Mutiara di Kubangan Babi

Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Dalam hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. | Filipi 1:15-19

Aku heran bahwa kamu begitu lekas berbalik dari Dia yang dalam anugerah Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepadamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, sekarang kukatakan sekali lagi: Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. | Galatia 1:6-9

Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara seiman di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di sana pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. Orang-orang Yahudi di kota itu lebih terbuka hatinya daripada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. Karena itu, banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antaranya adalah orang Yunani yang terkemuka, baik perempuan maupun laki-laki. | Kisah Para Rasul 17:10-12

Refleksi:
Paulus tampaknya tidak terlalu memedulikan niat atau motivasi orang dalam memberitakan Kristus. Baginya, yang terpenting, yang mereka beritakan itu memang sungguh-sungguh Kristus dan Injil-Nya, kebenaran dan kabar baik-Nya. Kebenaran, dengan demikian, sekalipun terlontar dari mulut yang tidak ikhlas dan tercemari oleh motivasi yang palsu, akan tetap kalis dan menghasilkan buah kebenaran bagi siapa saja yang menerimanya.

Sebaliknya, sekalipun orang itu sangat terpandang—sekalipun itu malaikat dari surga!—jika berita yang disampaikannya memutarbalikkan Injil Kristus, Paulus tidak segan-segan membaptisnya dengan istilah yang amat sangat mengerikan: Terkutuk!

Kasus di Berea merupakan sebuah contoh menarik. Pelayanan Paulus saat itu sudah lumayan termashyur, dan orang Berea menyambut pelayanannya. Mereka menerima pemberitaan Paulus dengan segala kerelaan hati—tetapi apakah mereka menelannya begitu saja? Tidak! Mereka menyelidiki Kitab Suci untuk melihat apakah pengajaran Paulus selaras dengan ajaran kebenaran. Apakah Paulus jengkel, menganggap mereka lancang, dan mencela mereka? Justru sebaliknya! Mereka dipuji sebagai “lebih terbuka hatinya daripada orang-orang Yahudi di Tesalonika”!

Jadi, sebagai pembicara dan pembawa berita, tugas utama kita adalah memastikan bahwa kita sungguh-sungguh menyampaikan berita kebenaran Injil Kristus. Di sisi lain, sebagai pendengar dan penerima berita, tugas utama kita adalah mengenali apakah berita yang kita dengar itu sungguh-sungguh kebenaran Injil Kristus, bukannya menerka-nerka niat atau motivasi si pembicara. Mutiara, sekalipun terkubang dalam muntahan babi, tetap mutiara, bukan?

Dan, kepalsuan memperbudak; kebenaran memerdekakan. ***