Untung-Rugi Bekerja di Rumah



Bekerja di rumah diperkirakan akan menjadi trend masa depan. Berkat kemajuan teknologi, ada banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah atau home office. Setelah krisis ekonomi yang mengakibatkan banyak karyawan di-PHK, tidak sedikit orang yang menjajal usaha di rumah ini, dan ternyata hasilnya tak kalah menjanjikan dari bekerja sebagai karyawan.
Anda tertarik untuk bekerja di rumah? Aspek keuntungan dan kerugian berikut ini kiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan.



Keuntungan Bekerja di Rumah
  1. Keleluasaan pribadi. Anda leluasa mengontrol kehidupan kerja Anda menurut sasaran dan lingkungan Anda. Tidak ada atasan, dan tidak ada peraturan perusahaan yang mesti Anda patuhi. Waktu kerja Anda juga lebih luwes—bisa kerja sambil nonton, baca buku, atau nglembur tengah malam dan esoknya tidak terburu-buru bangun pagi. Bahkan, bila pekerjaan Anda bersifat online, Anda dapat membawanya ke mana saja. Hal-hal ini berpotensi mengurangi stres.
  2. Penghematan biaya. Modal relatif lebih kecil, Anda tidak perlu menyewa tempat usaha atau ruko, dan juga tidak perlu membayar pajak ruang usaha karena sudah tercakup dalam PBB rumah. Anda tidak perlu ongkos perjalanan ke dan dari tempat kerja. Biaya operasional dan peralatan juga irit. Hal ini membuat produk Anda dapat dijual lebih murah dari produk pesaing.
  3. Bersama keluarga. Bekerja di rumah berpotensi memperkuat hubungan keluarga. Suami-istri dapat saling mendukung berbagi pekerjaan, anak-anak dapat melihat apa yang dikerjakan orangtua untuk memperoleh penghasilan.
  4. Pengayaan kemampuan kerja. Bekerja di kantor, Anda hanya mengerjakan bagian yang ditugaskan. Di rumah, Anda dapat berperan ganda, mengerjakan beberapa aspek usaha sekaligus. Beban kerja memang besar, namun Anda jadi menguasai bidang bisnis tersebut. Kalau sedang bosan dengan tugas tertentu, Anda bisa mengalihkan perhatian ke tugas lain.
  5. Peningkatan produktivitas. Tanpa perlu melajo, Anda jadi punya waktu lebih banyak untuk bekerja. Karena pendapatan bergantung pada produktivitas dan manajemen, hal itu berpotensi memicu antusiasme Anda dalam bekerja.


Kerugian Bekerja di Rumah
  1. Campur tangan angota keluarga dan tetangga mudah terjadi. Konflik domestik, anggota keluarga yang sakit dan perlu perawatan, tetangga yang bertandang—hal-hal semacam itu dapat mengganggu dinamika kerja.
  2. Bentuk atau penampilan ruang usaha terkesan kurang profesional. Bila Anda mempekerjakan karyawan, mereka mungkin merasa kurang formal. Suasana tempat hunian dapat memengaruhi kualitas layanan kepada pelanggan. Pelanggan datang mengenakan baju formal, sedangkan Anda berkaus santai, misalnya.
  3. Bila pekerjaan tidak dilakukan di ruangan tersendiri, namun berbagi dengan ruang tamu atau ruang keluarga, tentu akan mengurangi fungsi masing-masing ruang. Kalau ada tamu mendadak, Anda perlu mengalihkan pekerjaan ke ruang lain, atau menerima tamu di tempat yang kurang nyaman.
  4. Ruang kerja di rumah relatif membatasi relasi dan pertemanan. Orang cenderung lebih leluasa berkunjung ke kantor, ruko, atau gerai di mal.
  5. Anda tidak leluasa memasang papan nama, alat promosi seperti baliho, spanduk, dan sebagainya karena perlu menjaga hubungan baik dengan lingkungan.
  6. Bila kurang disiplin pribadi, manajemen Anda bisa kedodoran, dan Anda terlambat memenuhi tenggat. ***