Relung Renung: Kristus Rumah Kita



Bacaan Alkitab: Yohanes 15:1-8
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. (Yohanes 15:4a)

Dalam bahasa Inggris ada house dan ada home. Kita hanya mengenal kata “rumah” untuk menerjemahkan keduanya. House ialah bangunan fisik tempat tinggal, adapun home mengacu pada hubungan yang penuh makna antara manusia dan tempat huniannya. Home mewakili tempat yang paling membuat kita kerasan di dunia ini.

Itulah kira-kira yang dimaksudkan Yesus Kristus ketika Dia menghendaki agar kita tinggal di dalam Dia. Dalam bahasa Yunani, kata tinggal itu memiliki konteks yang luas. Berkaitan dengan tempat, tinggal berarti menetap, berdiam, tidak meninggalkan, senantiasa hadir. Berkaitan dengan waktu, tinggal berarti berlangsung terus-menerus, bertahan, berjaga-jaga, tidak binasa, langgeng. Berkaitan dengan keadaan, tinggal berarti tetap seperti semula, tidak berubah. Selain itu, tinggal juga berarti menantikan seseorang. Dengan memadukan berbagai pengertian tersebut, tinggal di dalam Kristus dapat dimaknai sebagai “menjadikan Kristus sebagai rumah kita selama-lamanya.”

Lalu, bagaimana kita tinggal di dalam Kristus? Kita dapat menemukan sekilas jawabannya melalui makna rumah (home). Rumah ialah tempat hati kita tertuju, tempat kita rindu untuk pulang. Di rumah kita rehat untuk mendapatkan pemulihan dan penyegaran. Di rumah kita merasa nyaman dan leluasa menjadi diri sendiri. Di rumah kita menemukan keamanan dan ketenteraman. Di rumah pula kita bersekutu dengan orang-orang yang kita cintai dan melakukan hal-hal yang kita senangi. Singkatnya, rumah menjadi pusat aktivitas hidup kita. Nah, apakah kita menjadikan Kristus sebagai rumah kita?

Relung Renung:
Di dalam Kristus kita tinggal selama-lamanya:
berakar, bertumbuh, dan berbuah bagi kemuliaan Bapa.