Posts

Showing posts from February, 2019

Pelatihan Menulis Renungan di Medan

Image
Selain mengajar Kelas Menulis Asyik untuk anak-anak , saya diminta berbagi tentang proses kreatif menulis renungan harian kepada tim pelayanan anak Yayasan Lentera Kasih Agape. Pelatihan diadakan di kantor mereka di Medan selama dua hari, Senin-Selasa (11-12/2), diikuti oleh 12 peserta. Dalam menulis renungan, tantangan utamanya adalah berfokus pada topik yang hendak dibahas. Kita mesti menuangkan satu topik dalam rangkaian ilustrasi, pembahasan firman, dan perenungannya dalam ruang sependek 1.500 - 1.500 cws saja. Kira-kira seperti khotbah satu poin. Alih-alih menajamkan uraian atas satu topik, tak jarang penulis tergoda untuk melantur memasukkan topik sampingan atau menderetkan sejumlah ayat pendukung. Tentu tidak cocok untuk wadah yang terbatas tersebut. Tantangan berikutnya adalah menulis dengan nada bersahabat, bukan berceramah; tidak menempatkan diri dalam posisi lebih tinggi, tetapi menunjukkan empati pada pembaca. Penulis renungan berlaku sebagai kawan seiring da...

Kelas Menulis Asyik di Sibolangit

Image
Menulis--bersama dengan mendengarkan, berbicara, dan mendengarkan--merupakan kecakapan berbahasa yang penting dan berguna seumur hidup kita. Dengan kecakapan berbahasa yang baik, kita akan mampu berkomunikasi satu sama lain secara efektif. Sayangnya, kebanyakan orang cukup merasa puas dengan kecakapan berbahasa yang ala kadarnya. Tidak heran jika kerap terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi kita. Sebagai kecakapan, kemampuan menulis dapat dilatih, ditingkatkan, dan dikembangkan secara terus-menerus. Alangkah bagusnya jika pelatihan itu dikenalkan dan dilakukan sedari dini. Sejak masa kanak-kanak. Kecakapan menulis tentu akan menjadi bekal yang strategis bagi anak dalam menyongsong masa depannya. Berangkat dari kesadaran itu, tim pelayanan anak Yayasan Lentera Kasih Agape (YLKA) mengadakan pelatihan menulis bagi anak-anak binaan mereka. Mereka mengundang seorang anggota tim pelayanan Footprints, Arie Saptaji, untuk memimpin pelatihan tersebut. Kelas Menulis Asyik (KMA)...

Jungkat-Jungkit Kaya Miskin

Image
Awal 2019, perfilman Indonesia menawarkan topik menarik: jungkat-jungkit kaya-miskin. Awal Januari, tayang Keluarga Cemara  yang mengisahkan keluarga yang bangkrut dan jatuh miskin. Akhir Januari, beredar Orang Kaya Baru  yang bertutur tentang keluarga yang kaya mendadak. Bagaimana kedua film itu menyikapi dinamika perubahan status sosial-ekonomi ini? Penggambaran kaya-miskin kerap terjebak dalam stereotipe miskin-tapi-bahagia atau kaya-tapi-celaka. Stereotipe itu bisa jadi dilambari kearifan. Bahwa kebahagiaan itu tidak hanya ditentukan oleh kekayaan. Bahwa ada banyak hal yang lebih berharga daripada harta. Masalahnya, stereotipe cenderung menyederhanakan persoalan. Kondisi yang kompleks dirampatkan jadi hitam-putih. Kedua film tadi belum sepenuhnya berhasil lolos dari perangkap ini. Keluarga Cemara Keluarga Cemara  (Yandy Laurens) merupakan prekuel dari kisah yang selama ini kita kenal sebagai cerpen dan sinetron serial karya Arswendo Atmowiloto, memapa...