terima kasih telah mengajariku untuk tertawa


untuk gus dur

harga tawa semakin mahal saja di negeri kita.
tadi pagi di pasar kranggan sekilo sudah 7.200
dari dua bulan lalu 5.400.

kenapa negeri ini begitu muram? tak bisa membagi-bagi tawa
pada fakir miskin dan rakyat jelata. malah jadi komoditas
yang cepat melambung harganya.

malangnya, para pelawak malah tak kunjung kaya
: karena badut-badut menyerbu istana.

engkau pun masih mencoba lemparkan tawa
secara cuma-cuma. repotnya, larut sudah negeri kita
dalam pusaran drama yang serbabanal.

kenapa terlalu mahal untuk tertawa
di negeri kita? kukira kau pun pergi
sambil menyeka air mata.

atau, malah mendendangkan:
sorak-sorak bergembira?

jogja, 2009