .5in; tab-stops: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Biarlah Dia lahir sebagai seorangYahudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="margin-left: .5in; tab-stops: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Biarlah keabsahan kelahiran-Nyadiragukan, sehingga tidak seorang pun tahu siapa sebenarnya ayah-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="margin-left: .5in; tab-stops: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Biarlah Dia mengadili sebuah perkaradengan sangat adil, namun sekaligus sangat radikal, sehingga otoritas religiusyang kolot dan otoritas tradisional lainnya membenci Dia, menghukum-Nya danberusaha menyingkirkan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Biarlah Dia mencoba menggambarkan apa yang tidakpernah dilihat, dirasakan, didengar atau dicium oleh manusia. Biarlah Diamencoba mengkomunikasikan Allah kepada manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="margin-left: .5in; tab-stops: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Biarlah Dia dikhianati oleh teman-temanterdekat-Nya. Biarlah Dia didakwa dengan tuduhan-tuduhan palsu dan diadili didepan juri yang berprasangka dan dihukum oleh hakim yang pengecut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="margin-left: .5in; tab-stops: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Biarlah Dia merasakan betapamengerikannya kesendirian itu, benar-benar disingkirkan oleh setiap makhlukhidup. Biarlah Dia dianiaya, dan biarlah Dia mati dengan cara yang palingmemalukan bersama dengan pencuri biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader" style="margin-left: .5in; tab-stops: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saat setiap pemimpin mengumumkan bagianhukumannya, suara bernada setuju terdengar bergemuruh dari gerombolan orang banyakitu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ketikapemimpin terakhir selesai mengumumkan hukumannya, ada keheningan yang panjang. &lt;span lang="SV"&gt;Tidak seorang punmengucapkan sepatah kata lagi. Tidak seorang pun bergerak. &lt;/span&gt;Karena, tiba-tiba, semua orang tahu–Allah telahmenjalani hukuman-Nya.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Begitulah.Kita bisa mengabaikan Yesus. Kita bisa mencemoohkan Dia. Kita bahkan bisamenghakimi Dia. Namun, menurut Yesus, apa pendapat kita tentang diri-Nya danapa tindakan kita berdasarkan pendapat itu, akan menentukan nasib kita di dalamkekekalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jadi,sekali lagi, pertanyaan-Nya terus bergema sepanjang lorong sejarah, “&lt;i&gt;Menurutmu&lt;/i&gt;, siapakah Aku?” ***&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Gambar:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.thejourneysproject.com/"&gt;http://www.thejourneysproject.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-3353953538432509695?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/3353953538432509695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/menurutmu-siapakah-aku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3353953538432509695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3353953538432509695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/menurutmu-siapakah-aku.html' title='Menurutmu, Siapakah Aku?'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-L6ppwhl5x70/TvusI1muDRI/AAAAAAAAAYo/2VikLr4WJEA/s72-c/Staying%252520Focused_PE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-7348468152409191248</id><published>2011-12-28T13:09:00.004+07:00</published><updated>2011-12-28T13:12:08.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Langsung Berangkat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Baca: Matius 2:1-12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia&lt;/i&gt; (Matius 2:2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem, di tanah Yudea, pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem (Matius 2:1). Mereka berasal dari tanah yang jauh. “Timur” diperkirakan berada di Babel atau sekarang dikenal sebagai Irak. Ratusan kilometer jaraknya dari Yerusalem, melewati medan gurun pasir yang berat, ditempuh dengan berjalan kaki atau menunggang unta. Mereka disebut kaum Majus, para sarjana dan orang bijak pada masanya, penelaah ilmu perbintangan, yang biasanya bekerja di istana sebagai penasihat raja.Dan, orang-orang bijak itu mengambil keputusan bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Injil Matius menyiratkan bahwa mereka tidak menunda-nunda keberangkatan mereka. Mereka tidak menunggu raja itu menjadi dewasa dan tampil sebagai sosok termasyhur, baru mendatanginya. Tidak, mereka langsung bersiap-siap melakukan perjalanan jauh untuk mencari Dia, meninggalkan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari mereka. Mereka hendak menyampaikan penghormatan meski Sang Raja baru lahir. Kita tahu kemudian, kegigihan mereka membuahkan hasil gemilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seberapa gigih kita mencari Dia? Kita tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh seperti para Majus. Kita dapat mencari Dia di tengah kesibukan sehari-hari dengan meluangkan waktu bersaat teduh, yang kita khususkan untuk menyembah dan belajar dari Kristus. Apakah kita memprioritaskan kesempatan istimewa ini? Seberapa besar kerinduan kita mengenal Dia, mengembangkan hubungan pribadi dengan Dia, mencari dulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya? Atau, kita terlalu sibuk dengan aktivitas ”penting” kita dan lebih suka menunda, menunggu waktu yang kita anggap lebih baik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;TIDAK PERLU PERJALANAN JAUH UNTUK MENCARI DIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;YANG DIPERLUKAN HANYALAH HATI YANG RINDU MENGENAL DIA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-7348468152409191248?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/7348468152409191248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/langsung-berangkat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7348468152409191248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7348468152409191248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/langsung-berangkat.html' title='Langsung Berangkat'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-4629014016315268023</id><published>2011-12-27T07:59:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T13:58:50.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Dia Menjelma Menjadi Cerita</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seorang temanku meminjam film untuk ditonton bareng teman-temannyapada malam Natal. Aku menyodorkan &lt;i&gt;Millions&lt;/i&gt;,salah satu film bersuasana Natal kesayanganganku, tentang bagaimana duakakak-beradik menggunakan sekantong uang yang jatuh ke pangkuan mereka. Akuberharap mereka menikmati ceritanya, dan merayakan Natal dengan menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Karena itu, aku betul-betul tidak siap ketika ia bertanya,"Apa pesan moral dari film ini?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hah? Tidak salah dengar aku? Dengan tergelak, aku mengelakmenjawab pertanyaan itu. "Kau nonton film untuk mendapatkan pesanmoralnya? Kenapa tidak dengar khotbah saja? Banyak tuh pesan moralnya."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Mungkin terdengar kasar ya—tetapi, bagaimana lagi? Akudiingatkan pada dongeng-dongeng di buku atau majalah anak, yang belum puaskalau belum menutup diri dengan tulisan berhuruf tebal atau miring: "Pesanmoralnya adalah: Bla bla bla. Bla bla bla."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Aku teringat pada ibu Ofelia, dalam &lt;i&gt;The Pan's Labyrinth&lt;/i&gt;, yang mencela putrinya yang beranjak remajaitu, karena masih berkutat dengan dongeng dan peri. Dan ia mengira bisamenghadiahkan sesuatu yang lebih indah dari buku dongeng bagi putrinya itu.Tetapi, bagaimana Ofelia bisa menolak ajakan peri untuk menelusuri labirin misteriusyang akan mengungkapkan asal-muasalnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kebanyakan kita seperti ibu Ofelia. Kita memandang dongengatau cerita sebagai perkara kanak-kanak yang mesti buru-buru kita tinggalkanuntuk beranjak dewasa. Dan kedewasaan kita artikan sebagai kemampuan untukmerangkum buket-buket dongeng itu menjadi sebaris pesan moral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Semakin beranjak besar, semakin piawai kita melakukannya. Kitabegitu rakus meringkus deskripsi menjadi preskripsi. Kita memaksakan narasimenjadi doktrin. Kita terperangah takjub pada gelora samudera, namun sekaligusgamang dan ingin menyulingnya menjadi H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O yang bisa kita periksapada cawan petri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kenapa seperti ada ketakutan untuk menyambut cerita sebagaicerita? Kenapa kita seperti was-was dan merasa tidak bijaksana kalaumenghanyutkan diri begitu saja ke dalam alirannya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pesan moral terkesan lebih teguh. Doktrin mengisyaratkansesuatu yang lebih pasti untuk dipegang. Dan kita bisa mencatat skor yang sudahkita cetak. Aku sudah mematuhi anjuran ini. Aku sudah menjauhi larangan itu.&amp;nbsp;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tidak boleh ini, tidak boleh itu, jangan sentuh ini,jangan sentuh itu, harus bayar ini, arus bayar itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Dan kita bisa &lt;i&gt;umuk&lt;/i&gt;, membusungkandada, merasa lebih hebat dari orang-orang di sekeliling kita: bahwapencapaianku yang menjulang ini tercapai karena aku tekun meniti anak tanggaperaturan demi anak tangga peraturan. Atau, kita terberangus oleh lumpur keputusasaan dan rasa bersalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hidup kita terasa lebih sederhana ketika diukur darikepatuhan pada kaidah. Pada kepandaian menerjemahkan pesan moral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__fbiQYv9DiQ/TKnaVS74cBI/AAAAAAAAAQU/PNXT7jUDIZs/s1600/pans-alice.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="360" src="http://1.bp.blogspot.com/__fbiQYv9DiQ/TKnaVS74cBI/AAAAAAAAAQU/PNXT7jUDIZs/s640/pans-alice.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tetapi—dongeng? Astaga! Kita masuk ke sebuah wilayah asing.Kita berhadapan dengan peristiwa-peristiwa tak terduga. Kita bertemu denganorang-orang aneh. Makhluk-makhluk fantastis. Ada naga. Ada bajingan buruk rupayang bersembunyi di ceruk bawah tanah. Ada raja yang berzinah, lalu membunuh,lalu meratap. Ada anak yang berfoya-foya dengan harta ayahnya, dan ketikapulang setelah bangkrut, ayahnya memeluknya dengan cinta. Ada perjalanan kebalik pegunungan. Ada petualangan melintasi samudera. Ada peri-peri. Adapengkhianatan. Ada dendam. Ada pangeran tampan dan putri jelita. Dan ada cintayang tak kunjung mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seperti Ofelia, kita diseret ke dalam labirin yang penuhkejutan—labirin yang di ujungnya akan menyingkapkan jati diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kehidupan terbesar yang pernah menapaki gurun berdebu planetini dan kehidupan terbesar yang pernah ditawarkan kepada kita—keduanya adalahsatu dan sama—dikemas dalam wujud Cerita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa merekamengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yangtelah Engkau utus."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Mengenal&lt;/i&gt;—ini bukanbahasa hukum. Ini bukan istilah doktrin. Bukan peraturan. Bukan kaidah. Bukanpesan moral. Mengenal adalah bahasa Kasih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dan Kasih adalah Cerita yang paling agung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;"Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu," kataseorang peziarah kehidupan. Maksudnya, tidak ada hukum yang menentang Kasih. Kasihtidak bertentangan dengan hukum. Kasih tidak menabrak hukum. Sebaliknya, kasihmelampaui hukum. Mengunggulinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kasih tidak cukup dipadatkan menjadi pesan moral. Kasihtidak dapat dibahas dalam pasal-pasal hukum. Kasih bakal berantakan jika diterjemahkandalam kepatuhan kaku pada peraturan. Ada murid yang mematuhi—tetapi tidakmengasihi—gurunya. Ada prajurit yang mematuhi—tetapi tidak mengasih—jenderalnya.Ada suami yang mematuhi—tetapi tidak mengasihi—istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kasih diterjemahkan dalam kerelaan untuk terlibat dalamcerita. Kasih mengundang kita untuk masuk ke dalam sebuah cerita yang lebihbesar dari diri kita. "Aku memberikan hukum yang baru kepada kamu, yaitusupaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikianpula kamu harus saling mengasihi."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;"Sama seperti Akutelah mengasihi kamu."&lt;/i&gt; Bagaimana Dia telah mengasihi kita? Dia telah mengasihikita dengan menjelma menjadi Cerita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana Dia telah mengasihi? Dengan menjadi bayiterbungkus kain lampin, bayi yang asal-usulnya diragukan, dan dibesarkansepasang suami-istri muda yang masih canggung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana Dia telah mengasihi? Dengan menutupi aib seorangmempelai laki-laki, dengan meredakan demam, dengan meluruskan punggung yangbungkuk, dengan mencelikkan mata yang buta, dengan menghardik badai, denganmemangku anak-anak kecil, dengan menulis di atas debu tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana Dia telah mengasihi? Dengan bercerita—cerita-ceritayang membuat merah telinga sebagian orang, dan orang-orang lainnya melihatcahaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana Dia telah mengasihi? Dengan menangis di kuburan seorangteman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana Dia telah mengasihi? Dengan membiarkan seorangpelacur meminyaki kaki-Nya dengan air mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana Dia telah mengasihi? Dengan membasuh kaki parapengikut-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana Dia telah mengasihi? Dengan menjalani pengadilankonyol, dengan ditinggalkan para pengikut-Nya, dengan menanggung dera cambukan,dengan disalibkan telanjang di antara dua pencuri sebagai tontonan umum, denganmengampuni musuh, dengan meregang nyawa di antara bumi dan langit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana Dia telah mengasihi? Dengan berkata, "Sudahselesai. Sudah selesai, hai Hukum, waktumu sudah habis. Sekarang tibalahwaktunya untuk Cerita."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kubayangkan—sekian hari setelah kebangkitan-Nya—seorang muridmemberanikan diri mendekati-Nya, dan bertanya, "Ya Tuhan, apakah pesanmoral dari Cerita-Mu?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kubayangkan terdengar derai tawa-Nya mengisi ceruk-ceruk perbukitanyang dilimpahi cahaya jingga matahari sore. Kubayangkan Dia menatap lembutmurid itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;"Pesan moral? Tidakkah kau mengerti? Aku sedang menyusun sebuah Cerita Cinta,Nak."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kubayangkan Dia berhenti sejenak. Tersenyum. Kulihat matanyaberkilat-kilat bening. Cemerlang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;"Maukahkau masuk dan menjalaninya—bersama-Ku?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-4629014016315268023?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/4629014016315268023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/dia-menjelma-menjadi-cerita.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/4629014016315268023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/4629014016315268023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/dia-menjelma-menjadi-cerita.html' title='Dia Menjelma Menjadi Cerita'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__fbiQYv9DiQ/TKnaVS74cBI/AAAAAAAAAQU/PNXT7jUDIZs/s72-c/pans-alice.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-6558723742493841751</id><published>2011-12-25T07:45:00.000+07:00</published><updated>2011-12-25T07:45:01.320+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Undangan Kain Lampin</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;Bacaan Alkitab: Lukas2:8-20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayidibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt; (Lukas 2:12)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://christianselfstudy.com/moodle/pluginfile.php/58/mod_page/content/2/shepherd%20in%20the%20fields.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://christianselfstudy.com/moodle/pluginfile.php/58/mod_page/content/2/shepherd%20in%20the%20fields.jpg" width="307" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;Seorang sutradara filmpendek dari Jakarta memperoleh penghargaan dari sebuah festival film di Eropa.Panitia mengundangnya, namun hanya akan menanggung akomodasinya selama ia disana. Ia harus membiayai sendiri perjalanannya. Karena tidak berhasilmendapatkan dukungan sponsor, terpaksa ia batal pergi. Penghargaan diserahkantanpa kehadirannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;Ya, ada undangan yangmalah membuat kita termangu karena tidak mampu memenuhinya. Sangat berbedadengan undangan Yesus Kristus. Bayangkan seandainya malaikat berkata: “Daninilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kainlenan halus dan terbaring di kamar anak raja di istana.” Tentulah para gembalaakan menggelengkan kepala. “Ini bukan undangan untuk kita. Bagaimana kita bisake sana? Baru mau masuk ke gerbang istana saja pasti sudah diusir. Memangnyasiapa kita ini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;Syukurlah, malaikatmenggunakan kata sandi lampin dan palungan. Wajah para gembala itu tentuterangkat sumringah. “Ah, Dia sama dengan kita. Kita bisa datang menjenguk-Nya.Yuk, kita pergi ke sana.” Dan, begitulah, mereka menjadi orang-orang pertamayang berkesempatan menyambut kedatangan Mesias.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;Yesus Kristus masihmengedarkan undangan kain lampin sampai saat ini. Dia membuka pintuselebar-lebarnya. Tidak ada tembok penghalang. Tidak ada &lt;i&gt;dress code&lt;/i&gt; yang membatasi. Bagaimanapun keadaan kita, di mana punkita berada, kita bisa datang kepada-Nya dengan keseluruhan diri kita. Apaadanya. Tanpa embel-embel. Tanpa riasan. Dia pasti menyambut kita dengan tanganterbuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;Yesusmenjelma menjadi Anak Manusia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;agar kitadapat mendatangi dan mengenal-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-6558723742493841751?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/6558723742493841751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/undangan-kain-lampin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6558723742493841751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6558723742493841751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/undangan-kain-lampin.html' title='Undangan Kain Lampin'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-201590208941045235</id><published>2011-12-24T08:14:00.002+07:00</published><updated>2011-12-24T08:14:58.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kedatangan-Nya</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 21.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Allah Mahakuasa, melayang &lt;br /&gt;Dengan jubah megah kemuliaan &lt;br /&gt;Membias menjadi cahaya; dan suatu hari &lt;br /&gt;Ia turun, menanggalkan segalanya sepanjang jalan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 170.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;--George Herbert&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Apakah yang terlintas dalambenak Anda bila mendengar kata "&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;"?Pohon terang dengan lampu pijar kelap-kelip? Kesibukan memilih, membagikan, dankemudian juga menerima kartu dan kado-kado? Gereja yang mendadak dibanjiri umat-- setelah pada hari-hari Minggu biasa cenderung sunyi tenang? Pesta -- darisyukuran sederhana hingga gala dinner di hotel bintang &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;? Atau, alunan lagu-lagu yang serasabegitu pas dengan derai hujan bulan Desember? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Natal, tak terelakkan, telahmenjadi suatu komoditas tahunan. Natal lalu lebih identik dengan kegemerlapan.Lebih jauh, kita jadi kehilangan jejak, kita jadi canggung untuk merangkum intipesan dari peristiwa ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Kalau kita memperhatikandengan saksama fakta &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;yang dipaparkan dalam Injil, kita akan menemukan situasi dan kondisi yang samasekali berbeda. Skenario drama-drama &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;yang kerap dipentaskan akan kita jumpai terlalu disederhanakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WJx6sWZFUDw/TvUnSNA9izI/AAAAAAAAAYc/UvXPkcEQ2fA/s1600/05christ.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="512" src="http://1.bp.blogspot.com/-WJx6sWZFUDw/TvUnSNA9izI/AAAAAAAAAYc/UvXPkcEQ2fA/s640/05christ.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Catatan Injil di seputarkelahiran Yesus menampilkan kecemasan, aib, ketakutan, penderitaan, kepapaan,desas-desus skandal bahkan intrik politik dan kekerasan serta banjir darah.Jalinan skenarionya benar-benar tak terduga bagi kita yang telah terbiasamengemas &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;sebagai sebuah perayaan yang manis dan khidmat pada akhir tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Bayangkan misalnya, apakiranya yang berkecamuk dalam diri gadis Yahudi itu -- seorang gadis baik-baikdan saleh -- yang mendadak menemukan dirinya mengandung tanpa berhubungandengan seorang laki-laki. Dan Maria, nama gadis itu, hidup di tengah masyarakatdengan norma susila yang ketat. Bagaimana ia menghadapi tatapan matabertanya-tanya dari tetangganya sewaktu mereka mulai melihat perubahan bentukbadannya? Untung saja ia tidak dilempari batu oleh para penganut hukum Tauratitu! Tunangannya sendiri, Yusuf, sempat berniat menceraikannya secara diam-diamkalau saja malaikat Tuhan tidak menampakkan diri dalam mimpinya dan meluruskankecurigaannya akan pengkhianatan Maria. Di tengah kecamuk ini, Maria tampilsebagai pribadi pertama yang menerima kedatangan Yesus secara apa adanya:"Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmuitu." (Seandainya peristiwa ini terjadi pada zaman sekarang, kemungkinanbesar Maria dianjurkan untuk mengaborsi kandungannya!) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Desas-desus skandal ini,bagaimanapun, tampaknya masih mengejar mereka sampai menjelang kelahiran Yesus.Mengapa seorang wanita yang tengah hamil tua harus melintasi daerah perbukitandari Nazaret ke Betlehem, menahan rasa sakit bersalin di atas punggung seekorkeledai? Padahal, untuk mengikuti sensus itu sebenarnya cukup diwakili olehkepala keluarga saja. Rupanya Yusuf tidak ingin membiarkan Maria melahirkan ditengah orang-orang yang mempertanyakan kehamilannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Pasangan muda itu puntersaruk-saruk di Betlehem yang tengah dipadati pendatang. Betlehem hanyalah &lt;st1:city w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; kecil, tidak banyak penginapan di &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Paling-paling yang ada adalah tempatpenampungan kereta-kereta kuda. Diperkirakan, pada waktu sensus untukpemberlakuan pajak itu, para pendatang terpaksa tidur berhamparan dijalan-jalan. Dan bagi Yusuf dan Maria, Alkitab mencatat, "tidak ada tempatbagi mereka di rumah penginapan." Pernahkah Anda bepergian ke suatu &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, tanpa mengenalseorang pun di tempat tujuan Anda? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Dan mereka pun terdampar disebuah kandang. Kandang di Timur Tengah pada masa itu biasanya ditempatkan jauhdari lokasi pemukimam penduduk karena merupakan tempat yang sangat jorok olehtimbunan kotoran dan air kencing hewan bercampur dengan sampah. Bukan sebuahtempat yang steril untuk kelahiran orok yang masih merah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Cara seperti itulah yangdipilih oleh Sang Pencipta Alam Semesta untuk memasuki panggung kehidupan bumiini - bukan dengan membelah langit diiringi pasukan malaikat surgawi dandisongsong karnaval semarak benda-benda angkasa. &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Tidak&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state w:st="on"&gt;Ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;hadir sebagai bayi merah yang bergantung sepenuhnya pada perawatan suami-isterimuda yang masih canggung itu, dan golongan yang pertama menyambut-Nya hanyalahpara gembala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Seandainya media &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; telah berkembangsaat itu, tentulah peristiwa kelahiran ini tidak akan muncul dalam headline.Sebuah peristiwa yang tampaknya tidak berarti, berlangsung di tempat yangterpencil - siapa akan menyangka bahwa suatu saat ini peristiwa ini menjadititik pembagi sejarah menjadi Sebelum Masehi dan Sesudah Masehi? *** (Sebagianbesar bahan dari buku Philip Yancey, &lt;i&gt;BukanYesus yang Saya Kenal&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-201590208941045235?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/201590208941045235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kedatangan-nya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/201590208941045235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/201590208941045235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kedatangan-nya.html' title='Kedatangan-Nya'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WJx6sWZFUDw/TvUnSNA9izI/AAAAAAAAAYc/UvXPkcEQ2fA/s72-c/05christ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-5868928627824862757</id><published>2011-12-23T09:53:00.003+07:00</published><updated>2011-12-23T09:53:47.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><title type='text'>11 Kutipan Inspiratif Seputar Natal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-NkqzHzuSQcE/TvPsWEk5JxI/AAAAAAAAAYQ/Ap6J9bfYB8s/s1600/slide_201302_546406_huge.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="290" src="http://3.bp.blogspot.com/-NkqzHzuSQcE/TvPsWEk5JxI/AAAAAAAAAYQ/Ap6J9bfYB8s/s400/slide_201302_546406_huge.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;KisahMaria... menunjukkan kepada kita bahwa kalau Kitab Suci tidak kadang-kadangseperti suatu pedang yang menembus jiwa kita, berarti kita belummemperhatikannya secara cermat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Kathleen Norris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kadoterindah yang bisa diletakkan di seputar pohon &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adalah kehadiran sebuah keluarga yangbahagia, yang berangkulan dan mengasihi satu sama lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Burton&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;Hillis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;HariNatal adalah hari yang penuh dengan kasih dan sukacita. Kiranya Allahmenjadikan Anda berlimpah-limpah dalam kedua hal tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Phillips Brooks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Nataladalah sebuah jembatan. Kita memerlukan jembatan saat sungai waktu mengalirdengan deras. Natal hari ini semestinya menciptakan masa-masa bahagia pada hariesok dan menghidupkan kembali masa-masa bahagia dari masa lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Gladys Tabor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Natalakan menjadi sepenuh-penuhnya &lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt; kalau kitamerayakannya dengan memancarkan cahaya kasih kepada orang-orang yang palingmemerlukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Ruth Carter Stapleton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Natalbukanlah sekadar suatu hari, suatu peristiwa yang dirayakan dan kemudian dengansegera dilupakan. Natal adalah semangat yang semestinya mewarnai setiap bagiandari kehidupan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ William Parks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Natalmengayunkan tongkat ajaib atas dunia ini, dan lihatlah, segala sesuatu menjadilebih lembut dan lebih elok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Norman Vincent Peale&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Allah,yang tidak mengenal sebelum dan sesudah, memasuki ruang dan waktu. Allah yangtidak mengenal batas, secara mengejutkan masuk ke dalam kulit bayi yang amatterbatas. Sang Mahakuasa menyusut menjadi manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Philip Yancey&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tidakada yang lebih menyedihkan di dunia ini daripada terbangun pada pagi hari &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan tidak menjadiseorang anak kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Erma Bombeck&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seandainyatidak ada para gembala, tidak akan ada penyambutan. Dan seandainya tidak adasekelompok pengamat bintang, tidak akan ada persembahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Max Lucado&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-5868928627824862757?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/5868928627824862757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/11-kutipan-inspiratif-seputar-natal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5868928627824862757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5868928627824862757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/11-kutipan-inspiratif-seputar-natal.html' title='11 Kutipan Inspiratif Seputar Natal'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-NkqzHzuSQcE/TvPsWEk5JxI/AAAAAAAAAYQ/Ap6J9bfYB8s/s72-c/slide_201302_546406_huge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-3511669826284853859</id><published>2011-12-22T07:07:00.001+07:00</published><updated>2011-12-22T07:07:24.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><title type='text'>11 Fakta Unik Seputar Perayaan Natal</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Lagu Natal &lt;i&gt;Malam Kudus&lt;/i&gt;pertama kali dinyanyikan dengan iringan gitar dalam sebuah kebaktian gereja diAustria. Gitar digunakan karena organ gereja setempat sudah sangat berkaratsehingga tidak dapat dimainkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Lampu listrik sebagai hiasanpohon Natal pertama kali digunakan pada 1895. Ide ini dicetuskan oleh seorangAmerika, Ralph E. Morris. Lampu baru ini terbukti lebih aman daripada lilinyang biasa dipakai sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Di Amerika Utara, anak-anakbiasa memasang kaus kaki pada saat Natal. Adapun anak-anak Belandamenggunakanya sepatu; biasanya sepatu kayu yang disebut &lt;i&gt;sabot&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Di Armenia, makanan khaspada Malam Natal terdiri atas ikan goreng, selada dan bayam. Hidangan inidinikmati setelah kebaktian Malam Natal untuk mengenang makan malam yangdilakukan Maria pada malam menjelang kelahiran Kristus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Saat mengunjungi Finlandia,Sinterklas meninggalkan kereta luncurnya dan menunggangi seekor kambing bernamaUkko. Menurut cerita rakyat setempat, Ukko terbuat dari jerami, namun toh cukupkuat untuk ditunggangi Sinterklas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d1/Nativity_tree.jpg/300px-Nativity_tree.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d1/Nativity_tree.jpg/300px-Nativity_tree.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Di Amerika Serikat ada duakota yang dinamai Santa Claus. Yang satu berada di negara bagian Indiana; yangsatu lagi di Idaho.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;7.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Lagu &lt;i&gt;Jingle Bells&lt;/i&gt;ditulis pertama kali sebenarnya untuk merayakan Hari Ucapan Syukur. Lagu itudigubah pada 1857 oleh James Pierpoint, dan semula berjudul &lt;i&gt;One Horse OpenSleigh&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;8.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mantan Presiden AmerikaSerikat, Bill Clinton, alergi terhadap pohon Natal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;9.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Perangko pertama yangditerbitkan secara khusus untuk menyambut Natal bergambar bunga mawar. Perangkoitu dijual pada 1937 di Austria, di mana bunga mawar kertas merupakan hiasankhas pada hari Natal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;10.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pada 1647, parlemen Inggrismenetapkan undang-undang yang melarang perayaan Natal. Pesta Natal dianggap ilegaloleh pemimpin golongan Puritan, Oliver Cromwell, yang memandang keramaian dankegembiraan pada hari yang semestinya kudus dan khidmat itu sebagai tindakanasusila. Larangan ini berakhir pada saat Cromwell lengser pada 1660.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;11.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bayi di palungan dan berbagaihiasan yang menggambarkan peristiwa kelahiran Kristus di Betlehem sudah dipakaidalam kebaktian gereja sejak abad-abad pertama. Gambar Kelahiran Kristustertua, berasal dari sekitar 380 Masehi, berupa hiasan dinding di ruangpemakaman keluarga Kristen di Katakombe St. Sebastian, Roma, ditemukan pada1877.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-3511669826284853859?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/3511669826284853859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/11-fakta-unik-seputar-perayaan-natal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3511669826284853859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3511669826284853859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/11-fakta-unik-seputar-perayaan-natal.html' title='11 Fakta Unik Seputar Perayaan Natal'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-6161620569254849601</id><published>2011-12-21T07:04:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T07:04:19.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Dia Memberikan Diri-Nya Sendiri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OAXyOKw67fM/TnWgkdwNNnI/AAAAAAAAAXs/ZnW300TTzsc/s1600/nativity.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-OAXyOKw67fM/TnWgkdwNNnI/AAAAAAAAAXs/ZnW300TTzsc/s1600/nativity.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;KetikaRatu Elizabeth II mengunjungi AS, ia membawa empat ribu pon barang, termasukdua pakaian untuk tiap acara, pakaian berkabung siapa tahu ada yang meninggal,23 liter plasma, dan tempat duduk toilet putih dari kulit anak kambing. Ia jugamembawa penata rambut sendiri, dua pelayan pria, dan sejumlah pegawai lain.Kunjungan singkat seorang ratu ke negara asing bisa dengan mudah menghabiskandua puluh juta dolar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;SangPencipta Alam Semesta tidak memasuki panggung kehidupan bumi ini dengan caraseperti itu. Dia tidak datang dengan membelah langit diiringi pasukan malaikatsurgawi dan disongsong karnaval semarak benda-benda angkasa. Tidak, Dia hadirsebagai bayi merah yang bergantung sepenuhnya pada perawatan suami-isteri mudayang masih canggung, dan golongan yang pertama menyambut-Nya hanyalah paragembala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dan,jangan lupa, Dia tidak lahir di istana, melainkan di sebuah kandang. Kandang diTimur Tengah pada masa itu biasanya ditempatkan jauh dari lokasi pemukimampenduduk karena merupakan tempat yang sangat jorok oleh timbunan kotoran danair kencing hewan bercampur dengan sampah. Bukan sebuah tempat yang steriluntuk kelahiran orok yang masih merah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Apayang hendak dikatakan Tuhan dengan cara kedatangan-Nya yang seperti itu? Diadatang untuk turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Dia datang untuk menjadiImmanuel, “Allah bersama kita”. Dia datang dengan kepedulian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Agamaatau aliran kepercayaan kerap menggambarkan dirinya sebagai ziarah pencerahan,perjalanan mencari Yang Ilahi. Dalam Kekristenan yang otentik, justru YangIlahi-lah yang terlebih dulu datang mencari kita, untuk mempedulikan danmenyelamatkan kita. Sebelum timbul kerinduan kita untuk mencari Tuhan,anugerah-Nya telah terlebih dahulu mencari kita. Dia tidak lagi mengutusmalaikat atau nabi, namun Dia sendiri yang menjelma menjadi manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dahulu kala di Persiamemerintahlah seorang raja yang baik dan bijaksana. Ia mengasihi rakyatnya. Iaingin mengetahui bagaimana kehidupan mereka. Ia ingin mengetahui kesukaranhidup yang mereka hadapi. Sering ia mengenakan pakaian seorang buruh atauseorang pengemis, dan berkunjung ke rumah orang-orang miskin. Tidak seorang pundi antara orang-orang yang dikunjunginya itu yang menyangka bahwa ia adalahraja mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Suatu ketika ia mengunjungiorang yang sangat miskin, yang tinggal di sebuah gudang bawah tanah. Ia ikutmemakan makanan mentah yang biasa dimakan orang miskin itu. Ia menghibur orangmiskin itu dengan perkataan yang lemah-lembut dan menyenangkan. Kemudian iapergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ketika ia kembali mengunjungiorang miskin itu, ia memberitahukan identitas dirinya yang sebenarnya, “Akulahrajamu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Betapa terkejutnya orangmiskin itu! Raja itu mengira bahwa orang miskin itu akan meminta beberapahadiah atau kemurahan, namun ternyata tidak. Orang itu justru mengatakan,“Paduka meninggalkan istana dan kemuliaan Paduka untuk mengunjungi hamba ditempat yang gelap dan suram ini. Paduka memakan makanan mentah yang hambamakan. Paduka membangkitkan sukacita di dalam hati hamba! Kepada orang lainPaduka memberikan hadiah-hadiah yang mahal. Kepada hamba Paduka telahmemberikan diri Paduka sendiri!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dalam Natal, Raja Kemuliaan,Tuhan Yesus, memberikan diri-Nya sendiri kepada Anda dan saya! Itulahkepedulian teragung yang pernah dinyatakan kepada umat manusia. ***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-6161620569254849601?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/6161620569254849601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/dia-memberikan-diri-nya-sendiri.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6161620569254849601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6161620569254849601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/dia-memberikan-diri-nya-sendiri.html' title='Dia Memberikan Diri-Nya Sendiri'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-OAXyOKw67fM/TnWgkdwNNnI/AAAAAAAAAXs/ZnW300TTzsc/s72-c/nativity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-1886606441928797060</id><published>2011-12-20T10:09:00.001+07:00</published><updated>2011-12-20T10:09:14.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><title type='text'>10 Kutipan Inspiratif Seputar Natal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZTHUlCu3wKg/Tu_8PG8TZMI/AAAAAAAAAYA/CQdeWgDyxy0/s1600/jesus_birth_1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZTHUlCu3wKg/Tu_8PG8TZMI/AAAAAAAAAYA/CQdeWgDyxy0/s1600/jesus_birth_1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Inkarnasi adalah tempat...pengharapan bertarung dengan ketakutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Kathleen Norris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Anak Allah menjadi manusiauntuk memampukan umat manusia menjadi anak-anak Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ C.S. Lewis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kelahirandari seorang perawan tidak pernah menjadi batu sandungan besar dalam pergumulansaya menganut Kekristenan; hal itu tidak ada apa-apanya bila dibandingkandengan kesediaan Penguasa segala ciptaan untuk merunduk sedemikian rendah danmenjadi salah satu dari kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Madeleine L'Engle&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Seluruh konsep tentang Allah yang mengambil rupa seorang manusia sungguh tidakmasuk akal bagi saya. Penyebabnya, saya menyadarinya pada suatu hari yangindah, karena hal itu begitu sederhana. Bagi kita, orang-orang yang memilikitubuh, perkara-perkara yang penting seperti kasih harus diwujudkan. Allah harusdiwujudkan karena kalau tidak, dalam trilyunan tahun pun kita tidak akan memahamiapa itu kasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Jane Vonnegut Yarmolinsky&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span class="artemph"&gt;Allah tidak mengutus Kristus kepada kita; Allahdatang kepada kita di dalam Kristus&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ &lt;span class="artsource"&gt;Don S. Skinner&lt;/span&gt;&lt;span class="artsource"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span class="artemph"&gt;Firman Allah, Yesus Kristus, berdasarkan kasih-Nyayang besar bagi umat manusia, menjadi seperti kita untuk memungkinkan kitamenjadi seperti diri-Nya sendiri&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ &lt;span class="artsource"&gt;Irenaeus&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Siapakahyang mulai mencetuskan kabar burung bahwa seseorang memerlukan banyak uanguntuk memperingati, untuk merayakan, untuk bersukacita atas kelahiran Dia yangmemilih untuk menjadi miskin bagi kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Seorang pekerja sosial di kalangan pendudukmiskin Meksiko&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada gunanya mengatakan bahwa kita lahir 2.000 tahun terlalu lambat untukmenyediakan kamar bagi Kristus…. Kristus selalu bersama dengan kita, selalumeminta kamar di dalam hati kita…. Dan memberikan tumpangan atau makanan kepadasetiap orang yang memintanya, atau memerlukannya, sama dengan memberikannyakepada Kristus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Dorothy Day&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kalaukita tidak menjadikan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;sebagai kesempatan untuk berbagi berkat, seluruh salju di Alaska pun tidak akanmenjadikan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;itu “putih”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ Bing Crosby&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Yangterutama, &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Natal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;berarti semangat cinta kasih, waktu ketika kasih Allah dan kasih akan sesamamenang atas segala kebencian dan kepahitan, waktu ketika pikiran dan perbuatankita serta semangat hidup kita memancarkan hadirat Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;~ George F. McDougall&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-1886606441928797060?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/1886606441928797060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/10-kutipan-inspiratif-seputar-natal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1886606441928797060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1886606441928797060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/10-kutipan-inspiratif-seputar-natal.html' title='10 Kutipan Inspiratif Seputar Natal'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZTHUlCu3wKg/Tu_8PG8TZMI/AAAAAAAAAYA/CQdeWgDyxy0/s72-c/jesus_birth_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-6301476835800411258</id><published>2011-12-19T07:28:00.001+07:00</published><updated>2011-12-19T08:49:17.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><title type='text'>7 Humor Natal yang Bikin Terpingkal-pingkal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.gagcartoons.com/cartoons/0281.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="278" src="http://www.gagcartoons.com/cartoons/0281.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Mobil Natal&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Seorangkakek memesan mobil mainan sebagai hadiah Natal bagi cucu kesayangannya. Mainanitu ternyata dikirim masih dalam keadaan terpisah, terdiri dari tidak kurangdari 210 keping. Menurut buku petunjuk, mainan itu dapat disusun dengan mudahdalam waktu sekitar satu jam. Nyatanya, si kakek memerlukan tidak kurang daridua hari untuk menyelesaikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Akhirnya,setelah mobil mainan itu tersusun dengan baik, ia menulis cek, merobeknyamenjadi 210 potongan kecil, dan mengirimkannya ke toko mainan tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Kapak dan Pohon Natal&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Seorang anak laki-laki kembali meminta ayahnya untuk membelikan pohonNatal. Setiap tahun anak itu selalu meminta, namun ayahnya selalu menjawab,“Papa tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli pohon Natal.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kali ini anak itu terus merengek. Karena tidak tahan mendengar rengekananaknya, ia pun pergi ke luar dengan membawa sebilah kapak besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Tiga puluh menit kemudian ia kembali dengan membawa sebuah pohon Natalyang sangat besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;“Bagaimana Papa bisa menebangnya cepat sekali?” tanya anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;“Papa tidakmenebangnya,” jawab ayahnya. “Papa mendapatkannya di tempat penjualan pohonNatal.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;“Lalu,mengapa Papa membawa kapak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Karena Papa tidak maumengeluarkan uang.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;CincinNatal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria membelikan istrinya cincin permata yang sangat indah untuk hadiahNatal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Setelahmendengar tentang hadiah yang sangat hebat ini, seorang temannya berkata, “Lho,bukannya dia menginginkan sedan sportif model terbaru itu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;“Memang,”jawab pria itu. “Namun, di mana kau bisa membeli sedan palsu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Tidak Ada Malaikat&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Seorangbocah berumur empat tahun tinggal di rumah neneknya beberapa hari sebelumNatal. Sang nenek membacakannya kisah Natal dan menyatakan betapa bahagia semuaorang sewaktu Yesus lahir, sampai-sampai malaikat pun menampakkan diri untukmengabarkan peristiwa itu kepada semua orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Nenekitu lalu mencoba membandingkannya dengan betapa bahagianya mereka semua ketikabeberapa minggu sebelumnya adik bocah itu lahir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;“Yah,”sahut bocah itu. “Sayangnya nggak ada malaikat di kota ini!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Bukan Boneka&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Seorangnenek mengajak cucunya yang masih berumur tiga tahun melihat pertunjukan dramaNatal. Saat kelahiran Yesus diperagakan di atas panggung, ternyata di palunganditidurkan seorang bayi, bukannya boneka seperti biasanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Bocahitu dengan penuh semangat menarik-narik lengan baju neneknya, dan berkata,“Nek, Nenek, Yesusnya sungguhan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Jam Tangan dan Parfum&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Seoranggadis kecil sangat bangga akan hadiah Natal yang diterimanya, yaitu jam tangandan parfum. Untuk pertama kalinya dia mengenakan kedua hal itu. Karena itu, iapun memastikan agar semua orang mengetahuinya. Ia mendatangi semua kerabatnyadan menempelkan jam tangannya di telinga mereka serta memaksa mereka membauiaroma parfumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;PakPendeta singgah untuk makan siang. Sebelum ia datang, ibu gadis itumengingatkan, “Kalau kau menyebut-nyebut jam tangan atau parfum itu sekali sajalagi, Ibu akan mengurungmu di kamar seharian.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Acaramakan siang berlangsung dengan baik, dan si gadis kecil tampaknya berhasilmengendalikan lidahnya. Namun, menjelang hidangan pencuci mulut disajikan,rupanya ia sudah tak tahan untuk memberi tahu pendeta itu tentang jam tangandan parfumnya. Ia pun berkata, “Pak Pendeta, kalau Bapak mendengar sesuatu ataumembaui sesuatu… itu saya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;i&gt;Booking&lt;/i&gt; Dulu&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Drama Natal berlangsungsesuai dengan rencana. Tampak pemeran Yusuf dan Maria pergi dari rumah kerumah, mengetuk pintu dan bertanya, adakah tempat menginap bagi mereka.Berulang-ulang mereka mendapatkan jawaban tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Tiba-tiba dari arah belakangterdengar seruan, “Kalian seharusnya &lt;i&gt;booking&lt;/i&gt; dulu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;* &lt;i&gt;Anda juga punya humor Natal? Silakan berbagi di kotak komentar.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-6301476835800411258?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/6301476835800411258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/7-humor-natal-yang-bikin-terpingkal.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6301476835800411258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6301476835800411258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/7-humor-natal-yang-bikin-terpingkal.html' title='7 Humor Natal yang Bikin Terpingkal-pingkal'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-424702183007232741</id><published>2011-12-18T05:01:00.005+07:00</published><updated>2011-12-18T06:10:09.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Kapankah Yesus Lahir?</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SnOfRTk-HdI/Tu0RAWodQpI/AAAAAAAAAXw/jQgrEeflSEo/s1600/adoration+of+the+shepherds+james+tissot.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-SnOfRTk-HdI/Tu0RAWodQpI/AAAAAAAAAXw/jQgrEeflSEo/s1600/adoration+of+the+shepherds+james+tissot.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Adoration of the Shepherds, James Tissot&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i style="font-family: inherit;"&gt;Ketikamereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkanseorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampindan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjagakawanan ternak mereka pada waktu malam.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lukas 2:6-8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sejarah tidak mencatattanggal persis kelahiran Yesus. Tanggal 25 Desember dipilih sebagai hari lahir“resmi” Yesus karena berbarengan dengan perayaan Hanukah (tanggal 25 Kislew),yang merupakan perayaan terang, dan juga bersamaan dengan berbagai perayaanterang yang diadakan untuk menangkis kegelapan musim dingin di belahan bumibagian utara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Fakta akan adanya kawanan dombadi perbukitan Betlehem (ay. 8) menandakan bahwa Yesus sebenarnya lahirkira-kira pada hari Paskah. Domba-domba itu biasanya disediakan sebagai dombakurban untuk perayaan Paskah di Yerusalem. Juga dikatakan, tidak ada tempatbagi keluarga kudus di “penginapan” (ay. 7).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;(&lt;i&gt;Catatan:&lt;/i&gt; “Penginapan” yang penuh sehingga tidak ada lagi tempat untuk Maria danYusuf bukanlah sebuah &lt;i&gt;khan&lt;/i&gt;. Kata bahasa Yunaninya adalah &lt;i&gt;kataluma&lt;/i&gt;,yang berarti “tempat bernaung sementara”. Orang Roma biasa mendirikan tendabesar untuk tempat bernaung bila akomodasi tidak memadai untuk menampung orang.Tenda itu didirikan di sekitar Yerusalem antara lain pada masa Paskah. &lt;i&gt;Kataluma&lt;/i&gt;adalah tempat yang gaduh, hewan dan manusia bercampur baur, dan kadang-kadangdisediakan perapian untuk memasak. Tidak ada penjaga penginapan di sana. Karenatidak ada tempat bagi mereka, kemungkinan Yesus lahir di tempat terbuka atau didalam gua gembala. Ada sebuah gua yang dianggap sebagai tempat kelahiran Yesusdan gua itu sekarang berada di bawah Gereja Nativity di Betlehem.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Karena Allah mengutusAnak-Nya "setelah genap waktunya" (Gal. 4:4), dan seluruhkehidupan-Nya sangat dekat dengan gambaran seekor domba, sebagian orangpercaya, hari Paskah adalah waktu kelahiran Yesus yang paling tepat. ***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-424702183007232741?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/424702183007232741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kapankah-yesus-lahir.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/424702183007232741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/424702183007232741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kapankah-yesus-lahir.html' title='Kapankah Yesus Lahir?'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-SnOfRTk-HdI/Tu0RAWodQpI/AAAAAAAAAXw/jQgrEeflSEo/s72-c/adoration+of+the+shepherds+james+tissot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-2769128542451502328</id><published>2011-12-17T09:38:00.000+07:00</published><updated>2011-12-17T09:38:05.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Catatan Akhir Musim</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TnuOTuONpVo/Tuv_p4mc0aI/AAAAAAAAAXo/RjTMUWt5rGg/s1600/week4-large.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="482" src="http://2.bp.blogspot.com/-TnuOTuONpVo/Tuv_p4mc0aI/AAAAAAAAAXo/RjTMUWt5rGg/s640/week4-large.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;engkau mengejutkanku:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;waktu mendesak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;daun-daun gugur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;penanggalan coklat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;kitalah orang pertama bercinta di bulan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;pasang naik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;pekik camar berbantahan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;di daging darah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;kubawa kabar dari gunung:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;selendang lurik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;telah tergadai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;bersama sunyi pasar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;kita catat saja. yang kausingkapkan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;yang kusembunyikan. yang kauselubungi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;yang kuungkapkan. jawaban&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dan rahasia. renungan dan tanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;mencoba memaknai kartu pos elektronik:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;“Ini pemandangan dari jendela kamarku. &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Provo&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state w:st="on"&gt;Utah&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;wajahmu tiada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;seperti ambang hutan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;tak lagi dihampiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;engkau merajuk:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;titik-titik hujan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;mengebulkan debu sisa kemarau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;anjing-anjing bertikaian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;di sumsum tulang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;kekosongan perlu dinamai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;kegelapan perlu dikerangkai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;bola-bola cahaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;berpijar dari desaku ke kotamu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dari tebing-tebing pantai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;ke lekuk-lekuk lembah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;aku tak bisa melanjutkan. giliranmulah bercerita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;aku akan mendengar. bertuturlah. ataukah kita terjebak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dalam labirin tanpa titimangsa, seperti busana Drupadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;yang terus terburai?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;: para pemain melempar dadunya di jantung masing-masing&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;kita bertangisan atas lapar kita:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;“Ini sekeping roti,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;untuk 5.000 putra-putrimu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tapi, bukankah kau ingin bicara?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bertuturlah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;aku mendengarkan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;jejak-jejak penjara, tiang-tiap pasar,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;kayu-kayu dermaga, burung hantu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dan jerit-jerit mimpimu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;menepiskan perjalanan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kau ingin aku melupakannya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;musim-musim telah amat dermawan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dengan aroma bunga-bunga,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dengung kumbang dan kepak kupu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kuharap engkau membingkainya dalam kotak kaca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;biarlah kita kembali kanak-kanak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;bergandengan tangan dan belari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;telanjang kaki di atas rumputan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dan embun basah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;segera menguap oleh terik matahari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;sedang kita kembali menghampiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;ladang dan hutan-hutan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;tempat bercengkerama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;mendengarkan sunyi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;“Apabila engkau terus bernyanyi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;akankah pelayaran kita usai?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Yogya, 2004&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-2769128542451502328?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/2769128542451502328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/catatan-akhir-musim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2769128542451502328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2769128542451502328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/catatan-akhir-musim.html' title='Catatan Akhir Musim'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TnuOTuONpVo/Tuv_p4mc0aI/AAAAAAAAAXo/RjTMUWt5rGg/s72-c/week4-large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-3051322556790766684</id><published>2011-12-16T17:27:00.000+07:00</published><updated>2011-12-18T06:10:25.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Tak Mungkin Dicuri</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Bacaan Alkitab: Matius 6:19-24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Tetapikumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngengat dan karat tidakmerusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.&lt;/i&gt; (Matius 6:20)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/8/87/How_the_Grinch_Stole_Christmas_cover.png/200px-How_the_Grinch_Stole_Christmas_cover.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/8/87/How_the_Grinch_Stole_Christmas_cover.png/200px-How_the_Grinch_Stole_Christmas_cover.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Grinch adalahmakhluk nakal dalam cerita anak-anak &lt;i&gt;How the Grinch Stole Christmas &lt;/i&gt;karanganpenulis Amerika, Dr. Seuss. Grinch begitu jahat, sehingga ia tidak mauorang-orang lain merayakan Natal. Pada malam Natal, ia mencuri semua hadiah,hiasan dan makanan yang sudah disiapkan untuk hari raya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Namun, pada pagihari Natal ia mendengar setiap orang menyanyi dan bergembira, seakan tak pedulidengan kerugian yang mereka alami. Ia pun menyadari bahwa semangat Natal ituada di dalam diri setiap orang, dan ia tidak mungkin mencurinya. Grinch punmenjadi makhluk yang lebih bahagia dan bijaksana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dalam perayaanNatal, tidak jarang kita terjebak dalam gebyar kemeriahan yang lahiriah danmaterialistis. Kita merasa kurang afdol kalau merayakan Natal tanpa busanaanyar atau hidangan istimewa. Alih-alih mengembangkan kedermawanan, kita justrumenjadi konsumtif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Padahal, justruhal-hal semacam itulah yang dengan gampang dicuri oleh Grinch. Bila perhatiankita lebih terfokus pada pernik-pernik yang sekunder, kita akan gampangkehilangan sukacita dan damai sejahtera.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Saat ini, marikita renungkan, apakah kita setia mengumpulkan harta terpendam yang tidakmungkin dicuri? Apakah kita memiliki harta rohani yang membuat kita tetapbersukacita sekalipun keadaan di sekeliling kita mungkin tidak menyenangkan?Harta itu hanya dapat kita temukan di dalam Imanuel, Allah yang menyertai kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 12.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-para-margin-bottom: 1.0gd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kekayaan surgawi justru akan makin melimpah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;ketika dibagikan dan didermakan kepada sesama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-3051322556790766684?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/3051322556790766684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tak-mungkin-dicuri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3051322556790766684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3051322556790766684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tak-mungkin-dicuri.html' title='Tak Mungkin Dicuri'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-6628966083935616498</id><published>2011-12-15T10:45:00.000+07:00</published><updated>2011-12-15T10:45:15.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Berebut Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Bacaan: Matius 20:20-28&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Nats: &lt;i&gt;... sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang&lt;/i&gt; (Matius 20:28)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Perilaku anak-anak kerap membuat kita geli dan gemas. Kita memaklumi tingkah mereka sebab mereka memang tengah dalam tahap pertumbuhan dan pencarian jati diri. Akan tetapi, apabila perilaku itu terus terbawa sampai orang itu dewasa, itu bisa membuat muak. Kita menyebutnya kekanak-kanakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Sikap kekanak-kanakan itulah yang diperlihatkan oleh para murid ketika mempertengkarkan siapa yang lebih besar, siapa yang paling pantas memimpin, di antara mereka. Mereka ingin berada di posisi kepemimpinan, suatu posisi yang menuntut kedewasaan, tetapi mereka memandang kepemimpinan sebagai dunia yang berpusat pada aku, diriku, dan milikku. Kepemimpinan disambut sebagai wahana untuk memuaskan kepentingan dan ambisi pribadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Tuhan Yesus mengoreksi pandangan tersebut. Dia mengajukan cara pandang yang menjungkirbalikkan perspektif para murid. Kepemimpinan sejati tidak berfokus pada diri sendiri, tetapi pada kesejahteraan orang lain. Bekal utamanya ialah kerendahan hati dan kesediaan untuk melayani sesama. Seorang pemimpin akan rela menyingkirkan kepentingan pribadinya demi memberikan sumbangsih yang bermakna bagi orang banyak. Kepemimpinan, dalam pandangan Yesus, bukan terutama mengacu pada kedudukan, melainkan pada sikap dan motivasi hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Bagaimana kecenderungan kita? Mengejar posisi atau mengutamakan kesediaan untuk melayani sesama? Mengincar keuntungan pribadi atau sungguh-sungguh rindu untuk memberkati orang lain, kalau perlu dengan mengorbankan kepentingan diri? Bersediakah kita merendahkan diri sebagai pelayan?&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;KEPEMIMPINAN ADALAH PANGGILAN YANG LUHUR DAN TINGGI&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;SEHINGGA UNTUK MERAIHNYA KITA HARUS MERENDAHKAN DIRI&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-6628966083935616498?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/6628966083935616498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/berebut-kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6628966083935616498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6628966083935616498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/berebut-kepemimpinan.html' title='Berebut Kepemimpinan'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-2640689074751584716</id><published>2011-12-14T08:50:00.002+07:00</published><updated>2011-12-14T08:50:49.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Mengatur Konsumsi Media</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://togetpregnant.info/wp-content/plugins/wp-o-matic/cache/fc7e6_media-violence.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://togetpregnant.info/wp-content/plugins/wp-o-matic/cache/fc7e6_media-violence.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="FI" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="FI" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="FI" style="line-height: 150%;"&gt;Diet ternyata tak cuma berurusandengan makanan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="line-height: 150%;"&gt;Konsumsi media pun perlu diatur. Lebih dini, lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IT" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; MenurutSalman Faridi, koordinator Aksi Hari Tanpa Televisi 2009 di Yogyakarta, waktuyang dihabiskan anak-anak untuk menonton televisi mencapai 1.500 jam per tahun(kira-kira 4 jam per hari). Padahal, waktu belajar mereka hanya sekitar 750 jamper tahun. Hanya separuhnya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IT" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Itubaru menonton televisi. Teresa Orange dan Louise O’Flynn dalam &lt;i&gt;The Media Diet fo Kids &lt;/i&gt;memaparkan datakonsumsi layar kaca yang mencakup juga menonton video, main &lt;i&gt;game&lt;/i&gt;, dan berselancar di internet.Menurut data 2004, anak-anak usia 11-15 tahun 53 jam seminggu di depan layarkaca---lebih dari 7 jam per hari!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IT" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Artinya,konsumsi layar kaca mereka bukan lagi dalam taraf yang sehat, melainkan sudahmengarah pada kecanduan. Di sinilah pentingnya orangtua menerapkan diet mediabagi keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IT" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menerapkandiet berarti menyeimbangkan konsumsi media dalam kehidupan keluarga. Orangtuaperlu tega menjauhkan anak dari layar kaca. Agar pendekatan ini efektif, orangtuamesti menyiapkan aktivitas pengganti yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Membatasi Media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Jangan biarkan teve terusmenyala. Ruang keluarga rumah Anda bukan ruang tunggu apotek 24 jam. Begitujuga dengan &lt;i&gt;game&lt;/i&gt; komputer, &lt;i&gt;play station&lt;/i&gt;, atau koneksi internet.Buatlah jadwal harian, kapan saja anak-anak boleh menyalakan layar kaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebihbaik, konsumsi media elektronik tidak dijadikan rutinitas, melainkan ”hadiah”.Setelah anak menyelesaikan PR, mengerjakan tugas rumah atau aktivitas tertentu,barulah mereka bisa sejenak nonton film atau bermain &lt;i&gt;game&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selainpembatasan waktu, pemilahan program juga perlu. Pantaulah acara teve yangditonton, &lt;i&gt;game&lt;/i&gt; yang dimainkan, dansitus internet yang dijelajahi. Jauhkan program yang berbau kekerasan dan seks.Sedapat mungkin dampingilah mereka, dan ajaklah mereka mendiskusikan tayanganmedia tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangantempatkan teve di kamar anak (juga di kamar Anda). Komputer yang terhubungdengan internet sebaiknya juga dipasang di ruang keluarga untuk memudahkanpemantauan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Aktivitas Pengganti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Hanya membatasi tanpa menyediakanaktivitas pengganti tentulah tidak efektif. Aktivitas pengganti diperlukan agarkehidupan anak menjadi seimbang, tidak melulu terserap di depan layar kaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pembatasan waktukonsumsi media menyediakan ruang untuk mengisi jadwal dengan aktivitas yangberkualitas. Orange dan O’Flynn menyarankan enam aktivitas berikut ini:mengobrol, membaca, mengembangkan bakat dan kreativitas, berolahraga, membantudi rumah, dan bermain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Masa kanak-kanakadalah masa terbaik untuk meletakkan landasan bagi pengembangan daya kognitif,afektif, dan psikomotorik mereka. Anak-anak juga sangat memerlukan aktivitasyang menuntut mereka untuk banyak bergerak, yang sangat bagus bagi perkembangandan kebugaran fisik mereka. Aktivitas yang beragam dan seimbang akanmengembangkan masing-masing ranah tersebut secara optimal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Anak-anak membantu kalau diminta, tapi biasanyamereka bermain-main saja: itulah kewajiban anak-anak yang paling utama,” kataPaulo Coelho. Jangan biarkan anak-anak yang seharusnya bertumbuh gesit dankreatif menjadi si bocah pasif yang tersihir oleh gemerlap layar kaca. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-2640689074751584716?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/2640689074751584716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/mengatur-konsumsi-media.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2640689074751584716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2640689074751584716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/mengatur-konsumsi-media.html' title='Mengatur Konsumsi Media'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-5462213898726767891</id><published>2011-12-10T11:28:00.001+07:00</published><updated>2011-12-18T06:13:57.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Tidak Mempermalukan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Bacaan: Matius 1:18-25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Nats: &lt;i&gt;Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.&lt;/i&gt; (Matius 1:19)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pernikahan Anda dengan tunangan Anda sudah dekat. Anda berdua saling mencintai dan menjaga diri sampai pernikahan terjalin secara sah. Namun, tiba-tiba tunangan Anda mengaku hamil ... dan bukan karena Anda. Itulah tamparan yang dialami Yusuf. Berdasar apa yang diketahuinya, ia berhak mempersoalkan ketidaksetiaan itu sampai masyarakat mengetahuinya. Namun, ia memilih tidak mempermalukan Maria. Ia mengambil jalan sulit: hendak menceraikannya diam-diam agar gadis itu tak menanggung aib. Sikap itu juga memperlihatkan bahwa ia rela dianggap turut bersalah dalam perkara itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kita tak tahu persis apa yang bergejolak di hati Yusuf. Kita maklum jika darahnya mendidih mendengar pengakuan Maria. Namun, setelah amarahnya surut, mungkin ia tercenung, sadar bahwa tak seorang pun bebas dari kesalahan. Mungkin ia terkenang riwayat leluhurnya yang tak luput dari berbagai peristiwa memalukan (Matius 1:1-17). Atau, mungkin terlintas dalam hatinya, perkataan yang kelak diucapkan Anak dalam kandungan itu: "Siapa saja di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu" (Yohanes 8:7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Matius mencatat Yusuf sebagai orang yang tulus hati. Dalam terjemahan lain: orang mursyid; orang benar; orang saleh. Ia benar, justru karena tidak membenarkan diri dan mempertahankan haknya. Ia benar, dan karenanya menunjukkan belas kasihan. Alih-alih mempermalukan, ia mengejar pemulihan. Dalam kasus Maria, "pelanggaran" yang terjadi bukanlah kesalahannya. Namun, andaikata kita diperhadapkan pada orang lain yang melakukan pelanggaran, siapakah di antara kita yang bersedia mengikuti jejak Yusuf?--ARS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;ORANG BENAR BAHKAN BERSEDIA "MENYERAP" KESALAHAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;UNTUK MEMULIHKAN SI PELAKU PELANGGARAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-5462213898726767891?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/5462213898726767891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tidak-mempermalukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5462213898726767891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5462213898726767891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tidak-mempermalukan.html' title='Tidak Mempermalukan'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-3033487188539259326</id><published>2011-12-09T12:48:00.001+07:00</published><updated>2011-12-09T15:48:22.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepenulisan'/><title type='text'>Kosa Kata, Kalimat, dan Alinea</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dbt1uafRVqw/TuGh6oVBeGI/AAAAAAAAAXY/pyt6tkfpVCs/s1600/Information-is-Beautiful--001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://2.bp.blogspot.com/-dbt1uafRVqw/TuGh6oVBeGI/AAAAAAAAAXY/pyt6tkfpVCs/s640/Information-is-Beautiful--001.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Aku membolak-balik kalimat. Itulahhidupku. Aku menulis sebuah kalimat dan kemudian kubolak-balik kalimat itu.Lalu aku memandanginya dan aku membolak-baliknya lagi. Kemudian aku makansiang. Lalu kembali masuk dan menulis satu kalimat lagi. Kemudian aku minum tehdan membolak-balik kalimat baru itu. Lalu aku membaca kedua kalimat itu danmembolak-balik keduanya. Lalu aku berbaring di sofa dan berpikir. Kemudian akubangun dan membuang kedua kalimat itu dan mulai lagi dari awal.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;---Philip Roth&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Menulis itu seperti membangun gedung. Atau, seperti meracikmakanan. Ada bahan-bahan yang akan digarap dan diolah menjadi bangunan ataumakanan. Ada pula perkakas untuk menggarap dan mengolahnya. Menulis pun begitu.Ada bahan-bahan yang bila diolah secara tepat dengan perkakas tertentu akanmenghasilkan tulisan. Kemampuan menggunakan perkakas inilah yang membedakanhasil karya yang hebat dan hasil karya yang biasa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Tulisan ini akan menguraikanperkakas menulis. Apa saja yang diperlukan? Seorang penulis menggunakan kata,kalimat, dan alinea untuk menyusun sebuah artikel atau cerita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kekayaan Kosa Kata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Tugas seorang penulis ia mengomunikasikan ide-ide kepadapembaca dengan sedikit mungkin kesalahan arti. Ia menggunakan kata-kata untukmenyatakan pemikiran, memaparkan fakta, menggambarkan suatu keadaan, menggugahperasaan. Kata-kata menjadi alat penyalur gagasannya. Karena itu, semakinbanyak kata yang dikuasai seorang penulis, semakin banyak pula ide atau gagasanyang dikuasainya dan yang sanggup diungkapkannya. Perkakas pertama seorangpenulis, dengan demikian, adalah kekayaan kosa kata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Seseorang menguasai suatu kata bila ia bukan hanya mengetahui kata itu, tetapijuga memahami gagasan di baliknya. Orang bisa mengetahui sebuah kata, tetapitidak memahami gagasan di baliknya. Misalnya, saya tahu kata &lt;i&gt;kardigan&lt;/i&gt;,tetapi saya tidak tahu artinya. Maka, kemungkinan besar saya tidak akanmenggunakan kata itu di dalam tulisan saya. Sebaliknya, ada orang yang tahu suatugagasan, tetapi tidak tahu kata untuk menggambarkan gagasan itu. Misalnya, sayaingin menggambarkan seorang perempuan yang mengenakan pakaian dengan lehermelingkar berlipat-lipat, tetapi saya tidak tahu istilah untuk menyebut pakaiansemacam itu. Hasilnya, kemampuan saya untuk menggambarkan perempuan itu menjaditerbatas. Paling-paling saya hanya akan menulis, “Widya mengenakan pakaianberwarna hijau.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untuk mengembangkan penguasaan kosa kata, kita dapat melakukan dua hal berikutini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Memperkaya kosa kata.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Setiap kali berbicara dengan orang lain, membaca, menontontelevisi, atau mendengarkan radio, perhatikanlah setiap kata baru yang muncul.Kita dapat mencatatnya di buku atau berkas di komputer, lalu melihat artinya dikamus (kamus online bahasa Indonesia: http://bahtera.org/kateglo/). Setelahmengetahui artinya, cobalah membuat kalimat dengan menggunakan kata itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berlatih menggunakan kata secara tepat&lt;/i&gt;. &lt;/b&gt;Seiring denganbertambahnya perbendaharaan kata Anda, perhatikan kata-kata yang mirip atauberpadanan. Kenali penggunaan masing-masing kata secara tepat. Misalnya, kapanmemilih &lt;i&gt;meneliti&lt;/i&gt; dan bukan &lt;i&gt;mengamati&lt;/i&gt;? Kapan menulis &lt;i&gt;wafat&lt;/i&gt;,dan kapan mengatakan &lt;i&gt;meninggal&lt;/i&gt;? Kapan lebih baik mengatakan &lt;i&gt;bunga&lt;/i&gt;,dan kapan sebaiknya menyebutnya &lt;i&gt;mawar&lt;/i&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Perhatikan contoh-contoh di bawah ini:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Mana istilah yang paling mengena?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Penjaga toko itu &lt;b&gt;gadis-gadis&lt;/b&gt; cantik.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Penjaga toko itu &lt;b&gt;dara-dara&lt;/b&gt; cantik.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Penjaga toko itu &lt;b&gt;perawan-perawan&lt;/b&gt; cantik.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Mana pilihan kata(-kata) yang lebih “bertenaga”?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Masa depan bangsa &lt;b&gt;bergantung&lt;/b&gt; pada pemuda-pemudanya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;atau: &lt;i&gt;Masa depan bangsa &lt;b&gt;terletakdi tangan&lt;/b&gt; pemuda-pemudanya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Dalam benaknya tiba-tiba &lt;b&gt;muncul&lt;/b&gt;suatu gagasan baru.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;atau: &lt;i&gt;Dalam benaknya tiba-tiba &lt;b&gt;terasa&lt;/b&gt;suatu gagasan baru.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ketepatan penggunaan kata ini juga diarahkan sesuai dengan sasaran pembaca kita(kelompok umur, latar pendidikan, dsb). Ide-ide kita akan tersampaikan secarajelas bila diungkapkan dengan kata-kata yang dikenal dan dipahami pembaca.Seandainya kita menggunakan kata baru atau asing, berikan penjelasan artinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Tips&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Seorang penulis berlatih menggunakan kata-kata secara tepatdengan menulis sesuatu setiap hari dan meneliti secara cermat tiap kata yangtelah ditulisnya dan bertanya:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Apakah kata ini menyatakan secara tepat apa yang ingin sayakatakan?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Adakah kata lain yang dapat menyatakan ide ini secara lebihjelas, mengungkapkan fakta secara lebih akurat?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Apakah saya telah menggunakan kata ini sesuai dengan artipada masa kini?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Seorang penulis dapat melangkah lebih jauh dan memperhatikansebuah karangan secara keseluruhan, kemudian bertanya:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Apakah saya terlampau banyak memakai kata yang sama?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kata mana yang harus diubah untuk lebih menyemarakkantulisanku?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Apakah kata-kataku hidup? Adakah kesan gerak ditimbulkannya?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kata-kata mana yang terlampau umum untuk menyampaikansesuatu yang khusus kepada pembaca?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kalimat Efektif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Konsep kalimat efektif dikenal dalam hubungan fungsi kalimatsebagai alat komunikasi. Dalam hubungan ini, setiap kalimat terlibat dalamproses penyampaian dan penerimaan. Kalimat dikatakan efektif bila mampu membuatproses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung sempurna. Kalimat efektifmampu membuat isi atau maksud yang disampaikannnya itu tergambar lengkap dalampikiran si penerima (pembaca), persis seperti apa yang disampaikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Struktur Kalimat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Unsur pertama keefektifan kalimat ialah keteraturan strukturatau polanya. Struktur dasar sebuah kalimat terdiri atas dua bagian. Bagianpertama merupakan sesuatu yang dibicarakan di dalam kalimat itu. Bagian keduamerupakan unsur yang fungsinya menjelaskan apa atau bagaimana unsur yangdibicarakan tadi. Dalam tata bahasa, kedua unsur itu dikenal sebagai subyek (S)dan predikat (P).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berdasarkan strukturnya, ada tiga jenis kalimat:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kalimat Sederhana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;S + P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kalimat Luas&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;S1 + P1 + S2 + P2 dst.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kalimat Gabung&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;S + P1 + P2 + P3 dst.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;atau: S1 + S2 + S3 dst. + P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bila salah satu unsur dalam struktur itu hilang, kalimat menjadi tidak jelas danrancu. Perhatikanlah contoh di bawah ini. Lengkapkah kalimat-kalimat itu? Kalauya, tunjukkan subyek dan predikatnya! Kalau tidak, ubahlah agar menjadi kalimatyang lengkap!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Ingatannya melayang kepada kejadian siang tadi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Pemberitaan kebenaran ini oleh sekelompok minoritas yangditindas telah mengubah jalannya sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Berita tentang peristiwa penculikan itu cepat sekalitersebar ke mana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Protes masyarakat terhadap para pengedar/yang memperjualbelikan benda-benda haram agar dihukum seberat-beratnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Yesus menangis.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;f.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Dengan kolam berbentuk oval, di sekitarnya dikelilingi olehtanaman serta kursi kayu yang didesain bergelombang (tidak datar).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;g.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Rencana itu kabarnya akan diselesaikan dalam tempo sepuluhtahun.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;h.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Objek wisata yang ada di daerah-daerah itu yang merupakanmodal dasar atau barang dagangan yang harus kita kelola dan kita pasarkandengan tujuan mendatangkan devisa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sebaliknya, bila unsur-unsur kalimat sudah lengkap, sependek atau sepanjang apapun rangkaiannya, kalimat itu akan jelas artinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kalimat yang sudah lengkap jugamudah divariasikan urutannya. Pengubahan posisi subyek, predikat, kata sifat,dan sebagainya sering dapat lebih menghidupkan kalimat dan menunjukkan unsurmana yang hendak kita tekankan. Contoh:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Ketika angin berubah arah, semua perahu bergegas menuju lautlepas.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Semua perahu bergegas menuju laut lepas ketika angin berubaharah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Semua perahu menuju laut lepas dengan bergegas ketika anginberubah arah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Alinea&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;yang Mengalir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Alinea adalah sekumpulan kalimat yang saling berhubungan,mengungkapkan suatu kesatuan pemikiran. Ia merupakan himpunan darikalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuahgagasan. Dalam alinea itu gagasan tadi menjadi jelas oleh uraian-uraiantambahan, yang maksudnya tidak lain untuk menampilkan pokok pikiran tadi secaralebih jelas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sebuah alinea selalu dimulai dalam garis baru sehingga terpisah dari alineasebelum atau sesudahnya. Sebuah alinea menandakan munculnya suatu ide baru,namun tetap mempunyai hubungan dengan ide dalam alinea lainnya. Sebuah alineadisebut baik apabila pembacanya semakin tertarik dari satu alinea ke alineaberikutnya. Alinea yang baik membaca pembacanya mengalir dari satu ide ke ideberikutnya yang runtut dan saling menguatkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Variasi Kalimat dalam Alinea&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Alinea tersusun dari kalimat-kalimat. Untuk membentukparagraf yang memikat, kita dapat memvariasikan kalimat-kalimat yangmenyusunnya. Variasi itu dapat dilakukan dengan sejumlah cara. Secara khususkita akan membahas variasi panjang-pendek kalimat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Sebuah kalimat yang ideal hanyamengungkapkan satu pemikiran. Kalimat menjadi sulit dibaca dan dimengerti bilamengandung terlampau banyak kata atau bila mengungkapkan lebih dari satu ide.Akan tetapi, kalau alinea kita semua kalimatnya hampir sama panjangnya, tulisanitu akan monoton. Kita perlu memvariasikan alinea dengan mendayagunakan kalimatpendek dan kalimat panjang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kalimat pendek dan kalimat panjangmemiliki nilainya masing-masing. Kerja sama kedua jenis kalimat ini dalamalinea dapat menghalau kejemuan, keletihan, dan membuat tulisan kita lebihhidup dan bertenaga. Kalimat pendek bisa kita manfaatkan untuk, misalnya,menyatakan penegasan dan kepastian. Kalimat panjang kemudian digunakan untukmemaparkan uraian, ulasan, analisis, detail, alasan tertentu, atau data yangberkaitan dengan penegasan tadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Variasi pendek-panjang kalimatsecara serasi menjadikan tulisan lebih mudah dipahami dan mengesankan.Keragaman panjang kalimat akan membantu usaha memikat perhatian pembaca. Sebuahpenelitian mengungkapkan bahwa panjang rata-rata kalimat di lima majalahAmerika yang populer adalah 18 kata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Bandingkan kedua rangkaian kalimatberikut ini, mana yang lebih memikat?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: 221.4pt;" valign="top" width="295"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Membiasakan punya buku harian itu  baik sekali. Kita dapat mengisikannya secara teratur. Butir-butir pengalaman  kita masukkan ke dalamnya. Suatu ketika semuanya itu akan banyak faedahnya.  Di sana kita akan dapat mencermini kembali jiwa kita. Dengan itu, kita akan  lebih mengenal diri sendiri. Kita akan tahu siapa kita sesungguhnya. Dengan  demikian pekerti kita akan lebih terkontrol. Sedikit demi sedikit tentu bisa  diperbaiki. Mana-mana yang terasa kurang kita coba mengisinya. Yang telanjur  dapat kita ubah pada masa mendatang. Semua itu dapat terbaca dalam sebuah  buku harian. Tidak ada cara lain yang lebih baik dari itu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: 221.4pt;" valign="top" width="295"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Membiasakan punya buku harian itu  baik sekali. Kita dapat mengisinya secara teratur dengan memasukkan  butir-butir pengalaman hidup kita. Suatu ketika semuanya itu akan banyak  faedahnya. Di sana kita dapat kembali mencermini jiwa kita untuk lebih  mengenal diri sendiri, sehingga kita tahu siapa kita sesungguhnya. Dengan  demikian pekerti kita akan lebih terkontrol. Sedikit demi sedikit kita dapat  memperbaikinya, mengisi mana-mana yang kurang, serta mengubah mana-mana yang  sudah telanjur kita perbuat. Semua itu dapat terbaca di dalam sebuah buku  harian yang selalu kita isi dengan setia. Tidak ada cara lain yang lebih baik  dari itu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Selain variasi panjang-pendek kalimat, kita dapat mencoba berbagai cara lain.Misalnya, memvariasikan struktur kalimat, yaitu memadukan bentuk aktif danbentuk pasif. Kita juga bisa memvariasikan jenis kalimat, seperti menyisipkankalimat tanya, kalimat seru, atau kalimat langsung.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kata, kalimat, dan alinea---itulah perkakas dasar seorangpenulis untuk mewujudkan ide-idenya menjadi sebuah tulisan. Semakin sering kitaberlatih, semakin terampil kita mendayagunakan perkakas tersebut, semakinefektif pula tulisan-tulisan kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Kunci untuk menguasi perkakas menulis itu hanya satu:latihan. Seperti dikatakan Kuntowijoyo, ”Bagi penulis cerpen langkah pertamaialah menulis, langkah kedua ialah menulis, langkah ketiga ialah menulis.”Ucapan itu bukan hanya berlaku bagi penulis cerpen, tetapi bagi setiap penulisyang bersungguh-sungguh. ***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Horne, Marion van. &lt;i&gt;Menjadi Penulis: Membina Jemaat yangMenulis.&lt;/i&gt; Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007 (edisi revisi).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Keraf, Gorys. &lt;i&gt;Diksi dan Gaya Bahasa&lt;/i&gt;. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama, 2000.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Keraf, Gorys. &lt;i&gt;Komposisi&lt;/i&gt;. Ende: Nusa Indah, 1997.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Razak, Abdul. &lt;i&gt;Kalimat Efektif&lt;/i&gt;. Jakarta: GramediaPustaka Utama, 1992.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-3033487188539259326?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/3033487188539259326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kosa-kata-kalimat-dan-alinea.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3033487188539259326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3033487188539259326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kosa-kata-kalimat-dan-alinea.html' title='Kosa Kata, Kalimat, dan Alinea'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dbt1uafRVqw/TuGh6oVBeGI/AAAAAAAAAXY/pyt6tkfpVCs/s72-c/Information-is-Beautiful--001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-8598381091754357962</id><published>2011-12-08T18:04:00.001+07:00</published><updated>2011-12-10T08:07:40.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Jangan Menjual Motor Rusak</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-yjkle9KVkAs/TuKwu9c_KUI/AAAAAAAAAXg/B-wBRakNU2g/s1600/crypton.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-yjkle9KVkAs/TuKwu9c_KUI/AAAAAAAAAXg/B-wBRakNU2g/s1600/crypton.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Enggak jadi dijual motornya,Pak?” tanya montir seusai mengerjakan servis motorku.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Enggak, Mas,” jawabku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Rupanya ia masih ingat rencanakuakan menjual motor itu beberapa waktu lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sudah lebih dari lima belas tahunmotor ini menemaniku. Sejak aku masih lajang sampai sekarang beranak dua. Menelusurijalan-jalan dan lorong-lorong kota Jogja. Siang, malam. Hujan, panas. Seingatkuia pernah dua kali tabrakan, tapi dua-duanya ketika bukan aku yang mengendarainya.Kadang juga bocor ban atau kehabisan bensin di tengah jalan atau macet karenabusinya kotor. Selebihnya hubungan kami manis dan harmonis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimanapun, lama kelamaan iamakin ringkih. Bantalan joknya mengeras meski sudah dua kali kuganti. Sudahtidak nyaman untuk berboncengan berempat, apalagi saat anak-anak bukan balitalagi. Ada rencana hendak menjualnya, untuk modal beli yang baru, paling tidakyang lebih kokoh. Rencana tinggal rencana karena rezeki belum kunjung mampir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Tidak usah dijual saja, Pak.Dipakai sampai rusak,” kata montir itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Aku meneleng tertarik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Saya juga ada satu motor bekasdi rumah,” lanjutnya. “Sudah rusak. Saya biarkan saja. Untuk menghormati.Hitung-hitung ‘kan sudah berjasa juga.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Apa? Montir ini menghargai jasamotornya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Menarik juga, pikirku. Sayangnya,aku bukan perawat motor yang baik.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tetapi kemudian pikirankumelintas ke arah lain: Bagaimana dengan—merawat hubungan? Apakah aku cukupmenghormati orang yang menyertaiku dalam suka dan duka? Ataukah akumemperlakukannya serupa dengan barang: manis saat masih berguna, dan siap-siapmenyingkirkannya ketika hubungan itu berbalik jadi merepotkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Langit mendung, tetapi tampaknyatidak akan segera turun hujan. Motorku menderu dalam keramaian lalu lintaspetang.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-8598381091754357962?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/8598381091754357962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/enggak-jadi-dijual-motornyapak-tanya.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8598381091754357962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8598381091754357962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/enggak-jadi-dijual-motornyapak-tanya.html' title='Jangan Menjual Motor Rusak'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yjkle9KVkAs/TuKwu9c_KUI/AAAAAAAAAXg/B-wBRakNU2g/s72-c/crypton.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-7197146533139654643</id><published>2011-12-06T07:31:00.001+07:00</published><updated>2011-12-18T06:14:21.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah Natal ala Sri Sultan Hamengku Buwono IX</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8cjYS9GJ000/TPPQzTm3uXI/AAAAAAAAABs/9Q467_tgdzE/s1600/SULTAN+2.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8cjYS9GJ000/TPPQzTm3uXI/AAAAAAAAABs/9Q467_tgdzE/s1600/SULTAN+2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Dalam buku &lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: 15px;"&gt;Tahta untuk Rakyat&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;, biografi dan bungarampai tulisan tentang Sri Sultan Hamengku Buwono IX, S.K. Trimurti menuliskankesan-kesan "wong cilik" tentang "rajanya". Salah satuperistiwa yang dikisahkannya adalah sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;Seorang simbok bakul beras dari daerah Kaliurangsedang menunggu kendaraan di tepi jalan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;Darikejauhan dilihatnya sebuah kendaraan jip meluncur ke selatan. Wanita inimemberhentikan jip tersebut karena hendak menumpang ke pasar Kranggan. Diamemang biasa nunut-nunut kendaraan yang datang dari utara menuju ke selatan,dan pulangnya juga nunut kendaraan dari arah sebaliknya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;Ongkosnya pun sudah diketahui,berapa rupiah rata-rata untuk satu kali menumpang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Jip itu berhenti di depan simbok bakul itu.Seperti biasanya, ia menyuruh sopir kendaraan itu mengangkat bawaannya, berasentah berapa karung, untuk dinaikkan ke dalam jip. Sopir itu pun mengikutiperintahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;Setiba di depan pasar Kranggan sopir itu turun danmenurunkan karung-karung beras yang ada di dalam jip. Setelah selesai, simbokbakul itu dengan sikap tegak lurus memberikan uang upah sebagal imbalan kepadasopir. Tetapi, dengan sikap sopan sang sopir tidak mau menerima uang tersebutdan mengembalikannya kepada simbok bakul itu. Simbok itu marah-marah karenamengira ia menuntut upah lebih banyak lagi. Di tengah kemarahannya iamengatakan, mengapa sopir yang satu ini tidak mau diberi uang sekian, padahalbiasanya sopir-sopir yang lain menerima. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;Tanpa berkata apa-apa, sopir tersebut menjalankanjipnya dan terus melaju ke arah selatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;Setelah jip itu lenyap, seorang polisi yangkebetulan berada di sana menghampiri simbok bakul itu dan bertanya,"Apakah mbakyu tahu, siapa sopir tadi?" Masih dalam nada marah,simbok itu menjawab, "Sopir ya sopir. Habis perkara! Saya tidak perlu tahunamanya. Memang sopir yang satu ini agak aneh." &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11pt; text-indent: 48px;"&gt;Polisi itu berkata lagi,"Kalau mbakyu belum tahu, akan saya kasih tahu. Sopir tadi adalah SriSultan Hamengku Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini." Seketika itu jugasimbok bakul tadi jatuh pingsan, terjerembab ke tanah. Dia sangat menyesaliperbuatannya yang sangat kurang ajar terhadap rajanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Kisah-kisahbermotif "raja menyamar sebagai rakyat jelata" memang senantiasamenggetarkan keharuan kita. Rasanya ada suatu kerinduan yang kembali menganga,ada kelopak harapan yang kembali mekar. Jauh di dalam lubuk hati kita, tak ayalada kerinduan untuk menjangkau Seseorang "yang lebih tinggi", hasratuntuk berhubungan dan kalau mungkin berdekatan dengan-Nya, namun pada saat yangsama seolah-olah kita juga diingatkan, betapa jauhnya---dan mustahilnya untukditempuh---jarak kita "yang rendah" ini dengan Dia. Itulah sebabnyakita rindu. Itulah sebabnya kita takjub manakala "Yang Tinggi" ituberkenan melawat kita "yang rendah." Ya, betapa menggetarkan, ketikaDia bukan sekadar mencurahkan berkat dan kebaikan, namun Dia sendiri hadir danmenjadi dekat dengan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Itulahyang terjadi pada saat Natal. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: 15px; text-indent: 48px;"&gt;"KristusYesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allahitu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkandiri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama denganmanusia"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px; text-indent: 48px;"&gt; (Filipi 2:5-7). Dan, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: 15px; text-indent: 48px;"&gt;"AnakManusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikannyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px; text-indent: 48px;"&gt; (Matius 20:28). Diadatang untuk mendamaikan kita dengan Bapa, untuk memberi kita tempatbersama-sama dengan Dia di surga. Beranalogi dengan judul biografi Sri Sultantadi, Dia memberikan "tahta untuk rakyat". &lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: 15px; text-indent: 48px;"&gt;"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supayamenjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px; text-indent: 48px;"&gt;(Yohanes 1:12).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Dan Dia memanggil kita untuk mengikuti jejak yangtelah ditinggalkan-Nya. ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-7197146533139654643?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/7197146533139654643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kisah-natal-ala-sri-sultan-hamengku.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7197146533139654643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7197146533139654643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/kisah-natal-ala-sri-sultan-hamengku.html' title='Kisah Natal ala Sri Sultan Hamengku Buwono IX'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8cjYS9GJ000/TPPQzTm3uXI/AAAAAAAAABs/9Q467_tgdzE/s72-c/SULTAN+2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-3194077680467443299</id><published>2011-12-05T07:25:00.001+07:00</published><updated>2011-12-18T06:14:41.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>12 Film Hollywood Bersuasana Natal: Dari Makna Hidup Sampai Sinterklas Asli</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.filmreference.com/images/sjff_01_img0241.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.filmreference.com/images/sjff_01_img0241.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Setiap tahun Hollywood selalu saja merilisfilm-film Natal atau berlatar Natal. Namun, kalau Anda mengharapkan film-filmitu memaparkan atau mengacu pada kisah kelahiran Kristus, Anda hanya akankecewa. Hollywood lebih memilih kisah-kisah yang memiliki daya tarik"universal" (baca: lebih bisa diterima oleh berbagai kalangan).Alhasil, sosok yang diasosiasikan dengan Natal pun bukan lagi Bayi dariBethlehem, melainkan Sinterklas dari Kutub Utara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Toh,di tengah ilalang film-film Natal tanpa Kristus itu kita masih dapat menemukanbeberapa butir gandum yang berharga. Berikut ini 12 film Hollywood yang bisamenyemarakkan, dan semoga menambah nilai, perayaan Natal Anda. (Dinikmati diluar masa Natal pun tak masalah!)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;It's a Wonderful Life&lt;/b&gt; (Frank Capra, 1946). Sebuah film klasik, dan film Natalterbaik. Ini sekaligus film Natal paling religius meski tanpa referensispesifik terhadap Kekristenan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;GeorgeBailey terpaksa melupakan impian masa mudanya dan tetap tinggal di Bedford Falluntuk melanjutkan usahanya ayahnya, membangun rumah murah bagikeluarga-keluarga kurang mampu. Suatu saat menjelang Natal, perusahaannyaterancam bangkrut. Frustasi, ia nyaris memberi hadiah Natal yang muram bagikeluarganya: bunuh diri. Datanglah seorang malaikat membatalkan niatnya, danmemberinya sebuah kesempatan langka: Melihat keadaan kotanya seandainya iatidak pernah dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Georgepun tersadarkan bahwa kehidupannya ternyata telah menyentuh sekian banyakorang. Kesadaran akan makna hidup seperti ini tentunya tidak akan"bunyi" dalam dunia yang tidak mengakui keberadaan Sang Khalik, yangmenciptakan dan menetapkan tujuan hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;A Christmas Story&lt;/b&gt; (Bob Clark, 1983). Kata kunci film ini adalah: Nostalgia.Seorang anak kecil, Ralphie, sangat menginginkan pistol-pistolan Daisy RedRyder 200 untuk hadiah Natalnya. Kisah ini berlatar kehidupan di kota Indiana,AS, pada 1940-an. Kegigihan Ralphie – dengan cara-cara khas anak kecil – untukmendapatkan hadiah itu menimbulkan berbagai kejadian menggelikan. Dan sangayah, meski kelihatannya berjarak dan galak, nyatanya mengendus apa yang palingdiinginkan anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i style="text-indent: 48px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i style="text-indent: 48px;"&gt;AChristmas Story&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: 48px;"&gt; sangat populer di Amerika. Pada Natal2003, misalnya, saluran kabel TNT memutarnya tujuh kali berturut-turut daripukul 05.00! Menontonnya, Anda bisa membandingkannya dengan pernik-perniksuasana Natal tempo doeloe di tengah keluarga Anda sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Mickey's Christmas Carol&lt;/b&gt; (Burny Mattison, 1983). Animasi 25 menit ini menandaipenampilan kembali Mickey Mouse setelah "menghilang" selama 30 tahun.Ia menjadi Bob Cratchit dalam kisah yang diadaptasi dari novel Charles Dickens.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kisahagak muram ini menjadi riang saat dibawakan oleh tokoh-tokoh Disney. SelainMiki, ada Paman Gober sebagai Ebenezer Scrooge (nama Gober dalam bahasa Inggrisadalah Scrooge!), Gufi sebagai hantu Marley, Donal sebagai Fred, dst. Setelahmengalami pertemuan dengan tiga hantu Natal, Scrooge mengalami perubahan darikikir menjadi dermawan. Asyik untuk ditonton bersama anak-anak kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Miracle on 34th Street&lt;/b&gt; (Les Mayfield, 1994). Film ini adalah pembuatan ulang filmberjudul sama produksi 1947. &lt;i&gt;Miracle &lt;/i&gt;membelitkan dua pesan. Yang pertamaadalah anti-komersialisme. Kriss Kringle, Sinterklas di swalayan Cole, memilihmengutamakan kepentingan anak-anak ketimbang laba bagi perusahaan. Ia bersikapjujur pada mereka, sekalipun itu berarti menyuruh mereka membeli mainan di tokolain, yang menjualnya dengan harga lebih murah. Ternyata pendekatan ini justrumeningkatkan citra Cole di mata pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pesankedua adalah pertarungan antara iman dan skeptisme. Semula isu ini hanya tampildalam tataran pribadi, lewat sosok ibu tunggal yang membesarkan putrinya secara"lurus": tidak mempercayai mitos apa pun, termasuk Sinterklas. Isuini lalu diangkat ke tataran massal ketika pada babak ketiga plot menikungtajam dengan membawa Kriss Kringle ke pengadilan. Kriss, yang mengaku dirinyaSinterklas asli, harus membuktikan bahwa dirinya tidak gila. Sinterklas di siniadalah simbol fenomena supranatural seperti mukjizat dan bahkan – ya,keberadaan Tuhan. Ada hal-hal yang tidak bisa diterangkan dengan logika dinginpenalaran manusia, namun hanya bisa dipercayai dengan iman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Isuserupa juga muncul dalam film fiksi ilmiah &lt;i style="text-indent: 48px;"&gt;Contact&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt; (Robert Zemeckis,1997). Ellie Arroway, tokoh utamanya, mesti membuktikan telah melakukanperjalanan antargalaksi, namun tak seserpih pun tanda dapat ditunjukkannya. &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 48px;"&gt;Contact&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt;memilih pendekatan plot terbuka. Sebaliknya, &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 48px;"&gt;Miracle&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt;, meski dalambesutan komedi, melontarkan jawaban yang tegas dan telak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Menarik,terlebih kalau kita mengingat bahwa peristiwa Natal itu sendiri adalah sebuahMukjizat Agung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Selain film-film Natal seperti di atas,ada pula film-film yang menggunakan Natal sebagai latar, seperti &lt;b&gt;LethalWeapon &lt;/b&gt;(Richard Donner, 1987), &lt;b&gt;Die Hard&lt;/b&gt; (John McTiernan, 1988) dan &lt;b&gt;HomeAlone&lt;/b&gt; (Chris Columbus, 1990) serta sekuelnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dalambeberapa film, penggunaan latar Natal ini cukup signifikan. &lt;b style="text-indent: 48px;"&gt;Stalag 17&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt;(Billy Wilder, 1953) menuturkan upaya para tawanan perang untuk tetapmemelihara moril, digarap dengan sentuhan humor yang memikat. Perayaan Natalmenyimbolkan sukacita dan pengharapan yang menyembul di tengah kepengapan kamppenjara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dalam&lt;b style="text-indent: 48px;"&gt;Catch Me If You Can&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt; (Steven Spielberg, 2002), Natal melatari titik balikdalam diri Frank Abagnale Jr., si "anak hilang" yang menemukan figurayah dalam diri polisi yang mengejarnya.&lt;/span&gt;&lt;b style="text-indent: 48px;"&gt;Radio&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt; (Mike Tollin, 2003),sebuah film yang diangkat dari kisah nyata, juga menampilkan serangkaian adeganNatal menyentuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Vinyetketiga &lt;b style="text-indent: 48px;"&gt;Meet Me in St. Louis&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt; (Vincente Minnelli, 1944) secara khususmemotret suasana musim dingin, yang berpuncak pada perayaan Natal. Judy Garlandmenembangkan &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 48px;"&gt;Have Yourself a Merry Little Christmas&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt; di dekat jendela dan'Tootie' menumpahkan rasa frustasi atas keputusan sang ayah untuk pindah dariSt. Louis dengan menghantami patung-patung salju di halaman. Dan, siapa bisamelupakan Natal-Natal dalam &lt;/span&gt;&lt;b style="text-indent: 48px;"&gt;Little Women&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt; (Gillian Armstrong, 1994),khususnya saat Beth mendapatkan hadiah piano? ***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Alternatif:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-indent: 48px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Millions&lt;/b&gt; (Danny Boyle, 2004)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Children of Men&lt;/b&gt; (Alfonso Cuarón, 2006)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Polar Express&lt;/b&gt; (Robert Zemeckis, 2004)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;A Christmas Carol &lt;/b&gt;(Robert Zemeckis, 2009)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Elf&lt;/b&gt; (&lt;/span&gt;Jon Favreau, 2003)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan silakan tambahkan daftar Anda di bagian komentar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-3194077680467443299?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/3194077680467443299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/film-film-bersuasana-natal-dari-makna.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3194077680467443299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3194077680467443299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/film-film-bersuasana-natal-dari-makna.html' title='12 Film Hollywood Bersuasana Natal: Dari Makna Hidup Sampai Sinterklas Asli'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-8237545451773437799</id><published>2011-12-04T18:55:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T19:17:36.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga Jalan Hidup'/><title type='text'>Tiga Jalan Hidup: Tanggapan Kita (Bagian 6—Selesai)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-f0_qPhZRXdw/TarHzwLUQyI/AAAAAAAABEQ/0UOcUJUSDmo/s1600/the-prodigal-son.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="336" src="http://4.bp.blogspot.com/-f0_qPhZRXdw/TarHzwLUQyI/AAAAAAAABEQ/0UOcUJUSDmo/s400/the-prodigal-son.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Apakah Andasungguh-sungguh ingin diselamatkan dan diperdamaikan dengan Allah? Jika Andabelum yakin, ada baiknya Anda membaca ulang tulisan berseri ini dari awal dengansungguh-sungguh, dan meminta Allah menunjukkan kebenaran kepada Anda. Jika Allahsudah memperlihatkan kebutuhan Anda akan keselamatan, yang perlu Anda lakukanialah bertobat kepada Allah dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus (Kisah ParaRasul 20:21).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Bertobat mencakupperubahan pikiran dan perubahan arah hidup. Anda mengakui bahwa Anda berdosa,memberontak terhadap Allah yang mahakudus dan penuh kasih. Anda menyadarikebusukan dosa, dan memutuskan untuk meninggalkannya. Sekarang Anda mengarahkanhidup kepada Allah, dan hidup untuk menyenangkan hati Allah (Kisah Para Rasul26:20).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Apakah artinya berimankepada Tuhan Yesus Kristus? Pertama, menerima bahwa Yesus adalah Kristus, AnakAllah yang hidup (Matius 16:16) dan bahwa Kristus sudah mati bagi orang durhaka(Roma 5:6). Kedua, percaya bahwa kuasa dan kasih Kristus sanggup menyelamatkanAnda. Ketiga, memercayakan diri kepada Kristus, yakin bahwa oleh Dia sajalahAnda dibenarkan dan didamaikan dengan Allah. Anda tidak lagi mengandalkankekuatan dan perbuatan baik Anda sendiri. Anda tidak mengandalkan siapa punatau apa pun yang lain untuk menyelamatkan Anda. Anda hanya percaya padaKristus, yang sanggup “menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Diadatang kepada Allah” (Ibrani 7:25).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Jika Roh Kudusmenyadarkan Anda akan kebutuhan untuk diselamatkan, datanglah kepada Kristus. Andadapat melakukannya sekarang dengan berdoa—sebaiknya secara nyaring. Anda perlumengakui dosa dan ketidakmampuan untuk menyelamatkan diri sendiri. Selanjutnya,Anda meminta Kristus untuk menyelamatkan Anda, menjadikan Dia sebagai Tuhan danJuruselamat, yang memampukan Anda berpaling dari dosa dan hidup bagi Dia. FirmanTuhan berjanji, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalahTuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dariantara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Roma 9:10).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Pada saat Anda berimankepada Kristus, Anda mengalami perubahan menakjubkan yang mendatangkansukacita. Pertama, Anda mengalami &lt;i&gt;pembenaran&lt;/i&gt;.Allah memperhitungkan dan memperlakukan Anda seolah-olah Anda sepenuhnya benar,berdasarkan kebenaran yang telah dikaruniakan Kristus kepada Anda (Roma 3:24).Kedua, Anda mengalami &lt;i&gt;kelahiran kembali&lt;/i&gt;.Anda diciptakan kembali menjadi anak Allah (Yohanes 1:12). Hubungan Anda denganAllah dipulihkan untuk selama-lamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Apakah yang perlu Anda lakukanselanjutnya? Pertama, mulailah membaca Alkitab untuk menemukan janji-janji-Nyayang sangat berharga dan sangat besar, yang sanggup memerdekakan Anda (1 Petrus1:3-4). Kedua, bergabunglah dengan gereja yang memercayai Alkitab dan mulailahberibadah dan bertumbuh bersama saudara seiman yang menghargai Kristus lebihdari apa pun (Filipi 3:7). Sebagai anak Allah, tujuan hidup Anda ialah menjadiserupa dengan gambaran Anak-Nya (Roma 8:9). ***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: TimesNewRomanPSMT;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-8237545451773437799?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/8237545451773437799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tiga-jalan-hidup-tanggapan-kita-bagian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8237545451773437799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8237545451773437799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tiga-jalan-hidup-tanggapan-kita-bagian.html' title='Tiga Jalan Hidup: Tanggapan Kita (Bagian 6—Selesai)'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-f0_qPhZRXdw/TarHzwLUQyI/AAAAAAAABEQ/0UOcUJUSDmo/s72-c/the-prodigal-son.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-6818686357308104269</id><published>2011-12-03T17:25:00.001+07:00</published><updated>2011-12-03T17:29:24.259+07:00</updated><title type='text'>Tiga Jalan Hidup: Satu Jalan Penyelesaian Allah (Bagian 5 dari 6 Tulisan)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.examiner.com/images/blog/wysiwyg/image/JesusChrist(3).jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://www.examiner.com/images/blog/wysiwyg/image/JesusChrist(3).jpg" width="317" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Allah itu benar. Dia tidakmungkin berdusta. Dia tidak mungkin pula membatalkan begitu saja firman-Nyabahwa manusia pasti mati bila mereka memakan buah pohon pengetahuan tentangyang baik dan yang jahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Akan tetapi, Allah itu jugakasih. Dia tidak mungkin Dia membiarkan rupa dan gambar-Nya rusak begitu saja.Dia juga tidak mungkin membiarkan manusia ciptaan-Nya binasa—sekalipun ituakibat pelanggaran mereka sendiri. Selain itu, jika Allah tidak mampu mengatasimasalah kejatuhan manusia ke dalam dosa ini, berarti Dia bukan Allah yang Mahakuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Bagaimana Allahmenyediakan jalan penyelesaian untuk persoalan pelik ini? Allah membenci dosa,tetapi Dia mengasihi manusia yang berdosa. Lalu, bagaimana manusia yang berdosadapat diampuni, sedangkan hukum Allah menuntutnya menanggung kematian? Diamenjawabnya dengan sebuah kabar baik: “Karena begitu besar kasih Allah akandunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiaporang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”(Yohanes 3:16). Allah menyediakan jalan penyelesaian dengan mengutus YesusKristus, Anak-Nya yang tunggal, menjadi Juruselamat dunia (1 Yohanes 4:14).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Allah Anak menjelmamenjadi manusia sepenuhnya, tetapi Dia tetap Allah sepenuhnya. Menurut Alkitab,di dalam kemanusiaan Kristus berdiam seluruh kepenuhan Allah (Kolose 2:9). Diamenjadi Imam Besar bagi kita dengan turut merasakan kelemahan kita, menghadapisegala pencobaan seperti kita, tetapi Dia sama sekali tidak berdosa (Ibrani4:15). Dia tidak perlu menanggung hukuman dosa, tetapi Dia secara sukarela matiuntuk menebus dosa manusia: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagibanyak orang” (Matius 20:28).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-align: left; text-autospace: ideograph-numeric ideograph-other;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Dengan kematian-Nya di kayu salib, Yesus Kristus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;menanggung dosa kita(1 Petrus 2:24). Pada masa Perjanjian Lama, dengan kurban yang dipersembahkanmenurut Hukum Taurat, dosa sekadar “ditutupi”untuk sementara (lihat Ibrani 10:1-4).Dengan kematian Yesus Kristus, dosa benar-benar telah “dihapuskan” untuk selama-lamanya (Ibrani 9:26, 10:11-18).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-align: left; text-autospace: ideograph-numeric ideograph-other;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Dia juga membawa kitakepada Allah (1 Petrus 3:18), memperdamaikan kembali kita dengan Allah. Halutama yang merintangi hubungan manusia dengan Tuhan adalah dosa (Yesaya 59:2). Dengan dihapuskannyadosa oleh Yesus Kristus pada kayu salib, jalan manusia untuk menghampiri Allahpun terbuka kembali (Ibrani 10:19-21).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-align: left; text-autospace: ideograph-numeric ideograph-other;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Tiga hari sesudahkematian-Nya, Yesus Kristus dinyatakan sebagai Anak Allah melalui kebangkitan-Nyadari antara orang mati (Roma 1:4). Karena sekarang Dia hidup kekalselama-lamanya, Dia berkuasa menyelamatkan dengan sempurna semua orang yangdatang kepada-Nya (Ibrani 7:25).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Itulah jalan anugerah,jalan keluar yang Allah sediakan berdasarkan kasih-Nya untuk mengatasi kebuntuanjalan imoralitas dan jalan moralitas. Karena kita tidak mampu menyelamatkandiri sendiri, Dia menyediakan Juruselamat bagi kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Persoalannya sekarang,bagaimana kita dapat menerima anugerah tersebut? Bagaimana kita dapat menyambutKristus sebagai Juruselamat serta mengalami pengampunan dosa dan pendamaiandengan Allah? ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-6818686357308104269?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/6818686357308104269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tiga-jalan-hidup-satu-jalan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6818686357308104269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6818686357308104269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tiga-jalan-hidup-satu-jalan.html' title='Tiga Jalan Hidup: Satu Jalan Penyelesaian Allah (Bagian 5 dari 6 Tulisan)'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-7661553884902088211</id><published>2011-12-02T07:30:00.001+07:00</published><updated>2011-12-02T07:34:20.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga Jalan Hidup'/><title type='text'>Tiga Jalan Hidup: Dua Jalan Hidup Manusia (Bagian 4 dari 6 Tulisan)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.qualitywallpapers.eu/wallpapers/two_ways-800x600.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://www.qualitywallpapers.eu/wallpapers/two_ways-800x600.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Address" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Address" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 13px;"&gt;Manusia, pada dasarnya, religius. Melekat pada dirinya suatu kerinduanuntuk bersekutu dengan Khaliknya dan menikmati kehidupan yang harmonis denganDia. "Jauh di dalam lubuk hati manusia," kata A.W. Tozer, "adasuatu relung yang hanya patut ditempati oleh Allah." Persekutuan denganAllah ini vital bagi manusia karena "dalam Dia ada hidup" (Yohanes1:4) dan "di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada" (KisahPara Rasul 17:28).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Address" style="layout-grid-mode: char; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, kerinduan manusia akan Allah tetapberdenyut dalam seluruh keberadaan dirinya. &amp;nbsp;Akan tetapi, manusia telah mengalami kematianrohani dan kehilangan kemuliaan Allah. Ia kehilangan kapasitas untuk mendekatiAllah karena "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harusmenyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Yohanes 4:24). Dan, sepertidiamati oleh G.K. Chesterton, sewaktu orang berhenti percaya kepada Allah yangbenar, bukan berarti ia berhenti percaya. Sebaliknya, ia akan mulai mempercayaisegala sesuatu yang lain, kendatipun itu adalah kebodohan. Kepercayaan yangrusak ini secara garis besar terekspresi di dalam dua jalan hidup manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Pertama, jalan imoralitas. Manusiamengungkapkan pemberontakannya terhadap Allah dengan melakukan tindakkejahatan. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa di Taman Eden, salah satu akibatpertama yang terjadi ialah ia membenci sesamanya (Kejadian 3:12). Kemudian,keturunan Adam dan Hawa membunuh saudaranya sendiri (Kejadian 4:8).Selanjutnya, manusia terseret ke dalam berbagai tindak kejahatan yang memilukanhati Allah. Singkatnya, “segala kecenderungan hatinya selalu membuahkankejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5; bandingkan dengan Roma 3:10-18).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Kedua, jalan moralitas. Ketikajatuh ke dalam dosa manusia tersadar akan ketelanjangannya, dan berusahamenutupi ketelanjangan itu dengan mengenakan cawat dari daun pohon ara(Kejadian 3:7). Manusia mencoba menutupi pelanggaran dengan upaya merekasendiri. Manusia berusaha menebus kesalahan dengan kekuatan sendiri. Manusiahendak menjadi juruselamat atas dosanya sendiri. Dalam perkembangannya,mekanisme pembenaran diri manusia ini melahirkan berbagai bentuk agama dantatanan moral. Dengan menaati hukum-hukum agama dan moralitas, manusia berharapakan mendapatkan jalan kembali kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Akan tetapi, jalan kedua ini tidak memadai. Pertama, kebaikan seseorang tidakdapat menghapuskan pelanggarannya. Bahkan, k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;ebaikan itu tetap merupakan sebentukpemberontakan terhadap Allah karena lahir dari kekuatan manusia sendiri, bukandari ketergantungannya terhadap Allah. Firman Tuhan menyatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;“mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka merekatidak takluk kepada kebenaran Allah” (Roma 10:3). Kesalehan manusia sepertikain kotor di mata Allah (Yesaya 64:6).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Kedua, ketaatan kitatidak mungkin sempurna. Orang mungkin berdalih, “Memang tidak ada manusia yangsempurna.” &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Kita pun cukup puas membandingkan diri dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Kitamenggunakan standar penilaian kurva normal. "Orang kudus" dan"orang jahat" itu sama-sama minoritas, mayoritas adalah "orangbaik-baik"—dan kita merasa aman tergolong dalam mayoritas itu. Akantetapi, standar kebenaran hukum Allah sempurna (Yakobus 2:10).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Ketiga, problem utama dosaialah rusaknya hubungan kasih dengan Allah. Hubungan yang rusak tidak dapatdipulihkan melalui ketaatan kepada hukum agama dan moralitas. Kita perludidamaikan terlebih dahulu dengan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Jadi, baik jalan imoralitas maupun jalan moralitas, keduanya sama-samabuntu. Semua orang yang menempuhnya pada akhirnya akan mengalami kebinasaan kekal(2 Tesalonika 1:9). ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-7661553884902088211?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/7661553884902088211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tiga-jalan-hidup-dua-jalan-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7661553884902088211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7661553884902088211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tiga-jalan-hidup-dua-jalan-hidup.html' title='Tiga Jalan Hidup: Dua Jalan Hidup Manusia (Bagian 4 dari 6 Tulisan)'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-5004385079889465220</id><published>2011-12-01T12:02:00.001+07:00</published><updated>2011-12-01T12:59:18.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga Jalan Hidup'/><title type='text'>Tiga Jalan Hidup: Tiga Kematian (Bagian 3 dari 6 Tulisan)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--NzM6hkHK4o/TWDXvmLR6wI/AAAAAAAAAek/gVLlJGgQjPc/s1600/the_core_death_2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/--NzM6hkHK4o/TWDXvmLR6wI/AAAAAAAAAek/gVLlJGgQjPc/s400/the_core_death_2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Ketika manusia memakanbuah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, saat itulah “dosamasuk ke dalam dunia.” Dengan tidak menaati perintah Allah, manusia memisahkandirinya dari Allah. Dosa ini serta-merta merusak hubungan mereka dengan Allah:bukannya mengasihi Allah, mereka takut terhadap-Nya; bukannya menyambutkedatangan-Nya untuk bersekutu, mereka menyembunyikan diri dari hadapan-Nya(Kejadian 3:8).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Allah berkata bahwamanusia akan mati bila ia tidak taat, dan Allah tidak berdusta. Upah dosa ialahmaut (Roma 6:23). Kematian atau maut berarti pemisahan, dan saat manusiaberbuat dosa, ia langsung terpisah dari Allah. Manusia kehilangan kapasitasuntuk menjalin hubungan kasih dengan Allah. Ia mati secara rohani (Efesus 4:18).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Manusia juga mulai matisecara fisik. Tubuhnya rentan terhadap sakit penyakit, kecelakaan, dan penuaan,dan suatu ketika kehidupan akan meninggalkannya. Ia akan mati secara jasmani(Ibrani 9:27).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Tidak berhenti sampai disitu. Dosa menurun pula kepada anak-anak Adam dan Hawa. Manusia yang semuladiciptakan menurut rupa dan gambar Allah sekarang diperanakkan menurut rupa dangambar Adam (Kejadian 5:3). Sekarang manusia mewarisi kondisi Adam yang matisecara rohani. Seperti polusi yang terjadi di mata air sebuah sungai, racundosa mengalir kepada seluruh keturunan Adam. Oleh dosa satu orang, dosa masukke dalam dunia (Roma 5:12), mendatangkan maut kepada semua manusia (ayat 15),mendatangkan penghukuman bagi semua orang (ayat 18), dan membuat semua manusiamenjadi manusia yang berdosa (ayat 19).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Dosa—sikap hati yang memusuhi dan memberontak terhadapAllah—menguasai setiap orang. Bukan berarti setiap orang menjadi jahat danbobrok, senantiasa berbuat dosa, tidak tahu membedakan yang baik dan yangjahat. Tidak demikian. Akan tetapi, kondisi hati yang berdosa itu memengaruhiseluruh aspek kehidupan manusia seperti akar memengaruhi seluruh pohon. Sepertidikatakan R.C. Sproul, “&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Kita semua orang berdosabukan karena kita telah berbuat dosa, tetapi kita berbuat dosa karena kitaadalah orang berdosa.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Firman Tuhan menegaskan, “Dari dalam, dari hati orang, timbul segalapikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan,kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan”(Markus 7:21-22). Daftar itu mencakup pikiran, ucapan, dan tindakan. Hal itumemperlihatkan bahwa semua wujud dosa itu menjijikkan di mata Allah. Hal itujuga menyadarkan bahwa tidak seorang pun dapat terluput dari dosa: seseorangmungkin dapat menahan diri tidak melakukan tindakan dosa, tetapi siapa yangdapat mengklaim dirinya terbebas dari pikiran yang berdosa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="layout-grid-mode: char; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;Jika manusia terus berada di dalam kondisi ini dan tidak menerimapertolongan, ia akan terpisah dari Allah untuk selama-lamanya. Ia a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 10pt;"&gt;kan mengalami kematian yangketiga, yaitu kematian kekal (Wahyu 21:8). ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-5004385079889465220?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/5004385079889465220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tiga-jalan-hidup-tiga-kematian-bagian-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5004385079889465220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5004385079889465220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/12/tiga-jalan-hidup-tiga-kematian-bagian-3.html' title='Tiga Jalan Hidup: Tiga Kematian (Bagian 3 dari 6 Tulisan)'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--NzM6hkHK4o/TWDXvmLR6wI/AAAAAAAAAek/gVLlJGgQjPc/s72-c/the_core_death_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-4806967354796153488</id><published>2011-11-30T08:08:00.001+07:00</published><updated>2011-11-30T08:11:47.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga Jalan Hidup'/><title type='text'>Kehidupan yang Baik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vFOeP6gNIs8/TtWCpVwttYI/AAAAAAAAAXQ/wckp6Zq3zyM/s1600/Holy%252520Abundance_2PE.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-vFOeP6gNIs8/TtWCpVwttYI/AAAAAAAAAXQ/wckp6Zq3zyM/s320/Holy%252520Abundance_2PE.jpg" width="238" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Pendahuluan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Ketika kita ingin memasanglistrik di rumah, kita tidak puas hanya dengan mendapatkan nasihat, saran, ataupendapat tentang instalasi listrik yang baik. “Anda tahu, banyak pendapattentang instalasi listrik, tetapi pendapat yang satu tidak lebih baik daripendapat yang lain. Bahwa listrik harus dipasang menurut aturan tertentu agaraman, itu &lt;st1:state w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;hanya pemaksaan pendapat oleh PLN yang mau mengambil keuntungan dari pelanggan.Silakan saja menginstal listrik semau Anda. Kalau Anda rasa baik, lakukansaja.” &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;orang yang bersikap seperti itu? Tidak ada! Kita ingin yang mengerjakaninstalasi itu orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang instalasilistrik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Begitu juga kalau otak kitaperlu dibedah. Bagaimana kalau dokter itu berkata, ”Kita tidak tahu pasti apayang ada di dalam tengkorak kepala manusia. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang berpendapat begini, ada pula yangberpendapat begitu. Pendapat saya belum tentu lebih baik dari pendapat oranglain. Tetapi, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengobati kepala Anda.”Anda mau dioperasi oleh dokter semacam itu? &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Tentu saja tidak! Anda akanmencari dokter yang paling berpengetahuan dan paling berpengalaman dalam halbedah otak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Kita menginginkan pengetahuan yang jelas. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kita menghendaki sesuatu yangdapat dipercaya dan diandalkan. Kita mengharapkan kepastian yang dapatdijadikan pegangan. Itulah sebabnya orang mengatakan bahwa pengetahuan itupenting. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Knowledge is power.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt; FirmanAllah pun menegaskan, ”&lt;i&gt;Umat-Ku binasakarena tidak mengenal Allah&lt;/i&gt; (TB); &lt;i&gt;Mypeople are destroyed for lack of knowledge&lt;/i&gt; (KJV).” &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kebenaran ini berlaku baik dalamperkara yang tampak sepele maupun dalam perkara yang serius. Orang, misalnya,bisa mati muda gara-gara tidak memiliki pengetahuan tentang makanan sehat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Masalahnya, pada zaman ini, yang disebut pengetahuan biasanya terbatas padaperkara-perkara yang kasat mata. Matematika. Fisika. Kimia. Biologi.Kedokteran. Teknik. Apa yang disebut sebagai ilmu pasti, eksakta. Itu memangperkara-perkara yang penting, dan kita tidak menyanggah pentingnya pengetahuandalam bidang-bidang tersebut. Namun, dalam bidang-bidang lain yang tak kalahpenting, atau malah lebih penting, kita justru tidak memiliki pengetahuan. Kitacukup puas dengan pendapat, nilai-nilai, preferensi, atau tradisi. Bukanpengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Renungkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini: &lt;i&gt;Apakah kebaikan itu? Apakah kejahatan itu? Bagaimana tabiat manusiaitu? Apa yang terjadi setelah manusia mati? &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Apakah alamsemesta ini hanya terdiri atas materi, atau ada makna yang lebih dalam dibaliknya? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Benarkah penderitaan itu adaartinya? Apakah Allah itu ada? Seperti apakah Dia? Apakah kehidupan ini hanyakebetulan? Adakah standar moral yang kelak akan dijadikan tolok ukur untuk bagipertanggungjawaban kita, dan kalau standar moral itu ada, bagaimana kitamengetahuinya? Apakah manusia itu berharga?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan itu mewakili perkara-perkara yang paling penting bagikeberadaan dan kehidupan umat manusia. Kita mungkin tidak mempelajarinya diruang kelas atau ruang kelas, tetapi kita mengetahuinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;br clear="all" style="page-break-before: always;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Namun, menurut pandangan saat ini, pertanyaan-pertanyaan semacam itu tidakdapat dijawab oleh pengetahuan. Kita hanya bisa mengutarakan pendapat,preferensi, atau mungkin nasihat dan saran tentang hal-hal itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan tadi tidak lain berkaitan dengan moralitas danspiritualitas. Para penulis Alkitab, dan khususnya Tuhan Yesus, mengklaim bahwamereka menawarkan pengetahuan seputar pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bukansekadar pendapat, nasihat, atau saran untuk hidup yang lebih baik, tetapipengetahuan tentang sesuatu yang nyata (&lt;i&gt;real&lt;/i&gt;),tentang realitas yang paling hakiki, tentang keberadaan Allah. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt; Sebenarnya, setiap agama dan aliran filsafat berawaldari klaim semacam ini. Tentang apakah klaim mereka benar atau tidak, itu soallain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Di Alkitab, silakan cari kata-kata &lt;i&gt;know&lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;knowlegde&lt;/i&gt; (pengetahuan,pengenalan). Perhatikan, penulis Alkitab mengklaimnya sebagai pengetahuan,bukan sekadar pendapat, nasihat, atau saran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;”Jikalau engkau berseru kepadapengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian... maka engkau akan memperolehpengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt; (Amsal 2:2, 5).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;”Aku tahu kepada siapa akupercaya”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt; (2 Timotius 1:12).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;”&lt;i&gt;Umat-Ku binasa karena tidak mengenalAllah&lt;/i&gt; (TB); &lt;i&gt;My people are destroyedfor lack of knowledge&lt;/i&gt; (KJV)” (Hosea 4:6).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Pengetahuan adalah persentuhan dengan realitas, dengan apa yang nyata,dengan apa yang benar. Realitas moral dan spiritual ini sama nyatanya, bahkanlebih nyata, daripada realitas fisik dan material. &lt;i&gt;“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang takkelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatanadalah kekal” &lt;/i&gt;(2 Korintus 4:18).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kalau Anda tidak akan memasang listrik di rumah hanya berdasarkan pendapatorang, puaskah Anda menjalani kehidupan ini hanya berdasarkan pendapat orang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kenapa, khususnya dalam area moral dan spiritual, kita cenderungmenghindari pengetahuan dan mencoba mengedepankan pendapat? Karena, sepertidikatakan Paulus, &lt;i&gt;“Pengetahuan[pengetahuan semata]… membuat orang menjadi sombong” &lt;/i&gt;(1 Korintus 8:1).Pengetahuan cenderung membuat orang sombong dan tidak toleran. Orang yangmerasa dirinya lebih berpengetahuan, lantas merasa dirinya lebih kudus dariorang lain, dapat merendahkan orang lain atau melakukan kekerasan terhadaporang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bagaimana menghindarinya? Bukan dengan menyamarkan pengetahuan. Bukandengan menganggap bahwa pengetahuan moral dan spiritual itu sebenarnya hanyapendapat. Contohnya, ada orang yang berpendapat &lt;i&gt;Iron Man 2&lt;/i&gt; lebih baik dari &lt;i&gt;IronMan 1&lt;/i&gt;, tetapi ada yang berpendapat sebaliknya, &lt;i&gt;Iron Man 2&lt;/i&gt; lebih buruk dari &lt;i&gt;IronMan 1&lt;/i&gt;. Untuk hal semacam ini, kita dapat berkata, ”Ah, itu kan hanyaperbedaan selera.” Tetapi, bagaimana dengan perbedaan semacam ini? Ada yangberpendapat, ”&lt;i&gt;Freesex&lt;/i&gt; itu oke-okesaja.” Ada yang berpendapat, ”&lt;i&gt;Freesex&lt;/i&gt;itu berdosa.” &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Apakah kedua pendapat itu sama-sama benar? Sama-sama baik? Hanyamenunjukkan perbedaan selera, dan kita perlu memberikan ruang yang sama untuksetiap pendapat? Begitu juga: Apakah ateisme dan kepercayaan kepada Tuhan yangesa itu hanya perbedaan pendapat dan orang perlu bertolerasi terhadap keduanya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Toleransi itu sendiri dilandasi oleh kesadaran bahwa manusia itu berhargadan bermartabat setara. Nah, itu suatu klaim moral dan spiritual. Kita tidakakan bisa mengedepankan toleransi dengan menyamaratakan semua klaim moralsebagai klaim yang relatif karena dengan begitu kita malah menghancurkan dasardari toleransi itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;(Ada yang berpendapat manusia itu bermartabat sama, ada pula pendapat yangrasis. Kalau kita menolerir kedua pandangan itu, kita sedang menghancurkantoleransi!)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;br clear="all" style="page-break-before: always;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Jadi bagaimana? Kesombongan memang masalah yang berat. Namun, kesombonganbukan masalah kebenaran (maksudnya: kebenaran, sekalipun disampaikan orangsombong, tetaplah kebenaran), melainkan masalah karakter. Kesombongan dibangundari ilusi, bahwa dengan mengetahui sesuatu itu kita menjadi lebih hebat dariorang lain dan pantas merendahkan mereka. Kesombongan, dengan demikian,menunjukkan tidak adanya pengetahuan: pengetahuan akan klaim Yesus danpengetahuan akan martabat manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Karena itu, dalam Alkitab, ujian tertinggi bagi pengetahuan bukanlah IQatau banyaknya informasi yang kita ketahui. Ujian itu adalah kasih. &lt;i&gt;“Pengetahuan yang demikian membuat orangmenjadi sombong, tetapi kasih membangun”&lt;/i&gt; (1 Korintus 8:1). Kasih itu lebihdari sekadar bertoleransi. Kasih berarti mengutamakan kebaikan dankesejahteraan orang lain, bahkan dengan mengorbankan diri kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Empat Pertanyaan Mendasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Pengetahuan itu penting. Namun, tidak semua pengetahuan setara nilai kepentingannya.Nah, apakah pengetahuan yang paling penting, paling mendasar, paling hakikidalam kehidupan kita? Orang biasa menyebutnya sebagai &lt;i&gt;world view&lt;/i&gt;---pandangan dunia. Pandangan kita tentang bagaimanadunia dan kehidupan ini berlangsung. Semacam peta yang menunjukkan tempat kitadi tengah dunia dan kehidupan ini (cf. peta di mal atau toko). Sadar atautidak, setiap orang pasti memiliki pandangan dunia tertentu, dan pandangandunia itulah yang membentuk corak kehidupannya. Pandangan dunia kita menjawabempat pertanyaan mendasar berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Apakah yang real/nyata itu? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Apakah realitas ataukenyataan itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Apakah yang dapat saya percayai? Apakah yang dapat saya andalkan? Banyakorang beranggapan, yang nyata/real adalah apa yang dapat dilihat, disentuh,diukur. Kita dalam budaya Timur masih memperhitungkan realitas ”dunia lain”,alam roh. Masalahnya, bagaimana sikap kita terhadap realitas itu? Apakah kitamemiliki pengetahuan yang benar? Atau, kita cukup puas dengan pendapat dantradisi manusia? Kita tidak protes ketika matematika ”memaksakan” bahwa 2 + 2 =4; tetapi, bagaimana tanggapan kita ketika dikatakan bahwa ”Percabulan itudosa”? Apakah kita menganggapnya sekadar sebagai pendapat? Atau, sebagaipengetahuan moral dan spiritual yang sama nyatanya dengan pengetahuanmatematika?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Yesus bercerita tentang orang yang kaya-raya, yang dengan penuh kepuasanberkata, ”Jiwaku, ada padamu banyak barang.” &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Barang. Benda. Kekayaan. Itulahrealitasnya. Itulah yang diandalkannya. Makan, minum, dan bersenang-senang.Malam itu sesuatu terjadi padanya. Ia mati, dan mendapati bahwa ia hanya hidupdalam ilusi---apa yang semula diandalkannya itu ternyata tidak dapat lagimenolongnya. Ketika kita mengabaikan realitas sejati, kita akan mengalamikrisis, kita menanggung akibatnya, kita akan menderita karenanya. Penderitaan,kata orang bijak, terjadi ketika kita bertabrakan dengan realitas. Hal itu bisadi dunia saat ini, namun paling parah ketika kita baru menyadarinya di duniayang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;Apakah realitas Anda? Apa yang Anda andalkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;Siapakah yangmemiliki kehidupan yang baik itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;Sekalipun dicaci sebagai menjual mimpi, banyak orang terpikat padasinetron di televisi. Sekalipun dicerca sebagai ajang gosip, banyak orangterpaku menonton tayangan infotainment kehidupan para selebritas. Kenapa?Justru dalam impian dan gosip yang disiarkan itulah, orang merasa menemukanjawaban atas pertanyaan ini: seperti inilah kehidupan yang baik itu, sepertiinilah orang-orang yang telah mengecapnya. Rumah mewah, wajah cantik dantampan, postur tubuh yang seksi, keuangan yang berlimpah, kemashyuran,kehidupan yang penuh dengan tamasya dan aneka kesenangan. &lt;i&gt;It’s a wonderful life, isn’t it? &lt;/i&gt;Dan, orang pun dihinggapikecemburuan, ketidakpuasan, atau bekerja mati-matian demi mengejar kehidupanyang baik itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Itulah krisisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Siapakah orang yang baik itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Sungguh menarik, sekalipun kita cenderung menolak adanya pengetahuan moral,dan menganggap semuanya itu hanyalah pendapat yang relatif, tetapi kita takbisa menghindar dari pertanyaan ini. Dengan bahasa yang berbeda-beda, kitamengelompokkan orang sebagai orang yang baik dan orang yang jahat. Kita mencacikoruptor, dan kita memuji murid yang jujur. Dengan standar apa kita melakukanpenilaian?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kebingungan tentang kehidupan yang baik dan orang yang baik ini dapat kitaamati dengan membandingkan iklan dan obituari (tulisan mengenang orang yangmeninggal dunia). Apa yang ditawarkan iklan? Rambut yang lebih berkilau, gigiyang lebih berseri, hubungan seks yang lebih memuaskan, keuangan yang lebihberlimpah, tempat tamasya yang lebih eksotis, teve layar lebar yang lebihcanggih, dan seterusnya. Apakah hal-hal semacam itu akan muncul dalam obituari?Biasanya tidak. Obituari akan cenderung menggambarkan orang yang meninggal itusebagai orang yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Di situlah persoalannya: kita ingin menjadi orang yang baik, tetapi kitacenderung lebih mengejar/mengutamakan kehidupan yang baik. Hal ini membawa kitakepada pertanyaan keempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bagaimana saya dapat menjadi orang yang sungguh-sungguhbaik?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Dalam sejarah, pertanyaan ini melibatkan pendidikan dan pembinaan karakter.Bangsa Israel kuno, karena mereka percaya bahwa pengetahuan moral dan spiritualitu terbuka bagi semua orang, sanggup menanggapi empat pertanyaan mendasartadi. Orangtua dan para guru bukan sekadar menyebarkan informasi, melainkanmembentuk orang-orang yang baik, orang-orang yang akan berbicara di dalamkebenaran dan bertindak di dalam kasih. &lt;i&gt;”Dengarlah,hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!&lt;/i&gt; [menjawab pertanyaanpertama: Apakah yang nyata itu?] &lt;i&gt;KasihilahTUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengansegenap kekuatanmu.&lt;/i&gt; [menjawab pertanyaan kedua dan ketiga: Siapakah orangbaik itu?] &lt;i&gt;Apa yang kuperintahkankepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkaumengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabilaengkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkauberbaring dan apabila engkau bangun &lt;/i&gt;[menjawab pertanyaan keempat: Bagaimanakita menjadi orang yang sungguh-sungguh baik?]&lt;i&gt;”&lt;/i&gt; (Ulangan 6:4-7). Keempat pertanyaan mendasar tadi dijawab dalamsatu paragraf singkat ini!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Di dunia saat ini, universitas mana yang mengajarkan hal seperti itu? Adauniversitas untuk mendalami ilmu bermain piano sampai ilmu teknik nuklir,tetapi universitas mana yang menekuni pendidikan moral dan spiritual?Universitas---dari kata universe, alam semesta, universal---tidak mampumemberikan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan universal itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Mereka tidak menawarkan”pengetahuan”, melainkan hanya ”pendapat”.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Jawaban Yesus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 38.7pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 38.7pt; text-indent: -38.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Apakah yang real/nyata itu? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Apakah realitas ataukenyataan itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Menurut Yesus, pusat dari realitas tidak lain adalah Allah, Pribadi yangkasih dan kesanggupan-Nya melampaui apa yang dapat kita bayangkan dan kitapikirkan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Alamsemesta tidak muncul dengan sendiri, seperti yang disampaikan dalam”pengetahuan ilmiah.” Manusia juga tidak muncul begitu saja. Sebaliknya, Allahmenciptakan apa yang ada dari apa yang tidak ada. Alam semesta dan manusia adakarena Sang Pencipta. Manusia merupakan rupa dan gambar Allah---keberadaanmanusia sangat bergantung pada realitas Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Tentang realitas ini, Yesus berkata, &lt;i&gt;”Inilahhidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allahyang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” &lt;/i&gt;(Yohanes17:3). Mengenal atau memiliki pengetahuan, bukan berarti ”memiliki pengetahuantentang”, melainkan masuk ke dalam realitas Allah, mengalami realitas Allah.Bila kita berada di dalam realitas ini, kita mengalami hidup kekal, hidup yangtidak terputus oleh kematian sekalipun (cf. Roma 8:38-39).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 38.7pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 38.7pt; text-indent: -38.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Siapakah yang memiliki kehidupan yang baik itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kata yang digunakan Yesus untuk “baik” dalam Alkitab adalah &lt;i&gt;makarios&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;blessed&lt;/i&gt; (diberkati, KJV), &lt;i&gt;berbahagia&lt;/i&gt;(TB). &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;AmplifiedBible menguraikannya sebagai: ”bahagia, patut dicemburui, dan makmur secararohani---dengan sukacita kehidupan dan kepuasan batin di dalam kemurahan dankeselamatan Allah, bagaimanapun kondisi lahiriah orang tersebut.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;”Patut dicemburui.” Kita diam-diam iri melihat kehidupan selebritas, tetapiTuhan Yesus menunjukkan kondisi kehidupan seperti apa yang patut kita cemburui.Berbahagialah orang yang miskin. Berbahagialah orang yang berdukacita.Berbahagialah orang yang lemah lembut. Berbahagialah orang yang dianiaya karenakebenaran. Berbahagialah orang yang memiliki hubungan personal dengan Allah,yang hidup di dalam realitas Allah, di dalam hadirat-Nya, di dalam kuasa-Nya,di dalam kasih-Nya. Berbahagialah Anda, sekalipun tampaknya Anda tidak mengecapkehidupan baik yang ditawarkan oleh dunia ini. Berbahagialah bila Anda sekarangtelah memasuki kerajaan ini, realitas ini. Kondisi seperti itulah yang patutdicemburui!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;“Bagaimanapun kondisi lahiriah orang tersebut.” Kita kadang-kadang mencampuradukkankehidupan yang baik versi Yesus dengan kehidupan yang baik versi dunia. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kita merasa barubenar-benar diberkati ketika kondisi lahiriah kita sehat dan makmur. Atau,lebih jauh lagi, kita membuat klaim: ”Orang saleh/benar &lt;i&gt;pasti&lt;/i&gt; sehat dan makmur.” Kalau kita meneliti Alkitab, ketaatankepada kebenaran memang dapat mendatangkan kesehatan jasmani dan kemakmuran materi,tetapi tidak kurang pula ketaatan yang justru mendatangkan penderitaan danpenganiayaan. Silakan baca baik-baik kehidupan Paulus atau Ibrani 11, misalnya.&lt;i&gt;”Dunia ini tidak layak bagi mereka” &lt;/i&gt;(Ibrani11:38). Artinya, ukuran dunia ini tidak berlaku bagi mereka, versi kehidupanbaik menurut dunia tidak cocok bagi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;”Aku lebih banyak berjerih lelah;lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahayamaut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satupukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kalimengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahayadari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahayadi kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihaksaudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kaliaku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dantanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusankusehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;(2 Korintus 11:23-28).Pada akhir hidupnya, Paulus berkata, &lt;i&gt;”Engkautahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku;termasuk Figelus dan Hermogenes” &lt;/i&gt;(2 Timotius 1:15). Pertanyaan: Kalaumenurut ukuran dunia, menurut versi dunia, apakah kehidupan Paulus adalahkehidupan yang baik, yang sukses? Adakah yang akan ”mengiklankan” kehidupanseperti itu? Sebaliknya, apa kira-kira yang akan dikatakan Yesus tentangkehidupan Paulus?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Paulus mengaku bahwa ia mengenal baik kekurangan maupun kelimpahan, tetapi &lt;i&gt;”Segala perkara dapat kutanggung di dalamDia yang memberi kekuatan kepadaku”&lt;/i&gt; (Filipi 4:13). Baginya, kekurangan dankelimpahan bukanlah barometer kondisi hidupnya. Baik-buruk kehidupannya tidakditentukan oleh kekurangan ataupun kelimpahan. Baik-buruk kehidupannya ditandaioleh satu hal: apakah ia berpegang teguh pada realitas yang sesungguhnya,bergantung sepenuhnya pada Allah, di tengah segala perkara, di tengah apa pun kondisilahiriah yang melingkupinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 38.7pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 38.7pt; text-indent: -38.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Siapakah orang yang baik itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Orang yang baik adalah orang digerakkan oleh kasih, orang yang menindakkankasih karena kondisi rohaniahnya sudah diubahkan. Yohanes berkata, &lt;i&gt;”Saudara-saudaraku yang kekasih, marilahkita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orangyang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidakmengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” &lt;/i&gt;(1 Yohanes4:7-8). Kasih ini bukanlah sesuatu yang setimental, hati yang berbunga-bunga,atau emosi yang meluap-luap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kasih ini, sebagaimana kasih Yesus, bukan menuntut dilayani, melainkandengan penuh kerelaan melayani dan memberikan nyawa (berkorban) bagi kebaikandan kesejahteraan sesama. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Kalau kita melihat kekurangan dalam diri orang lain, apakahkita mengecamnya, atau kita turun melayani untuk menolongnya? Atau, mungkinkita merasa tidak lagi diberi makan dengan baik dalam jemaat ini, kita merasatidak bertumbuh di dalam jemaat ini, bukankah itu sebenarnya merupakankesempatan untuk melayani tanpa syarat dan tanpa pamrih di tempat yang tidakmemberikan balasan pada kita? Kalau kita melakukan kebaikan hanya kepada orangyang berbuat baik kepada kita, atau karena kita mengharapkan imbalan---orangjahat pun berbuat demikian. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kasih Kristus mengundang kita untuk berdoa dan memberkatibahkan musuh dan penganiaya kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Itulah kasih yang lahir dari pengetahuan/pengenalan akan Allah. Tuhan maukita sebagai jemaat bersama-sama bertumbuh di dalam kasih. Begitulah, memilikipengetahuan yang benar akan Allah tidak akan membuat orang sombong, sebaliknyaia akan seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk, semakin rendah hatidan penuh kasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 38.7pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 38.7pt; text-indent: -38.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bagaimana saya dapat menjadi orang yang sungguh-sungguhbaik?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Dengan mengandalkan Tuhan Yesus Kristus. Dengan menerima perkataan-Nyasebagai pengetahuan kebenaran. Dengan tinggal di dalam Firman-Nya. Singkatnya,dengan menjadi murid-Nya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Yesus, yang Kamis lalu kita rayakan kenaikan-Nya kesurga, masih hidup dan hidup selama-lamanya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Dan, Dia masih membuka pendaftaranbagi siapa saja yang bersedia menjadi murid-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bila kita adalah murid-Nya, marilah kita bersama-sama belajar untuk hidupmenurut pandangan dunia yang dipaparkan Tuhan Yesus. Sebaliknya, bila ada diantara Anda yang menyanggah jawaban Yesus tadi, saya ingin menantang Anda untukmelakukan satu hal ini. Luangkan waktu sepanjang minggu ini: Menurut Anda,jawaban siapakah yang lebih baik dari jawaban Yesus? Renungkan, dan jawablahsecara jujur. ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Sumber: John Ortberg, &lt;i&gt;Smart People: Part One&lt;/i&gt;, transkripkhotbah di &lt;st1:city w:st="on"&gt;Menlo Park&lt;/st1:city&gt; Presbyterian Church, &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;California&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, pada Minggu,6 Desember 2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-4806967354796153488?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/4806967354796153488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/kehidupan-yang-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/4806967354796153488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/4806967354796153488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/kehidupan-yang-baik.html' title='Kehidupan yang Baik'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vFOeP6gNIs8/TtWCpVwttYI/AAAAAAAAAXQ/wckp6Zq3zyM/s72-c/Holy%252520Abundance_2PE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-2774075662723346743</id><published>2011-11-30T07:50:00.001+07:00</published><updated>2011-11-30T07:50:55.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga Jalan Hidup'/><title type='text'>Tiga Jalan Hidup: Menentukan Jalan Sendiri (Bagian 2 dari 6 Tulisan)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gKK9F_Q6cEU/TtV92K7z5WI/AAAAAAAAAXI/mDQ9BPf1JL8/s1600/forbiddenfruit1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="221" src="http://4.bp.blogspot.com/-gKK9F_Q6cEU/TtV92K7z5WI/AAAAAAAAAXI/mDQ9BPf1JL8/s320/forbiddenfruit1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Sangat disayangkan, manusia terjatuh ke dalam dosa dengan melanggarperintah Allah, seperti yang dikisahkan dalam Kejadian 3:1-7. Bagian Alkitabini menceritakan bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa, yaitu denganperantaraan penggodaan Iblis (ular). Iblis menggoda manusia untuk melanggarperintah Tuhan Allah dengan menimbulkan: keragu-raguan (ayat 1), ketidakpercayaan(ayat 4-5), dan keinginan (ayat 6).&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Segerasetelah keinginan timbul, menyusullah pelanggaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Pokok persoalannya ialah ”menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik danyang jahat." Makhluk bergantung kepada Khaliknya di dalam hal menentukanhal yang baik dan hal yang jahat. Yang berhak menentukan mana yang baik danmana yang jahat hanyalah Tuhan Allah sebagai Pencipta dan Pemberi Hukum,sedangkan manusia hanya wajib mengamininya. Yang disebut baik oleh Tuhan Allahharus dianggap baik oleh manusia, dan sebaliknya yang disebut jahat oleh Allahharus dianggap jahat oleh manusia. Akan tetapi, dengan ”ingin menjadi sepertiAllah,” manusia ”ingin menentukan sendiri mana yang baik dan mana yang jahat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Ketika manusia memutuskan untuk makan buah pengetahuan, ia bukan bertindakseperti orang yang kerasukan setan. Ia bukan bertindak tanpa menyadari apa yangdilakukannya. Sebaliknya, ia mengambil keputusan secara bebas untuk menjadiseperti Allah. Berdasarkan peristiwa itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwahakikat dosa itu bukan hanya tidak percaya kepada Tuhan Allah, bukan hanyatidak menaati Allah, dan bukan hanya melanggar perintah Allah. Lebih dari itu.Dosa juga berarti memutuskan hubungan kasih dengan Allah, memusuhi Allah,bahkan memberontak terhadap Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Manusia ingin merdeka, sebab ia merasa tidak merdeka di bawah pemerintahanAllah, Penciptanya. Ia ingin menentukan hukumnya sendiri. Ia ingin menjadiotonom. Ia ingin menggantikan kedudukan Allah, merebut hak wewenang Allah. Demikianlahhakikat dosa menurut Alkitab. ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-2774075662723346743?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/2774075662723346743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/tiga-jalan-hidup-menentukan-jalan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2774075662723346743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2774075662723346743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/tiga-jalan-hidup-menentukan-jalan.html' title='Tiga Jalan Hidup: Menentukan Jalan Sendiri (Bagian 2 dari 6 Tulisan)'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gKK9F_Q6cEU/TtV92K7z5WI/AAAAAAAAAXI/mDQ9BPf1JL8/s72-c/forbiddenfruit1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-839880173097300678</id><published>2011-11-29T07:35:00.001+07:00</published><updated>2011-11-29T07:39:12.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga Jalan Hidup'/><title type='text'>Tiga Jalan Hidup: Citra Allah (Bagian 1 dari 6 Tulisan)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.infiniteunknown.net/wp-content/uploads/2010/10/Michelangelo-Sistine-Chapel-Adam-.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://www.infiniteunknown.net/wp-content/uploads/2010/10/Michelangelo-Sistine-Chapel-Adam-.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Manusia diciptakanmenurut gambar dan rupa Allah. Apakah maksudnya? Secara umum hal itu mengandungpengertian berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Pertama, Allah merindukanhubungan kasih dengan manusia (Yohanes 17:3). Saat manusia menanggapi kasihAllah dengan menaati-Nya, karakter Allah akan semakin nyata terpancar di dalamdirinya—seperti seorang anak yang bertumbuh menjadi semakin serupa denganbapaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Kedua, Allahmengaruniakan roh-Nya kepada manusia (Kejadian 2:7; Ayub 33:4). Manusia bukanmakhluk jasmani, melainkan makhluk rohani yang mengenakan tubuh. Karena itu,manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluardari mulut Allah (Matius 4:4).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Ketiga, Allah memberimanusia wewenang untuk memerintah bersama Dia (Kejadian 1:26). Manusia diundanguntuk berkuasa atas alam semesta. Bukan untuk mengeksploitasi danmenyalahgunakannya, melainkan untuk mengelola dan membudidayakannya (Kejadian2:15).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Diciptakanmenurut rupa dan gambar Allah, dengan demikian, sejatinya sebuah panggilanuntuk hidup dalam ketaatan dan ketergantungan penuh pada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Apakah tujuan utama manusia? Kedua puluh empat tua-tua yang tersungkur danmenyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya berseru, "Ya Tuhan danAllah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebabEngkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu (&lt;i&gt;dalamterjemahan versi King James:&lt;/i&gt; untuk kesenangan-Mu) semuanya itu ada dandiciptakan"&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt; &lt;/span&gt;(Wahyu 3:11). Melaluinabi Yesaya, Tuhan berfirman, “Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dananak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi… yang Kuciptakan untukkemuliaan-Ku” (Yesaya 43:6-7).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Tujuan hidup manusia ialah memuliakan Allah. Kehidupan kita seperti kanvasyang menggambarkan kebaikan, kebenaran, keindahan, hikmat, dan keadilan Allah.Allah layak menerima puji-pujian, penghormatan, dan kekuasaan dalam kehidupankita. Ketika kita memuliakan Allah, kita mengalami kepuasan hidup yangsedalam-dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Untuk itu, pada mulanya Tuhan menempatkan manusia di taman Eden, dan menyediakanberbagai pohon sebagai makanan mereka. Tuhan juga menumbuhkan pohon kehidupandan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di tengah-tengah tamanitu. Kemudian, Tuhan memberikan perintah kepada manusia, ”Semua pohon dalamtaman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentangyang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hariengkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:16-17).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Apakah maksud dari perintah yang berbentuk negatif ini, suatu larangandengan hukuman yang sangat keras? Perintah itu sejatinya mengarah kepadakehidupan sebagaimana yang dikehendaki Allah bagi manusia. Dengan perintah itu,Tuhan Allah menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk mengalami kehidupan ialahdengan menaati perintah Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;Akan tetapi, Tuhan tidak menginginkan manusia menaati-Nya secara otomatisseperti robot. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Diamerindukan hubungan kasih yang timbal balik. Karena itulah, Dia memberi manusiakehendak dan kesempatan untuk memilih. ***&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-839880173097300678?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/839880173097300678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/tiga-jalan-hidup-citra-allah-bagian-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/839880173097300678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/839880173097300678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/tiga-jalan-hidup-citra-allah-bagian-1.html' title='Tiga Jalan Hidup: Citra Allah (Bagian 1 dari 6 Tulisan)'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-8259406729718630067</id><published>2011-11-28T08:44:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T09:58:59.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Perintah-Nya Memancar dari Hubungan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.teen-beauty-tips.com/images/jesus-hug-girl.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.teen-beauty-tips.com/images/jesus-hug-girl.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Perintah-perintah Tuhan Yesus memancar dari hubungan-Nya dengan kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Dia terlebih dahulu bertanya kepada Petrus, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Baru kemudian Dia memerintahkan, "Gembalakanlah domba-domba-Ku!"&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Demikian juga, Dia bertanya kepada kita, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Baru kemudian Dia memerintahkan, "Kasihilah istrimu. Hormatilah suamimu. Asuhlah anak-anakmu. Layanilah satu sama lain. Bantulah yang lemah. Ampunilah musuhmu. Bekerjalah dengan tekun. Tidurlah dengan nyenyak. Bernyanyilah. Menangislah. Tertawalah. Rayakanlah kehidupan!"&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Oleh karena itu, perintah-perintah-Nya tidak berat, ringan, dan enak.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-8259406729718630067?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/8259406729718630067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/perintah-nya-memancar-dari-hubungan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8259406729718630067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8259406729718630067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/perintah-nya-memancar-dari-hubungan.html' title='Perintah-Nya Memancar dari Hubungan'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-2484574348770258293</id><published>2011-11-27T07:13:00.001+07:00</published><updated>2011-12-18T06:15:52.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Perjalanan Iman Orang Majus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LQJVyU7I57Y/TtGA5m6kNJI/AAAAAAAAAXA/aozTT-6U8og/s1600/magi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="255" src="http://2.bp.blogspot.com/-LQJVyU7I57Y/TtGA5m6kNJI/AAAAAAAAAXA/aozTT-6U8og/s320/magi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Bacaan Alkitab:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Matius2:1-12&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Mereka gigih mencari Dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mereka berasal dari tanah yang jauh. ‘Timur’diperkirakan berada di &lt;st1:city w:st="on"&gt;Babel&lt;/st1:city&gt; (sekarang Irak),ratusan kilometer jaraknya dari Yerusalem, melewati &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; gurun pasir yang berat. Mereka disebut kaumMajus (Magi), sarjana dan orang bijak pada masanya, penelaah perbintangan, yangbekerja di istana sebagai penasihat raja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dan, orang-orang bijak itu mengambil keputusanyang bijaksana dengan tidak menunda-nunda keberangkatan mereka. Mereka tidak menungguraja itu menjadi dewasa dan tampil sebagai sosok yang termashyur, dan barumendatanginya. Tidak, mereka langsung bersiap-siap melakukan perjalanan jauhuntuk mencari Dia, meninggalkan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l3 level1 lfo1; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Seberapa gigih kita mencari Dia? Seberapa besarkerinduan kita untuk mengenal Dia, mengembangkan hubungan personal dengan Dia, mencaridahulu Kerjaan Allah dan kebenaran-Nya? &lt;span lang="SV"&gt;Ataukah, kita terlalu sibuk dengan aktivitas ‘penting’ kita? Adakah lebihsuka menunda-nunda menunggu waktu yang kita anggap lebih baik? Padahal, kitabahkan tidak tahu apa yang bakal menimpa kita esok!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Mereka mengenali Diasebagai raja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketika melihat bintang itu, mereka melihatsesuatu yang istimewa---tanda kelahiran seorang raja. Kemungkinan mereka telahmembaca nubuatan purba mengenai kelahiran Dia yang Dirindukan oleh SegalaBangsa. Semula mereka mencarinya di istana, tempat yang lumrah untuk mencariraja yang baru lahir. Nyatanya, tidak ada bayi raja yang lahir di istana saatitu. Ketika akhirnya mereka menemukan bayi Yesus hanya di sebuah rumah biasa, dariorangtua yang rakyat jelata, hal itu tidak menggoyahkan keyakinan mereka.Mereka bersukacita!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Betapa berbeda dengan respon penduduk Yerusalem.Sudah sekitar dua tahun Yesus berada di tengah mereka. Yang menyambut Dia hanyapara gembala, kemudian Simeon dan Hana. Berita kelahiran Yesus tidak bergaunglebih luas. Dan, ketika Herodes dan penduduk Yerusalem mendengar pencarianorang Majus, bukannya bersukacita, mereka malah terkejut. Toh, hanya Herodes yangbereaksi keras atas berita itu. Merasa terancam oleh kehadiran bayi raja ini,ia pura-pura mencari tahu dan menyatakan ingin menyembah-Nya, padahal ia justruhendak membunuh-Nya!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apakah kehadiran Yesus sungguh-sungguhmendatangkan sukacita bagi kita? Ataukah kita merasakan kehadiran-Nya sebagaigangguan, atau bahkan ancaman, bagi kehidupan kita? Apakah kita condongmemprioritaskan Dia, atau malah berusaha menyingkirkan Dia di tengah kepadatanjadwal kita?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Mereka menyembah Dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mereka memberikan apa yang patut diterima olehseorang raja: Penyembahan. Setelah perjalanan yang jauh dan meletihkan itu,mereka sujud menyembah di hadapan Sang Bayi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Persembahan yang mereka sampaikan menegaskanpengenalan dan pengakuan mereka akan siapa sesungguhnya Bayi yang mereka sembahitu. Emas: pengakuan bahwa Dia itu Raja; kemenyan: pengakuan bahwa Dia adalahTuhan; mur: rempah untuk kematian, pengakuan bahwa Dia adalah Juruselamat yangakan mati untuk menebus dosa manusia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karena Dia itu Raja, Tuhan, dan Juruselamat, Dialayak menerima yang terbaik dari hidup kita. Apakah kita menyembah Dia karenaDia adalah Tuhan dan Allah? Atau kita mengharapkan Dia yang mendatangi kita,menjelaskan diri-Nya, membuktikan ketuhanan-Nya, menolong dan memberkati kita?Apakah Dia seperti motor yang menggerakkan dan mengarahkan kehidupan kita, ataulebih mirip dongkrak yang baru dikeluarkan ketika masalah muncul? Apakah kitahidup bagi Dia, atau hidup sendirian secara egois? Apakah kita memuliakan Dia,atau sibuk mengejar ambisi pribadi kita?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Mereka taat untukmengubah jalan hidup mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l2 level1 lfo4; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mereka menerima perintah yang berlawanan denganperintah Herodes, penguasa setempat, dan mereka menaati perintah itu. Merekalebih memilih untuk menaati Tuhan daripada menaati manusia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l2 level1 lfo4; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mereka membayar harga untuk taat. &lt;span lang="FI"&gt;Mereka taat kepada Tuhan dengan mempertaruhkankeselamatan mereka sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .25in; mso-list: l2 level1 lfo4; tab-stops: list .25in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kalaukita benar-benar pernah bertemu dengan Yesus, kehidupan kita tak ayal akan berubah.&lt;/span&gt;Sejauh mana Tuhan Yesus mengubah dan memengaruhi kita? &lt;span lang="FI"&gt;Maukah kita menaati-Nya meskipun keadaannya justruakan menyulitkan kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-2484574348770258293?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/2484574348770258293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/perjalanan-iman-orang-majus.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2484574348770258293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2484574348770258293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/perjalanan-iman-orang-majus.html' title='Perjalanan Iman Orang Majus'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-LQJVyU7I57Y/TtGA5m6kNJI/AAAAAAAAAXA/aozTT-6U8og/s72-c/magi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-4013960256178259427</id><published>2011-11-23T09:37:00.001+07:00</published><updated>2011-12-18T06:16:20.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu'/><title type='text'>4 Lagu Natal Populer: Kisah-Kisah di Baliknya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://romae.org/wp-content/uploads/2010/12/christmas-carol.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="363" src="http://romae.org/wp-content/uploads/2010/12/christmas-carol.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Silent Night.&lt;/b&gt; Kabar buruk itu muncul menjelang malam Natal 1818. Joseph Mohr, seorang pendeta Austria, diberi tahu bahwa organ di gerejanya rusak, dan perbaikannya memakan waktu lama sehingga organ itu tidak akan dapat dipakai untuk mengiringi ibadah malam Natal. Ia kebingungan. Natal tanpa iringan musik? Ia pun duduk menggubah lagu yang dapat dinyanyikan oleh paduan suara dengan iringan gitar. Ia menulis tiga bait yang bersahaja, namun dengan melodi yang kuat. Malam itu jemaat di gereja kecil itu menyanyikan “Still Nacht” (Malam Sunyi) untuk pertama kalinya. Karena organ yang rusak, kita mewarisi lagu Natal yang populer sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Joy to the World. &lt;/b&gt;Sebagai salah satu kidung Natal yang penuh sukacita, Joy to the World tidak menyebut-nyebut para gembala, nyanyian malaikat dan orang Majus. Fokusnya pada sukacita umat manusia karena kedatangan Kristus. Lagu ini merupakan parafrase bagian akhir Mazmur 88.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun semula merupakan lagu tentang perlindungan Yahwe atas umat pilihan-Nya dan penantian saat pemerintahan-Nya sebagai Raja atas seluruh bumi, Watts menggubahnya menjadi pujian Perjanjian Baru. Lagu ini memaparkan keselamatan yang dimulai sewaktu Allah menjelma menjadi Bayi di Betlehem, yang ditetapkan untuk menyingkirkan kutuk akibat kejatuhan Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liriknya berjudul &lt;i&gt;The Messiah's Coming and Kingdom&lt;/i&gt; (Kedatangan dan Kerajaan Sang Mesias) ketika dimuat dalam buku himne tahun 1719 oleh Isaac Watts. Musiknya digarap oleh Lowell Mason, musisi gereja Amerika, dengan menggunakan beberapa bagian oratorio termashyur George Frederick Handel, The Messiah, yang dimainkan pertama kali tahun 1742. Dari gabungan talenta sastrawan jenius Inggris abad ke-18, musisi besar kelahiran Jerman abad yang sama, serta pemimpin paduan suara dan pendidik dari Amerika abad ke-19, lahirlah salah satu himne besar dalam sejarah musik gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;O Little Town of Bethlehem. &lt;/b&gt;Phillips Brooks, pendeta Holy Trinity Church di Philadelphia, AS, pada 1865 melakukan perjalanan ke Tanah Suci—mengunjungi Betlehem pada Malam Natal dengan mengendarai kuda. Ketika mempersiapkan diri untuk kebaktian Natal 1868, ia teringat akan perjalanannya itu dan menulis 5 bait puisi yang kita kenal sebagai &lt;i&gt;O Little Town of Bethlehem&lt;/i&gt;. Ketika menulisnya, ia secara khusus teringat pada anak-anak kecil di gerejanya. Setelah menyelesaikan puisi itu, ia menyerahkannya kepada Lewis Redner, organis dan pengawas Sekolah Minggu gerejanya, memintanya menggubah musiknya. Pada 27 Desember 1868, tiga puluh enam anak menyanyikan lagu itu untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;O Come All Ye Faithful.&lt;/b&gt; Himne ini sangat terkenal, namun tidak ada yang mengetahui penulis lirik aslinya yang berbahasa Latin. Kebanyakan orang mengira lagu ini gubahan John Francis Wade (1711-1786), "yang hidup dari menyalin dan menjual kantata dan musik lainnya. Ia hidup di Douai, Prancis, yang ditinggali sebuah koloni besar orang Katolik Inggris di seputar kampus terkenal. Wade membuat semua salinan naskah yang dikenal selama 1746-1760. Entah kata-kata itu karyanya sendiri atau ia menyalin dari sumber yang telah hilang tidak diketahui; tidak dikenal pula siapa penggubah nada lagu itu. Kita hanya dapat menyimpulkan bahwa himne dan nada lagu ini muncul bersama-sama, dalam kebaktian Gereja Katolik Roma, sepanjang paruh pertama abad ke-18.” Lagu ini akhirnya tersebar luas dan digemari pula oleh kalangan Protestan. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-4013960256178259427?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/4013960256178259427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/kisah-kisah-di-balik-lagu-natal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/4013960256178259427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/4013960256178259427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/kisah-kisah-di-balik-lagu-natal.html' title='4 Lagu Natal Populer: Kisah-Kisah di Baliknya'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-7899014663364203031</id><published>2011-11-04T15:19:00.001+07:00</published><updated>2011-11-04T15:20:19.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Membaca Adikarya</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bacaan: Yesaya 6&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Dalam tahun matinyaraja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, danujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.&lt;/i&gt; (Yesaya 6:1)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya takjub ketika membaca &lt;i&gt;Les Misérables&lt;/i&gt; karya Victor Hugo, salah sau novel terbaik sepanjangmasa. Penggambaran watak tokohnya amat detail dan konfliknya begitu memikat.Pengalaman itu mengajarkan paling tidak dua hal. Pertama, kerendahan hati:kecil sekali kemungkinannya saya mampu menggarap karya seelok itu. Kedua, meningkatkancitarasa sastrawi, membuat saya ingin membaca lebih banyak adikarya lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yesaya mengalami hal yang jauh lebih hebat dari membacanovel adikarya: ia memandang kemuliaan Tuhan! Dan pengalaman dahsyat itumengubah hidupnya secara radikal. Menyaksikan kemuliaan Tuhan yang Mahakudus,segera ia tersadar akan kenajisannya sebagai makhluk berdosa (ay. 5).Syukurlah, kemuliaan Tuhan itu sekaligus menjadi jawaban bagi keberdosaannya:perjumpaan ilahi &amp;nbsp;itu menyucikan dirinya(ay. 6-7). Berbekal pengudusan dan kerendahan hati, Yesaya pun siap menjadiutusan Tuhan (ay. 8), menjalankan amanat-Nya (ay. 9-13).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagaimana kita melawan dosa? Cobalah membaca satu ataubeberapa ayat yang memaparkan kemuliaan Tuhan. Hapalkanlah. Renungkanlah.Percayailah kebenarannya. Biarlah firman itu memenuhi pikiran dan hati kita.Mintalah pertolongan Roh Kudus untuk mengingatnya kembali di tengah kesibukansehari-hari dan memunculkan ide untuk penerapannya. Firman itu tak ayal akanmeningkatkan citarasa rohani kita, menguatkan kita untuk menepiskan tipu dayadosa, dan membuat kita lebih merindukan kemuliaan Tuhan daripada kesenanganduniawi, siap menjadi utusan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;PERJUMPAAN DENGANKEMULIAAN TUHAN&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;MELEMAHKAN DAYA PIKATDOSA DALAM HIDUP KITA&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-7899014663364203031?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/7899014663364203031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/membaca-adikarya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7899014663364203031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7899014663364203031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/11/membaca-adikarya.html' title='Membaca Adikarya'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-8150572749459257177</id><published>2011-10-22T15:54:00.001+07:00</published><updated>2011-10-22T15:54:51.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mutiara di Kubangan Babi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Dalam hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.&lt;/em&gt;&amp;nbsp;| Filipi 1:15-19&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Aku heran bahwa kamu begitu lekas berbalik dari Dia yang dalam anugerah Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepadamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, sekarang kukatakan sekali lagi: Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.&lt;/em&gt;&amp;nbsp;| Galatia 1:6-9&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara seiman di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di sana pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. Orang-orang Yahudi di kota itu lebih terbuka hatinya daripada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. Karena itu, banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antaranya adalah orang Yunani yang terkemuka, baik perempuan maupun laki-laki.&lt;/em&gt;&amp;nbsp;| Kisah Para Rasul 17:10-12&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;Refleksi:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;Paulus tampaknya tidak terlalu memedulikan niat atau motivasi orang dalam memberitakan Kristus. Baginya, yang terpenting, yang mereka beritakan itu memang sungguh-sungguh Kristus dan Injil-Nya, kebenaran dan kabar baik-Nya. Kebenaran, dengan demikian, sekalipun terlontar dari mulut yang tidak ikhlas dan tercemari oleh motivasi yang palsu, akan tetap kalis dan menghasilkan buah kebenaran bagi siapa saja yang menerimanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;Sebaliknya, sekalipun orang itu sangat terpandang—sekalipun itu malaikat dari surga!—jika berita yang disampaikannya memutarbalikkan Injil Kristus, Paulus tidak segan-segan membaptisnya dengan istilah yang amat sangat mengerikan: Terkutuk!&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;Kasus di Berea merupakan sebuah contoh menarik. Pelayanan Paulus saat itu sudah lumayan termashyur, dan orang Berea menyambut pelayanannya. Mereka menerima pemberitaan Paulus dengan segala kerelaan hati—tetapi apakah mereka menelannya begitu saja? Tidak! Mereka menyelidiki Kitab Suci untuk melihat apakah pengajaran Paulus selaras dengan ajaran kebenaran. Apakah Paulus jengkel, menganggap mereka lancang, dan mencela mereka? Justru sebaliknya! Mereka dipuji sebagai “lebih terbuka hatinya daripada orang-orang Yahudi di Tesalonika”!&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;Jadi, sebagai pembicara dan pembawa berita, tugas utama kita adalah memastikan bahwa kita sungguh-sungguh menyampaikan berita kebenaran Injil Kristus. Di sisi lain, sebagai pendengar dan penerima berita, tugas utama kita adalah mengenali apakah berita yang kita dengar itu sungguh-sungguh kebenaran Injil Kristus, bukannya menerka-nerka niat atau motivasi si pembicara. Mutiara, sekalipun terkubang dalam muntahan babi, tetap mutiara, bukan?&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;Dan, kepalsuan memperbudak; kebenaran memerdekakan. ***&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-8150572749459257177?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/8150572749459257177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/10/mutiara-di-kubangan-babi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8150572749459257177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/8150572749459257177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/10/mutiara-di-kubangan-babi.html' title='Mutiara di Kubangan Babi'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-3252897431007553825</id><published>2011-10-14T10:10:00.000+07:00</published><updated>2011-10-14T10:10:52.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bung Karno Minta Maaf</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bacaan: Lukas 22:24-30&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Tetapi kamu tidaklahdemikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yangpaling muda dan pemimpin sebagai pelayan.&lt;/i&gt; (Lukas 22:26)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Tyn57BcPbe0/TpeoFLcbIWI/AAAAAAAAAWo/5N_v6Dm6cbY/s1600/Saelan-Bung-Karno-200x125.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-Tyn57BcPbe0/TpeoFLcbIWI/AAAAAAAAAWo/5N_v6Dm6cbY/s1600/Saelan-Bung-Karno-200x125.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ini kisah Maulwi Saelan, salah satu mantan ajudan Bung Karno(BK). Suatu hari ia berbantah-bantahan dengan BK. "Kalau marah, mata BungKarno merah. Ia langsung masuk kamar," katanya. Tak lama kemudian BK keluarkamar dan memanggil Maulwi. "&lt;i&gt;Komm jehier maar&lt;/i&gt; (Kemarilah kamu)," kata BK. "Mampus, saya pastidipecat," pikir Maulwi. Apa yang terjadi? "Kamu benar, maafkansaya," kata BK meminta maaf pada Maulwi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mengakui kesalahan dan meminta maaf bukanlah perkara yangmudah untuk dilakukan, terlebih jika yang bersalah itu seorang pemimpin.Seperti para murid Yesus, kebanyakan kita mengaitkan kepemimpinan dengankedudukan terhormat, kekuasaan besar, dan kekebalan terhadap kesalahan.“Peraturan pertama: Bos tidak pernah salah. Peraturan kedua: Jika bos salah,lihat peraturan pertama,” kata sebuah guyon.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yesus menjungkirbalikkan pandangan itu. Dia menakarkebesaran seorang pemimpin menurut kerendahan hati dan kesediaannya untukmelayani. Orang yang rendah hati tidak akan bersikap membenarkan diri. Iamenyadari dirinya toh masih manusia yang mungkin saja khilaf. Ia akan menjalankantanggung jawab kepemimpinannya dengan mengandalkan bimbingan Tuhan dan tidakmenutup diri terhadap masukan dan koreksi dari sesama. Kesediaan untuk memintamaaf ketika melakukan kesalahan, dengan demikian, menandakan kebesaran hati sipemimpin.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dalam taraf tertentu, kepada kita masing-masing dipercayakankepemimpinan. Apakah kita pemimpin yang rendah hati dan mau melayani? ***&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;JIWA YANG KERDILMELEMPARKAN KESALAHAN PADA ORANG LAIN,&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;JIWA YANG BESARMENGAKUI KESALAHAN DAN MEMINTA MAAF&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-3252897431007553825?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/3252897431007553825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/10/bung-karno-minta-maaf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3252897431007553825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/3252897431007553825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/10/bung-karno-minta-maaf.html' title='Bung Karno Minta Maaf'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Tyn57BcPbe0/TpeoFLcbIWI/AAAAAAAAAWo/5N_v6Dm6cbY/s72-c/Saelan-Bung-Karno-200x125.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-7290231542025700383</id><published>2011-10-11T10:32:00.001+07:00</published><updated>2011-10-11T10:32:41.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ketika Kita Berdosa...</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Dalam Kristus, ketika kita terjatuh ke dalam dosa, kita tidak kehilangan persekutuan dengan Roh Kudus. Roh Kudus diam di dalam diri kita dan menyertai kita selama-lamanya. Jika Dia meninggalkan kita, berarti Yesus berdusta, dan siapa pula yang akan menolong kita untuk bertobat dan meninggalkan dosa itu? Masakan kita sekarang harus berusaha dengan kekuatan kita sendiri? Mana mampu kita!&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Juga, ketika kita bertobat dan mengakui dosa, kita melakukannya bukan untuk mendapatkan pengampunan Tuhan. Masalah pengampunan dosa sudah diselesaikan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib--satu kali untuk selama-lamanya. Ketika kita berbuat dosa, Roh Kudus akan menginsyafkan; bukan untuk menghukum, melainkan untuk membawa kita kembali kepada Tuhan. Dan, kita pun merespon, "Benar, Bapa, maaf, aku telah salah jalan. Aku tidak menaati bimbingan-Mu, tetapi memilih mengikuti keinginan daging. Terima kasih karena Engkau sudah mengingatkan aku. Sekarang aku mau kembali mengikuti-Mu, tuntunlah aku di jalan-Mu yang benar."&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Betapa indahnya hidup dengan Penolong selembut Dia!&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-7290231542025700383?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/7290231542025700383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/10/ketika-kita-berdosa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7290231542025700383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/7290231542025700383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/10/ketika-kita-berdosa.html' title='Ketika Kita Berdosa...'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-2329182195199748291</id><published>2011-10-06T20:54:00.000+07:00</published><updated>2011-10-06T20:55:15.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Belajar Antikorupsi dari Keluarga Ingalls</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter" src="http://scrapetv.com/News/News%20Pages/Entertainment/images-6/Little-House-On-The-Prairie.jpg" alt="" width="474" height="367" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Kalau anak-anak ayam itu bisa mereka pelihara dengan baik, kalau tidak diganggu oleh elang atau cerpelai atau rubah, beberapa ekor di antaranya akan menjadi induk ayam. Setahun kemudian induk-induk ayam itu akan bertelur, kemudian telur-telur itu bisa ditetaskan. Dua tahun kemudian mereka akan bisa menikmati ayam panggang.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="right"&gt;&lt;span&gt;--Laura Ingalls Wilder, &lt;em&gt;Kota Kecil di Padang Rumput&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Muncul rasa haru dan kagum ketika membaca kutipan kisah keluarga Ingalls ini. Menunggu selama dua tahun sebelum dapat menikmati ayam panggang buatan sendiri? Saya tertegun. Mungkin ini yang hilang di tengah masyarakat yang dikepung kecanggihan teknologi: waktu untuk memberi kesempatan sesuatu berkembang secara wajar dan alamiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Produk apa sekarang yang perlu kita tunggu sampai dua tahun ketika kita sudah bisa menikmati siaran langsung dari belahan dunia yang lain? Dan apakah masih ada gunanya ditunggu selama dua tahun?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kita ambil contoh: iPad. Apa jadinya kalau kita menunggu dua tahun lagi? Apakah produk itu masih tetap sama atau sudah bertambah canggih sehingga produk keluaran saat ini tampak sebagai barang jadul (jaman dulu alias ketinggalan jaman).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Contoh lain: dalam dua tahun kita mungkin bisa menabung sejumlah sepuluh juta. Tetapi, apakah nilai sepuluh juta itu tetap sama dua tahun lagi? Jangan-jangan terjadi inflasi sehingga nilainya menurun. Jangan-jangan produk yang kita inginkan sudah tidak diproduksi. Jangan-jangan sudah disambar orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lalu, kita ingin meraup produk yang kita inginkan selagi masih hangat. Secepat-cepatnya. Kalau bisa sekarang, kenapa mesti menunggu dua tahun lagi? Kalau tidak bisa tunai, apa salahnya mencicil? Kita menjadi konsumen yang bergegas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Omong-omong, apa hubungannya semuanya ini dengan budaya korupsi? Mungkin tidak ada. Atau, bisa jadi sangat berkaitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Budaya instan, yang menggoda kita untuk melepaskan kesabaran, yang mengusik kita untuk tidak puas, membuka pintu pada tawaran untuk menempuh jalan pintas. Dengan menginjak hati nurani, sebagian orang segera menjemba kesempatan untuk memperoleh penghasilan secara cepat dengan prosedur yang tidak wajar. Yang tidak cepat, yang tidak melanggar aturan, tidak kebagian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Keluarga Ingalls ingin mengirim Mary yang buta ke sekolah khusus bagi penyandang tunanetra. Namun, mereka harus menunggu biaya terkumpul. Pa bekerja di kota. Ma bahu-membahu menyelesaikan urusan di rumah. Laura ingin sekali membantu mengumpulkan biaya sekolah Mary. Sampai suatu hari ia mendapatkan tawaran untuk bekerja di kota. Tetapi, siapa yang akan mengerjakan tugasnya di rumah? Carrie menawarkan diri untuk menggantikan Laura.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kisah mereka menawarkan nilai-nilai ketekunan, kesabaran, kerja sama, dan kesediaan untuk bekerja keras. Untuk bersyukur. Untuk menikmati dan merayakan hari demi hari tanpa dikejar-kejar oleh ketergesaan. Dengan penuh harapan. Laura menulis, “Masa-masa menggembirakan akan datang. Dengan begitu banyak kesibukan, dan begitu banyak harapan, hari-hari rasanya terbang dengan cepat.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Memang sebuah tantangan tersendiri di tengah zaman yang bergerak serbacepat ini untuk belajar menahan diri dan bersabar. Untuk tidak tergoda bersikap asal cepat, asal kebagian. Banyak hal berharga yang hilang ketika anak tidak sempat melihat bagaiman sebuah kue disiapkan, namun bisa langsung memesan dari toko kue.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dapatkah keluarga, alih-alih menyeret anak ke dalam arus budaya instan, menjadi ajang untuk menanamkan lagi nilai-nilai berharga itu bagi anak-anak sejak dini? Nilai-nilai yang mudah-mudahan memperkuat mereka untuk tangguh menolak godaan untuk berkorupsi. ***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-2329182195199748291?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/2329182195199748291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/10/belajar-antikorupsi-dari-keluarga.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2329182195199748291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2329182195199748291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/10/belajar-antikorupsi-dari-keluarga.html' title='Belajar Antikorupsi dari Keluarga Ingalls'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-1927622024274379557</id><published>2011-09-30T07:23:00.000+07:00</published><updated>2011-10-02T08:45:45.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Sabat, Diet, Sunat, dan Persepuluhan</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;SABAT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Kejadian 2:2-3&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Taurat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Keluaran 20:8-11&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Perjanjian Baru&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Markus&amp;nbsp; 2:27-27&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Ibrani 4:9-10&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Kisah Para Rasul&amp;nbsp; 20:7&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. [“Hari pertama dalam minggu itu” bukanlah hari Sabat, yang merupakan hari terakhir setiap minggu dalam kalender Ibrani, melainkan hari Minggu, perayaan kebangkitan Kristus.]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kesimpulan: SABAT DIGANTI DENGAN SABAT YANG LEBIH MULIA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;DIET&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pra-Taurat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Kejadian 1:29&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Kejadian 9:3-4&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Taurat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Imamat 11&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Daftar binatang halal dan haram.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Perjanjian Baru&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Matius 15:11&lt;/em&gt;&amp;nbsp;"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Kisah Para Rasul 15:20&lt;/em&gt;&amp;nbsp;tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;1 Timotius 4:4-5&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah itu baik, dan tidak ada satu pun yang harus dianggap haram kalau sudah diterima dengan ucapan terima kasih kepada Allah. Sebab berkat dari Allah dan doa membuat makanan itu menjadi halal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kesimpulan: DIET DIGANTI DENGAN DIET YANG LEBIH MULIA.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;SUNAT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pra-Taurat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Kejadian 17:10&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu [Abraham] serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Taurat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Bangsa Israel meneruskan tradisi sunat dari Abraham. Orang asing yang disunat akan dianggap orang Israel asli (Keluaran 12:48). Tetapi, dalam hukum Taurat tidak ada petunjuk khusus tentang pelaksanaan sunat. Malah sudah ada peringatan ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Ulangan 10:16&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Sebab itu sunatlah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;hatimu&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Perjanjian Baru&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Kolose&amp;nbsp; 2:11&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kesimpulan: SUNAT DIGANTI DENGAN SUNAT YANG LEBIH MULIA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;PERSEPULUHAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pra-Taurat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Kejadian 14:20&lt;/em&gt;&amp;nbsp;“... dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. [Abram, bukan Abraham—ini sebelum Tuhan mengikat perjanjian dengannya.]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Kejadian 28:22&lt;/em&gt;&amp;nbsp;“Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu." [Yakub; sebuah komitmen. Apakah Yakub memenuhi komitmennya ini, Kitab Suci tidak mencatatnya.]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Taurat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Imamat&amp;nbsp; 27:30&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan masih banyak lagi ayat lain.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Perjanjian Baru&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Lukas 6:38&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. [Ayat ini sebenarnya dalam konteks penghakiman dan pengampunan, bukan persembahan.]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;Markus 12:43-44&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” [&lt;em&gt;Catatan:&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Dalam PL, orang miskin/janda tidak diwajibkan membayar persepuluhan, malah menerima bagian dari persepuluhan itu, misalnya Ulangan 26:12.]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;em&gt;2 Korintus 8-9&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Sepuluh Prinsip Persembahan Kristen (John Stott,&amp;nbsp;&lt;em&gt;The Living Church&lt;/em&gt;, BPK Gunung Mulia, 2008):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="padding-bottom: 0px; padding-left: 25px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen adalah suatu ungkapan rahmat Allah (8:1-6).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen dapat menjadi suatu charisma, yaitu karunia Roh Kudus (8:7).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen diilhami oleh salib Kristus (8:8-9).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen adalah persembahan yang proporsional (8:10-12).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen menyumbang pada kesetaraan (8:13-15).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen harus diawasi secara teliti (8:16-24).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen dapat dibangkitkan dengan sedikit persaingan sehat (9:1-5).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen menyerupai tuaian (9:6-11a).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen memiliki makna simbolis (9:13).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Persembahan Kristen menyuburkan ucapan syukur kepada Tuhan (9:11b-15).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kesimpulan: PERSEPULUHAN DIGANTI DENGAN PERSEMBAHAN YANG LEBIH MULIA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Catatan tambahan:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Hukum Taurat =&amp;gt; Imamat Suku Lewi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Perjanjian Baru =&amp;gt; Imamat Yesus Kristus, dari Suku Yehuda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Imamat yang baru; hukum yang baru: yang lebih mulia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kesimpulan Petrus, dalam konsili di Yerusalem, tentang peralihan dari hukum Taurat ke Perjanjian Baru: “Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” (Kisah Para Rasul 15:10-11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-size: 11px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-1927622024274379557?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/1927622024274379557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/09/sabat-diet-sunat-dan-persepuluhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1927622024274379557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1927622024274379557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/09/sabat-diet-sunat-dan-persepuluhan.html' title='Sabat, Diet, Sunat, dan Persepuluhan'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-706889098127967639</id><published>2011-09-27T09:01:00.000+07:00</published><updated>2011-09-27T12:19:08.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Si Bungkuk di Rumah Tuhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.womeninthebible.net/wpe2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="229" src="http://www.womeninthebible.net/wpe2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Dunia pada masa Yesus adalah dunia kaum laki-laki; kaum perempuan hanyamenumpang di ruang belakang. Di luar urusan domestik, peran dan kehadiranmereka tidak begitu diperhitungkan. Mereka tidak memiliki tempat di ruangpublik atau keagamaan. Posisi mereka tidak lebih baik dari budak dan anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Para pemuka agama saat itu mengembangkan teologi yang hitam putih.&amp;nbsp;Setiap orang menerima balasan setimpaldengan perbuatannya. Kekayaan, kesehatan, dan kekuasaan, dengan demikian,menandakan bahwa engkau orang yang diberkati. Sebaliknya, orang miskin danorang sakit menanggung sengsara karena terkena laknat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Di tengah masyarakat seperti itu, masalahnya jadi berlipat.Pertama, ia seorang perempuan. Kedua, ia kena penyakit. Radang sendi akutmembuat punggungnya bungkuk. Orang menganggapnya kerasukan roh jahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Betapa dunianya terguncang saat sengatan rasa nyeri mulaimenjalari tulang belakangnya. Entah cepat entah lambat, tulang-tulangpunggungnya serasa melebur, lalu menyatu, lalu menggumpal, lalu mengeras. Kinitak mampu lagi ia berdiri tegak, tak bisa leluasa memandang ke sekeliling. Iakesulitan untuk memandang ke depan, apalagi ke atas. Ia terpaksa berjalandengan senantiasa tertunduk: memandangi debu. Memandangi keterpurukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.womeninthebible.net/Spinal-deformity.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="http://www.womeninthebible.net/Spinal-deformity.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Penderitaan fisik itu mungkin tak seperih penderitaan batin yangmesti ditanggungnya. Orang kini lebih suka menyingkir menjauhinya, tetapisekaligus melemparkan lirikan tajam penuh tuduhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;“Dosa apa yang sudah dilakukannya sampai bernasib seburuk itu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Dan pertanyaan-pertanyaan itu memantul pada malam-malam gelapketika ia sulit tidur: “Mengapa aku? Apa salahku? Apakah aku tidak cukup berbuatbaik? Kejahatan apa yang sudah kulakukan? Apa yang membuat Tuhan marah sepertiini kepadaku? Mengapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Tak ada jawaban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Toh pada hari Sabat ia masih tertatih-tatih ke rumah ibadah. Mungkinsambil merintih tertahan. Ia tetap pergi. Ke rumah Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Ironisnya, di tempat yang semestinya menawarkan pengharapan itu,ia makin merasakan keterkucilannya. Sebagai perempuan, ia harus duduk di cerukyang jauh dan terpisah dari kaum laki-laki. Mungkin ia harus diam-diam menyusupke dalam untuk menghindari tatapan orang. Atau, mungkin orang-orang di rumahibadah itulah yang lama-kelamaan tak mengacuhkan kehadirannya. Dan, seakan-akanitu semua belum cukup buruk: Alih-alih menerima siraman warta penghiburan, aruspengajaran yang timpang makin menyudutkan keberadaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Toh, ia tetap rajin datang pada hari Sabat. Sepanjang delapanbelas tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Apa yang membuatnya bertahan? Mengapa ia tetap gigih mencariTuhan? Apakah karena ia pernah mendengarkan bacaan Kitab Suci tentang Tuhanyang akan menegakkan orang yang tertunduk? Apakah ia terkesan oleh kisah Ayub,dan berharap suatu saat Tuhan entah bagaimana akan menampakkan diri kepadanyadan membereskan masalahnya? Ataukah ia sekadar pasrah, tak tahu juga mestiberbuat atau berharap apa lagi, dan datang ke tempat ibadah hanya karena kebiasaan?Barangkali, baru belakangan ini ia mendengar ada seorang rabi yang melayaniberkeliling dan mampu menyembuhkan penyakit dan mengusir roh jahat, danpengharapannya pun kembali merekah. Barangkali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Tabib Lukas tidak membeberkan detail lebih lanjut. Kita hanyadapat menerka-nerka. Namun, untuk seorang perempuan yang bungkuk selama delapanbelas tahun dan masih menginjakkan kaki di rumah ibadah yang mengabaikannya,saya hanya dapat menyematkan satu sebutan padanya: Tabah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Dan, kisahnya menjadi semacam tamparan pedas di pipi saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Bagaimana dengan diri saya? Tak perlu pengajaran yangtak seimbang, sedikit konflik saja tak jarang sudah membuat saya gerah. Pengabaiandan perselisihan sebesar apa yang sudah cukup untuk membuat saya siap angkatkaki dari gereja dan berhenti mencari Tuhan? Akankah saya tetap setia untuk menunggucampur tangan-Nya?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 5.0pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;Seandainya perempuan itu muncul di hadapan saya saat ini, saya akanmenjura dengan penuh hormat kepadanya. Dalam diri perempuan tabah ini, saya menemukansatu lagi sosok pahlawan iman. ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-706889098127967639?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/706889098127967639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/09/bungkuk-18-tahun.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/706889098127967639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/706889098127967639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/09/bungkuk-18-tahun.html' title='Si Bungkuk di Rumah Tuhan'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-1462418984917260518</id><published>2011-09-19T09:27:00.000+07:00</published><updated>2011-09-27T09:03:21.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngudarasa'/><title type='text'>Bermain Kreatif, Bermain Imajinatif</title><content type='html'>&lt;img alt="" class="aligncenter" height="421" src="http://www.godofstyle.com/wp-content/uploads/2009/04/kids-playing.jpg" width="560" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebuah artikel di &lt;em&gt;New York Times&lt;/em&gt; menyoroti berkurangnya kebersamaan dalam keluarga. Banyak keluarga menghabiskan waktu secara &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;—asyik dengan handphone masing-masing, membuka situs sendiri-sendiri, menonton acara yang berbeda-beda—bahkan saat mereka bersama-sama. Kecenderungan ini bukan hanya membuat Anda kehilangan waktu dan bimbingan yang berharga, namun juga memperburuk kesehatan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Salah satu akibatnya adalah obesitas. Menurut statistik 18% remaja di AS mengalami obesitas, bukan sekadar kelebihan berat badan. Untuk anak 6-12 tahun, angkanya lebih tinggi: 20%. Anak yang menderita obesitas lebih rentan untuk depresi, minder, suka mengucilkan diri, dan murung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tentu saja, masalah sesungguhnya bukanlah perkembangan teknologi yang kian canggih. Pokok persoalannya ada pada pola pengasuhan anak. Sebuah penelitian pada 2011, misalnya, mengaitkan obesitas pada anak dengan pekerjaan ibu—makin lama ibu bekerja di luar rumah, makin besar kemungkinan anaknya mengalami obesitas. Kurangnya waktu bersama menghilangkan kesempatan bagi si anak untuk mendapatkan bimbingan dan wawasan, bukan hanya dalam bidang moral atau akademis, namun juga dalam dasar-dasar kehidupan yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Anak kita memerlukan contoh yang baik dalam mengembangkan kebiasaan makan, memilih makanan sehat, serta bermain dan berolahraga. Dan kita perlu melakukan semuanya ini bersama-sama, dengan anak-anak kita, jika kita menginginkan mereka berhasil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bagaimana mengembangkan kehidupan yang lebih sehat?&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Rebecca Hagelin&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;menyarankan agar s&lt;/em&gt;&lt;span lang="SV"&gt;etiap keluarga pelu berkomitmen untuk makan bersama beberapa kali setiap minggu dan meluangkan waktu yang setara untuk melakukan kegiatan fisik (bermain dan berolahraga) bersama-sama. Kata kuncinya adalah keseimbangan—waktu yang diluangkan untuk beraktivitas fisik menyeimbangkan waktu yang digunakan untuk makan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saat ini kita akan secara khusus menyoroti aspek bermain. Bermain kadang-kadang terasa sebagai suatu kemewahan. Mobil-mobilan yang bagus harganya bisa ratusan ribu rupiah. Begitu juga boneka Barbie. Atau, berapa biaya yang harus dikeluarkan kalau seminggu sekali satu keluarga pergi ke TimeZone?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pertanyaannya: Mengapa harus yang mahal? Tidak sedikit permainan yang murah, bahkan bisa jadi gratis, namun tak kalah memikat dan menantang kreativitas. Untuk anak balita, misalnya, permainan yang sangat bagus bagi mereka justru permainan yang sederhana: balok-balok polos, kertas kosong, satu pak krayon. Peralatan yang sederhana itu justru membuka daya imajinasi mereka untuk bereksplorasi seluas-luasnya. Saat anak kami masih kecil, misalnya, saya suka mengajak mereka bermain dengan bantal dan guling. Bantal dan guling bisa menjadi apa saja—dinosaurus, kuda, mobil, atau gua tempat berlindung. Tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra, tetapi kami bisa tertawa bersama, dan daya kreatif dan imajinasi anak saya terpantik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Berjalan-jalan di kompleks perumahan atau di perkampungan dan memperhatikan keadaan alam juga sebentuk permainan yang mengasyikkan. Tidak perlu memikirkan biaya ekstra. Cukup gali dan daya gunakan sumber daya yang sudah berlimpah di sekitar kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Masa kanak-kanak adalah masa terbaik untuk meletakkan landasan bagi pengembangan daya kognitif, afektif, dan psikomotorik mereka. Anak-anak juga sangat memerlukan aktivitas yang menuntut mereka untuk banyak bergerak, yang sangat bagus bagi perkembangan dan kebugaran fisik mereka. Aktivitas yang beragam dan seimbang akan mengembangkan masing-masing ranah tersebut secara optimal. Ajaklah mereka bermain!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;“Anak-anak membantu kalau diminta, tapi biasanya mereka bermain-main saja: itulah kewajiban anak-anak yang paling utama,” kata Paulo Coelho.&lt;/span&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-1462418984917260518?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/1462418984917260518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/09/bermain-kreatif-bermain-imajinatif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1462418984917260518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/1462418984917260518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/09/bermain-kreatif-bermain-imajinatif.html' title='Bermain Kreatif, Bermain Imajinatif'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-6282369837174558565</id><published>2011-08-28T17:07:00.000+07:00</published><updated>2012-01-01T21:02:58.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kontrol Itu Sebuah Ilusi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-K9bgEdW45ec/TloSv_w9JRI/AAAAAAAAAWY/fxbJuhyHZSk/s1600/WITH.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-K9bgEdW45ec/TloSv_w9JRI/AAAAAAAAAWY/fxbJuhyHZSk/s320/WITH.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Control is an illusion.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt; Kontrol itu sebuah ilusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Saya tersentak ketika membaca kalimat itu dalam buku Skye Jethani, &lt;i&gt;With: Reimagining the Way You Relate to God&lt;/i&gt;. Beberapa minggu belakangan, khotbah yang saya dengar menekankan pentingnya “mengontrol lingkungan rohani” untuk mendukung pertumbuhan rohani. Seperti pada rumah kaca, dengan lingkungan yang terkontrol, orang dapat menumbuhkan kebun tropis di daerah bermusim empat. Begitu juga dengan kehidupan rohani kita. Jika kita mengontrol kehidupan rohani dengan prinsip-prinsip alkitabiah, tak ayal kita akan bertumbuh secara sehat. Seperti pohon di Mazmur 1, kita akan berbuah pada musimnya, dan apa saja yang kita lakukan pasti akan berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Semula saya manggut-manggut, rasanya tak ada masalah dengan jalan pemikiran itu. Namun, kalimat itu memunculkan pertanyaan: Benarkah kita memegang control sebesar itu atas hidup kita? Jethani mencucukkan jarum pada balon pengharapan yang menggelembung itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Jethani memaparkan bahwa berbagai hasrat untuk mengontrol hanyalah variasi dari pemberontakan kita terhadap Allah. Allah menawarkan hubungan persekutuan yang penuh kasih dengan manusia, namun, dimulai sejak peristiwa di Taman Eden, manusia memilih untuk mengambil alih kontrol atas hidupnya. Parahnya, kudeta ini kerap terselubungi dalam bentuk ibadah. Alih-alih menjadikan hubungan dengan Allah sebagai tujuan utama, manusia mengembangkan sejumlah postur ibadah yang sejatinya bermaksud menggunakan Allah sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadinya. Jethani menyebutnya sebagai &lt;i&gt;hidup di bawah Allah, hidup di atas Allah, hidup dari Allah&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;hidup untuk Allah.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;“&lt;i&gt;Hidup di bawah Allah&lt;/i&gt; berusaha mengontrol dunia dengan memastikan berkat Allah melalui ritual dan/atau moralitas. Apa lagi cara yang lebih baik untuk mengontrol dunia selain mengontrol Allah yang menciptakannya? &lt;i&gt;Hidup di atas Allah&lt;/i&gt; menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda. Postur ini mendayagunakan hukum-hukum alam atau prinsip-prinsip ilahi yang disarikan dari Alkitab untuk menolong kita menghadapi tantangan hidup. Ingin terhindar dari musibah? Aturlah kehidupan Anda menurut prinsip-prinsip Allah. &lt;i&gt;Hidup dari Allah&lt;/i&gt; terutama berkenaan dengan kelangkaan—tidak memiliki persediaan yang cukup. Timbunlah kekayaan, kesehatan, dan kemahsyuran secukupnya, dan Anda pun akan dapat mengisolasi diri dari malapetaka yang menimpa orang lain. Dan semua komoditas itu paling baik jika diperoleh &lt;i&gt;dari&lt;/i&gt; Allah. &lt;i&gt;Hidup bagi Allah&lt;/i&gt;, seperti tergambar pada diri anak sulung dalam perumpamaan Yesus, berusaha memeras kemurahan Allah melalui pelayanan yang setia. Asalkan kita mencetak pencapaian yang cukup mengesankan &lt;i&gt;bagi&lt;/i&gt; Allah, Dia pasti akan memberkati dan melindungi Anda,” tulis Jethani. Semua postur ini memiliki satu kesamaan: Manusialah yang memegang kontrol, dan Allah hanya menjadi alat untuk mencapai tujuan. Semuanya melumpuhkan dan mematikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Adakah visi hidup yang lain? Bagaimana kita dapat dimerdekakan dari hasrat untuk memegang kontrol ini? Skye Jethani menyebutnya sebagai &lt;i&gt;hidup dengan Allah&lt;/i&gt;. Ini berarti kembali ke visi Allah mula-mula, mengundang manusia ke dalam hubungan pribadi dengan-Nya, ke dalam pengenalan dan pengalaman pribadi akan Dia. Hubungan pribadi dengan Allah inilah yang semestinya menjadi sauh rasa aman terkuat, sukacita tak tepermanai, kepuasan hati terdalam, dan sasaran pencapaian tertinggi. Segala sesuatu yang lain—dalam dinamika iman, pengharapan, dan kasih—hanyalah sarana untuk mempererat hubungan dan pengalaman pribadi dengan Allah tersebut, agar kita menjadi makin serupa dengan gambaran Anak-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Tentang hubungan dengan Allah ini, saya sangat tertolong oleh analogi pemain sirkus yang dikutip Jethani dari pengalaman Henri Nouwen. Seumpama pemain akrobat di sirkus, iman adalah ketika kita memilih untuk melepaskan pegangan, melepaskan kontrol. Pengharapan adalah ketika kita berakrobat di udara menantikan sang penangkap menjemba kita. Dan kita mengalami kasih secara indrawi ketika kita telah tertangkap dan berayun-ayun bersama dengan sang penangkap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Sang Penangkap dalam hidup kita tidak lain adalah Allah. Dialah Pemegang Kontrol Utama. Dan Sang Penangkap itu adalah Kasih. Kasih tidak berkesudahan. Kasih tidak pernah gagal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Namun, jika kita membayangkan pengalaman “berayun-ayun dalam pegangan Allah” sebagai hidup yang serbabahagia, serbasehat, serbamakmur, serbasukses, kita kembali terpelintir. Kita masuk ke dalam siklus pemberontakan lagi: berusaha mengontrol hasil dari hubungan kita dengan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Kehidupan Martin Luther King Jr. menyodorkan sebuah contoh yang menggugah. Di luar rencananya, ia terpilih sebagai ketua pemboikotan warga kulit hitam. Segera saja berbagai surat dan telepon penuh kebencian menyerbu rumahnya. Sampai suatu malam, sebuah telepon ancaman pembunuhan membuatnya serasa lumpuh oleh ketakutan. Suara si pendakwa menggedor sengit ke dalam jiwanya, mengintimidasinya agar menyerah. Apa yang membebaskannya dari cekaman ketakutan? Suara Sang Gembala yang meneguhkan, “Berdirilah untuk kebenaran. Berdirilah untuk keadilan. Dan lihatlah, Aku akan menyertaimu sampai akhir zaman.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Dengan peneguhan itu, ia bangkit dalam iman, dan bergerak mematuhi khotbah Yesus di bukit: menolak untuk melawan kekerasan dengan kekerasan, melainkan memilih untuk merengkuh dan mengasihi musuh. Apa buah yang dipetiknya? Ia ditembak mati dalam usia yang masih sangat belia: 39 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Dunia menyebutnya sebagai kematian yang tragis. Mereka yang sinis dapat menuding: Tuhan mengingkari janji—mana penyertaan dan perlindungan-Nya? Akan tetapi, dunia tidak tahu: tubuh dapat binasa secara mengenaskan, namun jiwa orang benar senantiasa aman dalam pelukan kekal Allah. Maut tak berdaya memisahkan kita dari kasih-Nya. Dalam semuanya itu, kendatipun dunia memandangnya sebagai kekalahan, bersama dengan Allah kita menjadi lebih dari orang-orang yang menang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Jadi, satu-satunya “kontrol” yang paling masuk akal untuk kita lakukan adalah: melepaskan hasrat untuk mengontrol dan berayun ke dalam pelukan Kekasih kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Kembali ke rumah kaca. Ketika Daud berbicara tentang pohon, ia tidak berbicara tentang pohon di rumah kaca. Ia berbicara tentang pohon di alam bebas, dengan cuaca yang tak terkendali. Ia berbicara tentang sungai yang mengalir secara leluasa. Kalaupun mau berbicara tentang kontrol, bukan alam lingkungan yang dikontrol; si pohonlah yang perlu “dikontrol.” Pohon itulah yang harus “percaya” dan “berserah”: mencengkeramkan akarnya kuat-kuat dan tak sudah-sudah menyerap sari-sari kehidupan yang ditawarkan tanah, dialirkan sungai, dihembuskan angin, dipancarkan matahari. Dengan percaya dan berserah, ia berubah: bertumbuh, makin kuat, tahan banting menghadapi cuaca yang tak terduga, dan berbuah pada musimnya—apa saja yang diperbuatnya berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;Skye Jethani menyebut perakaran yang kuat itu sebagai hidup dengan Allah. ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Disclosure of Material Connection: I received this book free from the publisher through the BookSneeze®.com &amp;lt;&lt;a href="http://xn--booksneeze-0oa.com/"&gt;&lt;span style="border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: none; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: windowtext; border-left-style: none; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-right-style: none; border-right-width: 1pt; border-top-color: windowtext; border-top-style: none; border-top-width: 1pt; color: #0c6bbf; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in; text-decoration: none;"&gt;http://BookSneeze®.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;gt; book review bloggers program. I was not required to write a positive review. The opinions I have expressed are my own. I am disclosing this in accordance with the Federal Trade Commission’s 16 CFR, Part 255 &amp;lt;&lt;a href="http://www.access.gpo.gov/nara/cfr/waisidx_03/16cfr255_03.html"&gt;&lt;span style="border-bottom-color: windowtext; border-bottom-style: none; border-bottom-width: 1pt; border-left-color: windowtext; border-left-style: none; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-right-style: none; border-right-width: 1pt; border-top-color: windowtext; border-top-style: none; border-top-width: 1pt; color: #0c6bbf; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in; text-decoration: none;"&gt;http://www.access.gpo.gov/nara/cfr/waisidx_03/16cfr255_03.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;gt; : “Guides Concerning the Use of Endorsements and Testimonials in Advertising.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-6282369837174558565?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/6282369837174558565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/08/kontrol-itu-sebuah-ilusi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6282369837174558565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/6282369837174558565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/08/kontrol-itu-sebuah-ilusi.html' title='Kontrol Itu Sebuah Ilusi'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-K9bgEdW45ec/TloSv_w9JRI/AAAAAAAAAWY/fxbJuhyHZSk/s72-c/WITH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-2696585844495283829</id><published>2011-08-22T10:49:00.000+07:00</published><updated>2011-08-27T07:17:13.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>490 Kali</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.5pt;"&gt;Mengapa Yesus memerintahkan Petrus—dan kita—untuk mengampuni sampai tujuh puluh kali tujuh kali?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.5pt;"&gt;Apakah kita harus mengampuni seseorang meskipun ia melakukan 490 jenis dosa? Mungkin saja. Hanya saja, sejauh pengalaman saya, sangat jarang kita menjumpai orang yang dosanya begitu beraneka ragam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.5pt;"&gt;Yang lebih sering tersua adalah seseorang yang melakukan dosa yang itu-itu juga. Berulang-ulang. Anton cukup kuat untuk menghadapi godaan berkorupsi, tetapi ia bertekuk lutut di hadapan pornografi. Ia tak bakal berminat menggelapkan uang, tetapi ia keranjingan bergelap-gelap menikmati bacaan, gambar, dan film tak senonoh. Tentunya sudah ratusan kali—atau malah ribuan kali—sejak ia menemukan stensilan Annie Arrow di antara tumpukan buku kakaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Atau, seseorang berhadapan dengan satu dosa yang terus menghantui. Linayati nyaris digagahi pamannya sendiri. Untunglah ia terbangun dan menepiskan tangan si paman yang kurang ajar. Hanya, kebencian menukik jauh lebih dalam dari yang diduganya. Tak pernah ia menceritakannya pada siapa pun. Tak pernah pula ia melupakannya. Tak bosan-bosan muncul sebagai ingatan yang pahit. Berkali-kali menyeruak dalam mimpi buruknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagaimana aku dapat diampuni? Bagaimana aku dapat mengampuni?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apakah 490 adalah sederetan 1, 2, 3... yang berakhir pada titik 490? Apakah begitu mencapai titik akhir, maka berakhirlah segalanya—bahwa kita sudah melewati batas toleransi, baik untuk diampuni maupun untuk mengampuni? Ataukah, angka itu mencoba memberikan isyarat yang lain?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kemungkinan seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Angka 490 tampaknya mengisyaratkan, pada si pelaku pelanggaran: Bahwa pelanggaran yang ia anggap remeh sebenarnya tidak pernah sungguh-sungguh remeh. Siapa mengira sepercik api sanggup menggosongkan seantero hutan? Siapa menduga virus yang renik mampu menggerogoti tubuh yang perkasa?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Angka 490 juga mencoba mengingatkan, pada si penderita pelanggaran: Bahwa mengampuni—dan melupakan—pelanggaran itu memang tidak segampang membalikkan tangan. Rumit. Pelik. Perih. Pada titik-titik tertentu kita diseret sampai ke tubir kemustahilan. Tidak mungkin. Palung hati kita yang paling dalam sekalipun hanya menggelegakkan kepahitan yang berbau belerang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tidak mungkin. Ya. Tidak mungkin—seandainya Yesus hanya menyodorkan angka dan perintah. Yesus—Manusia yang paling terluka oleh dosa kita—tidak berhenti di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8CQfb_kNrXw/Tlg3cSChwyI/AAAAAAAAAWU/HUXnrReQm68/s1600/jesus-crucified.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-8CQfb_kNrXw/Tlg3cSChwyI/AAAAAAAAAWU/HUXnrReQm68/s320/jesus-crucified.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan karena Dia terus melangkah, kemustahilan itu lantas berbalik menjadi sebuah tantangan yang mengguncangkan. Ketika Dia mempersembahkan tubuh-Nya untuk dipecahkan, dan darah-Nya untuk dicurahkan, untuk mengampuni—dan menghapuskan—pelanggaran kita, Dia melampaui angka 490 itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia tidak mengampuni kita 490 kali. Dia mengampuni kita satu kali untuk selama-lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Sebagaimana Aku mengampuni engkau, maukah engkau mengampuni orang yang bersalah kepadamu?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia menawarkan untuk membuang belerang dendam itu, dan menggantinya dengan minyak narwastu pengampunan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maukah kita? ***&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-2696585844495283829?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/2696585844495283829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/08/490-kali.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2696585844495283829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/2696585844495283829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/08/490-kali.html' title='490 Kali'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8CQfb_kNrXw/Tlg3cSChwyI/AAAAAAAAAWU/HUXnrReQm68/s72-c/jesus-crucified.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-5155189108638400026</id><published>2011-08-22T10:34:00.000+07:00</published><updated>2011-08-22T11:05:04.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Di Depan Keindahan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dalam sebuah lomba paduan suara tujuh belas Agustusan, pembaca acara mengingatkan para penonton agar bertepuk tangan hanya sebelum dan sesudah penampilan masing-masing peserta.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tampillah salah satu peserta. Para penyanyi pria mengenakan baju daerah berwarna gelap seragam, sedangkan para penyanyi wanita mengenakan baju daerah seragam namun dalam tiga warna yang tampak elok saat mereka berjajar di panggung. Penonton bertepuk tangan. Kelompok paduan suara mengawali penampilannya dengan gumaman mengalun pelan, disusul dengan sebuah lagu lembut, pelan mendaki sampai klimaks, dan langsung disambung dengan lagu cepat berirama rancak. Naik, turun, syahdu, meliuk, dalam harmoni suara yang membuai. Saat rangkaian nada mereda, mendadak dari kedua sisi panggung muncul sepasang penabuh genderang, melangkah pelan dan bertemu di tengah, sembari memainkan ketukan-ketukan ritmis, dan salah satu penyanyi wanita melenggok mengentak mengikuti ketukan. Kejutan rupanya belum berakhir di situ. Seorang penyanyi pria menyeruak maju dan &lt;i&gt;nge-rap....&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sepanjang penampilan itu tak henti-hentinya penonton bertepuk tangan dan bersorak. Mengabaikan anjuran pembawa acara. Toh memang ini bukan penampilan simfoni musik klasik yang baku dan ketat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Menyaksikan keindahan, sering memang tak cukup kita hanya menganga takjub. Kita ingin bertepuk tangan. Kita terdorong untuk berteriak. Kalau perlu bersorak. Dan melonjak-lonjak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kalau tidak, kita bakal meledak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Kalau kamu bungkam, batu-batu itu akan berteriak,” kata Sang Keindahan.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9155219786521459457-5155189108638400026?l=ariesaptaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/feeds/5155189108638400026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/08/di-depan-keindahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5155189108638400026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9155219786521459457/posts/default/5155189108638400026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariesaptaji.blogspot.com/2011/08/di-depan-keindahan.html' title='Di Depan Keindahan'/><author><name>Arie Saptaji</name><uri>https://profiles.google.com/100222057767941909348</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-2dzWRMy1W2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAVg/a1xx7wP_oBo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9155219786521459457.post-8629066915203051491</id><published>2011-08-21T15:59:00.000+07:00</published><updated>2011-08-21T16:33:09.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kebenaran Itu Seperti Matahari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.tobaphotographerclub.com/data/media/4/menggapai_matahariFN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.tobaphotographerclub.com/data/media/4/menggapai_matahariFN.jpg" width="209" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kebenaran itu seperti matahari. Ia senantiasa ada, bercahaya dan panas berpijar. Mungkin saja kadang-kadang mendung menyaputnya, atau tudung hutan menutupinya. Bisa jadi terkurung di gedung bertingkat mengalangi kita melihatnya, dan sergapan AC membuat kita tak menyadari sengatan panasnya. Malam pun secara rutin menyembunyikannya. Namun, alangkah bodohnya jika kita lalu menyatakan bahwa matahari itu tidak hadir dan tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kebenaran tentang siapa diri kita di dalam Tuhan: bahwa kita dicintai oleh-Nya, bahwa Dia telah mati untuk menebus kita. Kadang-kadang kebenaran itu hadir senyata matahari terik di tepi pantai. Di waktu lain, kabut pencobaan mengaburkan cahayanya, AC kenyamanan menepiskan kehangatannya. Dan, malam-malam gelap yang mencekam jiwa menggerogoti kepercayaan dan pengharapan kita akan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, alangkah bodohnya jika kita kemudian berhenti percaya. Jika kita berhenti berharap. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.goog
