Angsa Hitam

Baca: Ester 6:1-11

Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja (Ester 6:1)

Nassim Nicholas Taleb menulis buku Black Swan untuk memperkenalkan fenomena angsa hitam. Fenemona ini mengacu pada peristiwa-peristiwa tak terduga yang berdampak masif. Orang baru bisa mereka-reka penjelasannya setelah peristiwa itu terjadi. Contohnya bencana tsunami, larisnya novel Harry Potter, kemenangan Obama, atau anak tukang becak yang kaya mendadak karena menjadi juara kontes menyanyi. Fenomena semacam itu ditelaah melalui ilmu ketidakpastian, teori kemungkinan, dan masalah kemujuran.

Mordekhai mengalami fenomena angsa hitam yang menyenangkan. Haman, wakil raja Persia yang membencinya, menyusun siasat untuk membunuhnya dan bahkan sudah menyiapkan tiang gantungan. Namun, malamnya raja secara tak terduga sulit tidur. Ia meminta dibacakan kitab sejarah dan mendapati bahwa Mordekhai pernah berjasa menyelamatkan nyawanya. Esoknya, alih-alih dihukum gantung, Mordekhai malah mendapatkan penghargaan dari raja.

Apakah itu kebetulan belaka? Alkitab tidak mengenal kebetulan. ”Angsa hitam” itu tidak lain ialah campur tangan dan pengendalian Tuhan yang berdaulat. Bukankah burung pipit pun tidak akan jatuh di luar kehendak Allah? (Matius 10:29) Bukan berarti Tuhan menyebabkan segala sesuatu terjadi, namun Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya.

Hari ini Anda mengalami peristiwa tak terduga? Bila menyedihkan, bersyukurlah---kiranya Anda memetik hikmah di balik musibah itu. Bila menyenangkan, bersyukurlah---biarlah peristiwa itu mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan---ARS

TIAP LANGKAHKU DIATUR OLEH TUHAN
DAN TANGAN KASIH-NYA MENUNTUNKU