Bukan Remisi

Bacaan Alkitab: Mazmur 51:1-8
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mazmur 51:3)

Seorang narapidana memperoleh remisi antara lain karena dianggap berkelakuan baik selama berada di dalam penjara. Kebaikan membuahkan pengurangan hukuman. Anugerah Allah bekerja sebaliknya. Dia mencurahkan anugerah justru karena kita durhaka dan tidak mampu memperbaiki diri dengan kekuatan sendiri.
Daud menyadari hal itu. Ketika berzinah dengan Batsyeba, ia sedang berada di puncak kejayaan sebagai raja Israel. Bangsanya mengenalnya sejak ia menjadi pahlawan kecil yang secara mengejutkan menumbangkan raksasa Goliat. Selanjutnya ia memimpin pasukan Israel ke dalam berbagai kemenangan sehingga ia dielu-elukan oleh rakyat. Ketika akhirnya menjadi raja, ia juga mencatat prestasi mengesankan: mengembalikan ke Yerusalem tabut Allah yang dirampas bangsa Filistin, meraih sekian banyak kemenangan militer, dan menunjukkan kebaikan yang tulus kepada Mefiboset.
Namun, saat bertobat dari dosanya, ia tidak mengutip satu pun pencapaian itu sebagai senjata untuk “merayu” Allah agar mengurangi hukuman-Nya. Sama sekali tidak. Menarik dicatat pula, ia hanya berseru, “ya Allah” bukan “ya Allahku.” Ia menyadari betapa parah dosa merusak hubungannya dengan Allah; tak berani lagi ia mendaku Allah sebagai miliknya. Maka, ia hanya meminta belas kasihan, kasih setia, dan rahmat Allah yang mahabaik. Kebaikannya selama ini tidak berguna untuk meringankan dosa; hanya anugerah Allah yang sanggup mengampuni dan menebusnya.
Anda bergumul dengan suatu pelanggaran, dan merasa harus melakukan perbuatan baik tertentu untuk menebusnya? Atau, Anda berusaha meredakan rasa bersalah atas pelanggaran tersebut dan mencoba membela diri dengan menderetkan kebaikan Anda dalam hal-hal lain? Berhentilah bergumul seperti itu. Ikutilah teladan pertobatan Daud.

Relung Renung:
Dosa tidak dapat diringankan oleh perbuatan baik,
namun dapat dihapuskan oleh anugerah Allah.