"Mulholland Dr." (David Lynch, AS, 2001), The Best Film of the 21st Century



Saya tertarik menonton film ini karena penasaran. Mulholland Drive baru saja ditabalkan sebagai Film Terbaik Abad ke-21 oleh BBC. Pilihan ini berdasarkan polling yang diikuti 177 kritikus dari seluruh dunia, termasuk satu orang dari Indonesia, yaitu Eric Sasono.

Kisahnya memang unik. Seorang perempuan muda selamat dari upaya pembunuhan karena terjadi kecelakaan saat mereka berada di Mulholland Drive. Perempuan ini meloloskan diri, lalu bersembunyi di sebuah apartemen. Ke apartemen itu datanglah perempuan muda lain, Betty, yang ke Hollywood untuk mengikuti audisi. Ketika mereka bertemu, perempuan itu mengaku bernama Rita, namun tidak dapat mengingat identitas dirinya. Ia membawa satu tas berisi segepok uang dan kotak biru berlubang kunci. Betty tergerak untuk menolong Rita menemukan kembali identitasnya. Kisah ini dijalin dengan proses Betty mengikuti audisi dan kisah seorang sutradara yang terpaksa mendapuk seorang bintang film yang tidak disukainya.

Sampai kira-kira pertengahan film, saya masih mengira film ini mengalir dengan plot normal: bahwa misteri tentang identitas Rita dan hal-hal lainnya itu pada akhirnya dengan cara tertentu akan terungkap. Sampai adegan ganjil di Silencio Bar. Di sini, pertunjukan yang terlihat adalah ilusi. Kita melihat orang bermain musik dan bernyanyi, namun sebenarnya suara mereka sudah direkam terlebih dahulu. Di akhir pertunjukan Betty dan Rita menemukan sebuah anak kunci.

Dan, kemudian, Betty dan Rita kembali ke apartemen. Kotak biru dibuka. Lalu, layar gelap seperti lubang hitam. Dan, Betty di bagian awal film terbangun sebagai Diane. Dan, plot seperti terlipat, atau menikung, melingkar, memecah, berpencaran--membuat saya tidak yakin lagi apa yang sudah saya ikuti sebelumnya.

Bukannya pelan-pelan mulai tersingkap, misteri itu jadi makin berlapis-lapis. Sungguh film yang ruwet. Jadi tidak genah ujung-pangkalnya. Melingkar, seakan hendak kembali ke pangkal, namun nyatanya berkelok dan membikin lingkaran baru. Ruwet, namun anehnya: membuai juga, mengalir lembut, lalu menyentak mengguncangkan, lalu buyar, seperti mimpi yang selalu mengelak untuk ditafsirkan. Film yang susah dimengerti, namun entah kenapa sangat nikmat diikuti. Membius. Susah diurai misterinya, tetapi tidak memusingkan, malah menenteramkan.

Mulholland Drive itu dekat dengan Sunset Boulevard. Dalam "Sunset Boulevard" (1950), Hollywood diriwayatkan oleh orang mati. Dalam "Mulholland Dr." ini, mekanisme Hollywood dituangkan sebagai mimpi yang menghipnotis. Itu dia: film yang sungguh ganjil, namun menghipnotis!