Sabat, Diet, Sunat, dan Persepuluhan

SABAT
Kejadian 2:2-3 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. 
Taurat
Keluaran 20:8-11 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Perjanjian Baru
Markus  2:27-27 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."
Ibrani 4:9-10 Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.
Kisah Para Rasul  20:7 Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. [“Hari pertama dalam minggu itu” bukanlah hari Sabat, yang merupakan hari terakhir setiap minggu dalam kalender Ibrani, melainkan hari Minggu, perayaan kebangkitan Kristus.]
Kesimpulan: SABAT DIGANTI DENGAN SABAT YANG LEBIH MULIA.

DIET
Pra-Taurat
Kejadian 1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Kejadian 9:3-4 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.
Taurat
Imamat 11 Daftar binatang halal dan haram.
Perjanjian Baru
Matius 15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
Kisah Para Rasul 15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.
1 Timotius 4:4-5 Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah itu baik, dan tidak ada satu pun yang harus dianggap haram kalau sudah diterima dengan ucapan terima kasih kepada Allah. Sebab berkat dari Allah dan doa membuat makanan itu menjadi halal.
Kesimpulan: DIET DIGANTI DENGAN DIET YANG LEBIH MULIA.

SUNAT
Pra-Taurat
Kejadian 17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu [Abraham] serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat.
Taurat
Bangsa Israel meneruskan tradisi sunat dari Abraham. Orang asing yang disunat akan dianggap orang Israel asli (Keluaran 12:48). Tetapi, dalam hukum Taurat tidak ada petunjuk khusus tentang pelaksanaan sunat. Malah sudah ada peringatan ini:
Ulangan 10:16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
Perjanjian Baru
Kolose  2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.
Kesimpulan: SUNAT DIGANTI DENGAN SUNAT YANG LEBIH MULIA.

PERSEPULUHAN
Pra-Taurat
Kejadian 14:20 “... dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. [Abram, bukan Abraham—ini sebelum Tuhan mengikat perjanjian dengannya.]
Kejadian 28:22 “Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu." [Yakub; sebuah komitmen. Apakah Yakub memenuhi komitmennya ini, Kitab Suci tidak mencatatnya.]
Taurat
Imamat  27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
Dan masih banyak lagi ayat lain.
Perjanjian Baru
Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. [Ayat ini sebenarnya dalam konteks penghakiman dan pengampunan, bukan persembahan.]
Markus 12:43-44 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” [Catatan: Dalam PL, orang miskin/janda tidak diwajibkan membayar persepuluhan, malah menerima bagian dari persepuluhan itu, misalnya Ulangan 26:12.]
2 Korintus 8-9 Sepuluh Prinsip Persembahan Kristen (John Stott, The Living Church, BPK Gunung Mulia, 2008):
  1. Persembahan Kristen adalah suatu ungkapan rahmat Allah (8:1-6).
  2. Persembahan Kristen dapat menjadi suatu charisma, yaitu karunia Roh Kudus (8:7).
  3. Persembahan Kristen diilhami oleh salib Kristus (8:8-9).
  4. Persembahan Kristen adalah persembahan yang proporsional (8:10-12).
  5. Persembahan Kristen menyumbang pada kesetaraan (8:13-15).
  6. Persembahan Kristen harus diawasi secara teliti (8:16-24).
  7. Persembahan Kristen dapat dibangkitkan dengan sedikit persaingan sehat (9:1-5).
  8. Persembahan Kristen menyerupai tuaian (9:6-11a).
  9. Persembahan Kristen memiliki makna simbolis (9:13).
  10. Persembahan Kristen menyuburkan ucapan syukur kepada Tuhan (9:11b-15).
Kesimpulan: PERSEPULUHAN DIGANTI DENGAN PERSEMBAHAN YANG LEBIH MULIA.

Catatan tambahan:
Hukum Taurat => Imamat Suku Lewi.
Perjanjian Baru => Imamat Yesus Kristus, dari Suku Yehuda.
Imamat yang baru; hukum yang baru: yang lebih mulia.
Kesimpulan Petrus, dalam konsili di Yerusalem, tentang peralihan dari hukum Taurat ke Perjanjian Baru: “Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” (Kisah Para Rasul 15:10-11)