Posts

Showing posts with the label Paskah

52 Film untuk Merayakan Pekan Suci

Image
Bagaimana kita hidup di dalam hadirat Allah yang hidup? Dalam ketakjuban dan kekaguman akan jejak-jejak Allah di sekeliling kita. Anugerah berlimpah di dalam film, buku, novel, dan musik kontemporer. Jika Allah tidak berada di dalam angin puting beliung, Dia mungkin ada di dalam film Woody Allen atau konser Bruce Springsteen. Kebanyakan orang memahami dengan lebih baik kiasan dan simbol daripada doktrin dan dogma. Citra yang kuat menyentuh hati dan menggugah imajinasi... Penyair dan juru cerita senantiasa lebih penting dan lebih berpengaruh daripada teolog dan pendeta. —Brennan Manning Film rohani (makhluk apa pula sebenarnya ini?) yang buruk itu seperti iklan panjang tentang agama Kristen. Menenteramkan dan menerbitkan rasa nyaman bagi penganut yang yakin bahwa iman itu perkara yang sudah final dan pantang diusik atau dipertanyakan; menggelisahkan bagi mereka yang mendapati bahwa kehidupan beriman itu tak sehitam-putih cerita dengan plot yang gampangan; membosankan dan bikin kening be...

Seandainya Kristus Tidak Naik ke Surga

Image
John Singleton Copley (1775) Kenaikan Yesus Kristus, sebuah hari raya yang kerap terlewatkan begitu saja. Padahal, Tuhan Yesus menganggap kenaikan-Nya sangat berguna bagi kita. Mengapa begitu? Sejak abad IV, gereja merayakan Kenaikan Kristus secara terpisah pada Kamis ke-6 atau hari ke-40 setelah Paskah. Sebelumnya, Kenaikan termasuk dalam rangkaian perayaan Paskah yang berlangsung mulai dari Kebangkitan sampai Pentakosta. Kenaikan, menurut St. Agustinus, ”adalah perayaan yang meneguhkan kesemarakan seluruh perayaan Kristen lainnya. Tanpa Kenaikan Kristus, perayaan-perayaan lain itu akan kehilangan maknanya.” Kenaikan menandai permulaan gereja dan penantian akan kedatangan Kristus yang kedua. Perayaan ini mendorong kita merenungkan Tritunggal. Kristus naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan di sana menjadi Imam Besar kita, serta menjanjikan pencurahan Roh Kudus bagi gereja-Nya. Paulus mengatakan, Kristus naik ke surga ”untuk memenuhkan segala sesuatu” (Efes...

Sisi Lain Keraguan Tomas

Image
Kita mengenal Tomas sebagai si peragu. Kita biasanya didorong untuk tidak bersikap seperti Tomas, tetapi tetap percaya sekalipun tidak melihat. Jika kita mencermati Yohanes 20:19-31, kita akan menemukan sisi baru tentang keraguan Tomas. Tomas sesungguhnya bukan meragukan Tuhan Yesus Kristus. Tomas lebih menunjukkan keraguan pada murid-murid yang lain. Ia tidak bersedia menelan bulat-bulat kesaksian mereka. Menarik, bukan? Kita dapat menjelajahi sejumlah ruang kemungkinan. Mungkin Tomas bukan tidak percaya. Bisa jadi ia iri karena tidak ikut mengalami perjumpaan istimewa itu. Bisa jadi ia menyesal karena saat itu sedang tidak bersama dengan para murid yang lain. Bisa jadi juga, ia tidak puas hanya mengamini pengalaman orang lain; ia ingin mengalami secara langsung perjumpaan dengan Tuhan yang telah bangkit. Lalu, terbentang jeda delapan hari bagi Tomas untuk bergumul dengan ketidakpercayaannya itu, dengan keraguannya itu. Injil tidak mencatatnya secara gamblan...

Agama yang Membunuh

Image
Gereja St. Sebastian di Negombo, sebelah utara Colombo, setelah serangkaian ledakan berlangsung di Sri Lanka, Minggu (21/4). Foto: Chamila Karunarathne/Associated Press Dalam Prolog untuk buku Atas Nama Agama , Bambang Sugiharto menyampaikan pengamatan yang jitu tentang salah satu akar penyebab konflik antaragama. Kemelut dalam tubuh masing-masing agama sendiri, menurut dia, seringkali memproyeksi ke luar. Sikap agresif berlebihan terhadap pemeluk agama lain seringkali merupakan ungkapan yang tak disadari dari chaos dan ketegangan dalam tubuh agama itu sendiri. Sejak awal sejarah manusia hingga era modern ini, agama tampaknya merupakan “mesin pembunuh” paling keji yang justru disakralkan. Pembunuhan pertama, Kain atas Habel, tak lain merupakan buah dari kegelisahan beragama. Banyak agama yang bermunculan kemudian menampilkan sosok “Tuhan” sebagai penguasa bengis yang haus darah dan menuntut kurban manusia. Sampai kini, tidak sedikit orang yang tidak segan-segan membunuhi...

Tidak Mungkin Kembali

Image
Bacaan Alkitab: 1 Korintus 15:12-19 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.  (1 Korintus 15:14) Toto ayah muda yang energik. Ia tekun bekerja, lima hari seminggu ke luar kota dengan berkendaraan sepeda motor, dan baru pada akhir pekan berkumpul dengan keluarga. Suatu pagi seorang sopir colt  menikung cepat di kelokan, dan menabraknya dari belakang. Toto meninggal tiga jam kemudian. Akhir pekan itu ia tidak kembali kepada istri dan anaknya. Tidak mungkin kembali. Itulah berita pedih yang dibawa oleh kematian. Dan, kepedihan itulah yang menyusupi hati para murid setelah Guru mereka meninggal dengan cara yang paling hina di mata masyarakat: disalibkan. Mereka pedih, dan ketakutan—sebagai pengikut orang yang disalibkan, mereka juga terancam hukuman serupa. Mereka pedih, dan juga bertanya-tanya: bagaimana dengan janji-Nya tentang Kerajaan Allah? Mereka pun mengurung diri. Sampai... kebangkitan ...

Fragmen Salib

Image
kristus tersalib di kaki lima malioboro darahnya ranggas. nanahnya mengeras terjual sebagai kartu paskah dan gambar hias di pinggiran code, setengah basah berlumpur seorang bapak menemukannya dan mendadak matanya mengabur tak salah: baru kemarin siang anaknya mengulurkan tangan berlubang wajahnya terkaca pada petang dan mega : kota! kota! kenapa kau demikian tergesa? kalian bilang akan tanggung harga darahnya! ketika kaki lima menghamparkan tikar lesehan mulutnya pecah. kata-katanya berhamburan –orang muntah-muntah mendengarkan khotbah dan kota yang tak kunjung senyap mubeng beteng di bawah bulan padam sisik-sisik lintang mengendap di mata perempuan lingsir malam alun-alun utara, lorong-lorong sosrowijayan dan pasar kembang: berebutan menjamah jubahnya udara pun menaburkan kecubung ungu besok kereta beranjak dari tugu Yogya, 1990 Lukisan Herjaka H.S.

Tertutup Darah

Image
Bacaan Alkitab: Keluaran 12:1-28 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi. (Keluaran 12:23) Pada 26 November 2008 segerombolan teroris menyerbu Taj Mahal Palace di Mumbai, India. Korban mencapai 200 jiwa, namun ada seorang tamu hotel yang selamat secara ajaib. Ia dan teman-temannya sedang makan malam ketika terdengar suara tembakan. Seseorang merenggutnya dan menyeretnya ke bawah meja. Teroris memasuki restoran, menembak ke segala arah, sampai setiap orang (menurut perkiraan mereka) tewas. Ternyata, pria tadi terluput. Ketika diwawancarai wartawan, ia menjelaskan, “Saya rasa karena saya tertutupi oleh darah orang lain, dan mereka mengira saya sudah mati.” Bangsa Israel memiliki kesan yang amat mendalam terhadap darah. Menjelang Tuhan menimpakan tulah kesepuluh ke atas Mesir, Dia memerintah...

Mengandalkan Bapa

Image
Bacaan Alkitab: Lukas 22:39-46 Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.  (Lukas 22:42) Pesan film Mel Gibson, The Passion of the Christ , menurut saya, telah terangkum secara padat dalam adegan awal di Taman Getsemani. Adegan ini mirip dengan pencobaan di padang gurun. Bedanya, di padang gurun Yesus setiap kali menangkis pencobaan Iblis secara frontal dan telak. Di Getsemani, sebaliknya, Yesus seolah-olah tidak mengacuhkan kehadiran Iblis, yang dengan suara mendesis melontarkan pernyataan-pernyataan yang mempertanyakan tujuan kesengsaraan Yesus. Yesus terus memusatkan perhatian dan doa-Nya kepada Bapa. Begitu Ia bangkit berdiri setelah berdoa, Ia pun meremukkan kepala ular—menggenapi nubuatan dalam Kejadian 3:15. Sebelum melangkah menuju salib, Yesus telah memenangkan peperangan. Dan Ia menghadapi rangkaian pengadilan penuh fitnah, penyiksaan dan penyaliban dengan sikap yang tak...

Injil Kemakmuran

Image
"Burger ini adalah tubuh-Ku, makanlah; air soda ini adalah darah-Ku, minumlah," kata Ronald McJesus pada perjamuan pasar bebas Orang-orang seluruh dunia menghilangkan haus dan lapar berdatangan ke gerai Sang Juru Selamat dari Amerika sambil bernyanyi Ave Uncle Sam Damai, damai, damai dan sejahteralah adil, adil, adil dan makmurlah demokrasi merata melalui diplomasi burger dan air soda Sementara itu... "Aku tidak punya burger, tetapi inilah tubuhku, makanlah; aku tidak punya air soda, tetapi inilah darahku, minumlah," kata seorang bapak yang tidak sanggup membawa istri dan anak-anaknya bertemu dengan McJesus yang Amerika 2019

Menurutmu, Siapakah Aku?

Image
Dr. James Allah Francis merangkum kehidupan Yesus sebagai "satu kehidupan sunyi." Dia dilahirkan di desa yang tidak dikenal, anak perempuan udik. Dia menjadi besar di desa lain, tempat Dia bekerja di bengkel tukang kayu sampai Dia berusia 30 tahun. Kemudian selama tiga tahun Dia menjadi penginjil keliling. Dia tidak pernah menulis buku. Dia tidak pernah memegang jabatan. Dia tidak pernah berkeluarga atau mendirikan rumah tangga. Dia tidak pernah pergi ke perguruan tinggi. Dia tidak pernah mengunjungi kota besar. Dia tidak pernah melakukan perjalanan melebihi dua ratus mil dari tempat Dia dilahirkan. Dia tidak melakukan semua hal itu, hal-hal yang biasanya dikaitkan dengan kebesaran atau keagungan. Dia tidak dilengkapi dengan surat-surat kepercayaan atau piagam penghargaan, kecuali diri-Nya sendiri. Dia baru berumur tiga puluh tiga tahun waktu arus pendapat umum berbalik menerpa-Nya. Teman-teman-Nya kabur meninggalkan-Nya. Salah satu dari mereka menyangkal-Nya. Dia ...