Perpisahan yang Sederhana




ada yang suwung di dada
selepas kepergianmu
hanya masalahnya, semakin tua
semakin pintar aku berpura-pura
tetap tertawa-tawa meski berduka
mungkin juga, semakin dewasa
menyadari banyak hal tak bisa
dan tak perlu
kugenggam selama-lamanya
biarlah ia leluasa terbang
biarlah pula ia leluasa kelak pulang
sekehendak hatinya
sembari menghimpun kangen
dari delapan penjuru mata angin

sampai waktu itu tiba
biarlah kutunggu kau
dalam harap dan doa

Jogja, 2016