Sudah Berkenan


Sebagai orang percaya, kita kerap menantikan dengan penuh pengharapan bahwa suatu saat nanti, ketika kita sampai di surga, Bapa akan menyambut kita dengan hangat, "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia." Baru nanti kita bisa memastikan, apakah kehidupan kita benar-benar menyenangkan hati Bapa atau tidak. Untuk saat ini, kita hanya beriman--dan bisa jadi berharap-harap cemas.

Ah, tidak sadarkah kita bahwa di dalam Kristus saat ini Bapa sudah menyambut kita? Saat ini, setiap saat, detik demi detik, Bapa merengkuh kita dengan sikap penuh penerimaan, "Engkaulah anak-Ku yang Kukasihi, kepadamulah Aku berkenan"?

Mengapa?

Pertama, karena Bapa mengasihi kita bukan karena apa yang kita lakukan, melainkan karena Dia adalah kasih. "Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."

Kedua, karena Bapa mengasihi kita sebagaimana Dia mengasihi Yesus! Seperti terungkap dalam doa Yesus, "Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku."

Jadi? Jadi, kita hidup bukan untuk berusaha berkenan kepada-Nya; kita hidup untuk merayakan kasih-Nya yang tak berkesudahan!