Posts

Showing posts with the label Karya

Konser Musik

Image
  "Konser Musik" adalah salah satu cerita dalam buku *Little Dreamers*, yang diluncurkan oleh Zumen Art di Surabaya pada Agustus lalu. House of Hope (HoH) menerbitkannya kembali secara khusus, disertai dengan biodata singkat tiap-tiap ilustrator, dan dilengkapi dengan profil singkat HoH. HoH sebuah lembaga yang berkomitmen mendukung dan memberi ruang berkarya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sebagian anak spesial itulah yang mengerjakan lukisan akrilik sebagai ilustrasi buku "Konser Musik". Ada sebelas ilustrator berumur 8 hingga 24 tahun, sembilan dari Bandung dan dua dari Surabaya. Peluncuran "Konser Musik" dilaksanakan pada 23 September 2023 di Ruang Galeri Museum Konperensi Asia Afrika (saya tidak typo, begitulah nama resminya), Bandung, dalam rangka bulan literasi. Melalui temu wicara yang menghadirkan tiga narasumber--Win Fajar Adventa (pendiri Zumen Art), Ernawati Bintoro (ketua program art therapy HoH), dan Cindy Evelyn (ilustrator)--kita diajak...

Ilustrasi Menakjubkan Karya ABK

Image
Fantasia, film animasi terobosan Disney pada awal kejayaannya, berangkat dari ide sederhana: Mengambil karya musik klasik terkenal dan memberinya ilustrasi berupa gambar-gambar animasi. Kebanyakan ilustrasi berupa cerita singkat, tetapi ilustrasi untuk bagian pertama, berdasarkan Toccata and Fugue in D Minor karya Johann Sebastian Bach, menampilkan pola-pola abstrak. Animasi garis, bentuk, dan awan-gemawan memancarkan suara dan ritme musiknya. Ilustrasi untuk teks "Konser Musik" mirip dengan itu. Di tiap panel, terlihat siluet alat musik, misalnya viola, dan di sekelilingnya semburan cat akrilik dalam pola dan warna abstrak. Bayangkan Anda menutup mata sambil mendengarkan viola tersebut dimainkan: semburat warna dan pola abstrak itu seakan memancarkan nada-nada elok yang mengalun. Sungguh indah! Dan, sungguh tidak terbayangkan bahwa yang mengerjakan ilustrasi tersebut adalah satu tim anak-anak berkebutuhan khusus. Para ilustrator spesial itu tak lain ABK berlatar belakang aut...

Little Dreamers

Image
  "Pak Arie, kerja sama membuat buku cerita bergambar yuk!" ajak Bu Venta pada awal tahun. "Pak Arie yang buat cerita, nanti anak-anak Zumen menggambar ilustrasinya." Menulis cerita anak, bagi saya, merupakan kerja menulis paling sulit: bagaimana mengungkapkan suatu ide atau cerita dengan bahasa yang cocok dan menarik dengan kelompok usia sasaran. Saya paling jarang menyentuh jenis ini. Di sisi lain, saya tak ingin melewatkan tantangan menarik ini. Bu Venta lalu menggambarkan detail buku cerita yang hendak dikerjakan. Setiap cerita terdiri atas sepuluh halaman atau panel. Nanti ilustrasi setiap panel akan digarap oleh anak yang berbeda-beda. Asyik juga konsepnya. Berarti saya perlu menyiapkan teks yang memberi ruang bagi anak-anak untuk unjuk kreasi. Teks cukup sebagai pelengkap. Sorotan utama biar tertuju pada gambar anak-anak. Saya hanya mengirimkan teks. Sederhana saja, tetapi mudah-mudahan gampang untuk diterjemahkan jadi gambar oleh anak-anak. Mestinya, saya ik...

2021: Mencari Yogyakarta (Kumpulan Puisi)

Image
  Kumpulan puisi 2021: Mencari Yogyakarta ini memotret dan merekam kilasan dinamika hidup di Yogyakarta, khususnya di tengah masa pandemi 2021. Di tengah potret itu, tersisip pertanyaan tentang sejauh mana "takhta untuk rakyat" telah dimaknai, atau malah diingkari. Rangkaian potret ini dibentangkan dalam empat bagian: Surat-Surat dan Kartu Pos, Kilas Balik, Kidung Pasamuwan, dan Sapa Aruh. Bagian Kidung Pasamuwan dan Sapa Aruh berisi puisi berbahasa Indonesia, tetapi mematuhi metrum Macapat, puisi tradisional Jawa. Perpaduan, atau perbenturan, ini hendak menampilkan ketegangan antara upaya untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tradisional dan hasrat untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. 2021: Mencari Yogyakarta Kumpulan Puisi Arie Saptaji Penerbit: ART Dunia Literasi Ebook, Juni 2022 Isi: 72 halaman Dapat diperoleh di Google Play Books https://bit.ly/ars-2021MY

Warung Jorok, Orang Kaya, dan Pancasila (Kumpulan Esai)

Image
  Pancasila mestinya tetap, terus, dan malah makin relevan bagi kehidupan berbangsa kita. Seperti sumur inspirasi yang tak kunjung kering airnya, senantiasa menyediakan kesegaran seiring dengan perjalanan zaman. Mestinya. Sayangnya, seperti diungkapkan oleh Gus Dur, telah "terjadi penyempitan pandangan mengenai Pancasila itu sendiri, yaitu pengertian Pancasila hanya menurut mereka yang berkuasa. Ini berarti pemahaman Pancasila melalui satu jurusan belaka, yaitu jurusan melestarikan kekuasan. Pandangan lain yang menyatakan Pancasila harus dipahami lebih longgar, dilarang sama sekali. Dengan demikian, sebenarnya yang terjadi bukanlah pertentangan mengenai Pancasila itu sendiri, melainkan soal pengertian Pancasila tersebut." Esai-esai dalam kumpulan ini mencoba mengangankan bagaimana seandainya nilai-nilai Pancasila diamalkan secara konsisten oleh bangsa ini. Sebuah angan. Sebuah harapan. Di tengah berbagai kerumpangan dan penyimpangan atas nilai-nilai yang dijadikan pedoman hid...

Melankoli, Eskstasi, & Transisi: Puisi-Puisi Tiga Dekade Pertama

Image
Saya mencoba-coba menulis sejak karangan saya dipuji guru saat kelas 3 SD. Tulisan pertama kali, berupa cerpen, dimuat di Majalah Ananda ketika saya kelas 1 SMP. Sejak itu, sepanjang dekade atau musim pertama kepenulisan saya, beberapa karya--puisi, cerpen, artikel--berhasil menembus media, antara lain Nova, Hai, Gadis, Anita Cemerlang, dan Kedaulatan Rakyat. Memasuki dekade kedua, dan berlanjut hingga dekade ketiga, tulisan saya (termasuk puisi) kebanyakak berkutat beredar di silo amat sangat kecil: warta jemaat sebuah gereja kecil beroplah 500 eks tiap pekan buat bacaan kalangan sendiri dengan topik untuk kalangan sendiri pula: banyak alusi atau malah kutipan langsung dari Alkitab. Ceruk pembacanya terbatas sekali. Menulis juga di media, tapi kebanyakan media Kristen juga, sangat jarang tembus ke media umum. Sebagian besar tulisan cukup diarsipkan di blog pribadi--dari Geocities sampai blogspot. Baru belakangan, satu dekade terakhir, mencoba menyapa kalangan pembaca yang lebih luas, ...

Sri dan Gerhana Matahari Total

Image
Bukankah kehidupan ini mirip juga dengan cuaca? Kadang-kadang cerah, kadang-kadang mendung; kadang-kadang panas, kadang-kadang hujan. Kadang menawarkan guncangan, pada waktu lain menyodorkan kejutan, secara mengusik menyingkapkan perspektif baru. Kehidupan tak segan-segan menyudutkan kita untuk bertanya: Kenapa hal ini terjadi kepadaku? Namun, tak jarang kita dibuat terperangah: Apa yang telah kubuat sampai dilimpahi berkah tak terduga ini? Dan ada kalanya pula kita tersentak: Perkara yang semula kita anggap biasa-biasa saja mendadak terasa begitu bermakna, justru ketika ia mulai surut menghilang. Salah satu peristiwa yang mengguratkan arti tersendiri dalam bentangan masa hidup Sri yang baru beranjak remaja tidak lain adalah Gerhana Matahari Total ( GMT) . Untuk pengalaman yang satu ini, ucapan terima kasih yang tulus patut dilayangkan pada Pak Suyadi, induk semang Simbok dan Sri. Pak Suyadi seorang purnawirawan ABRI. Bersama istri, ia menikmati masa pensiun dengan ber...

Baur dan Sunyi

Image
Benarkah aku menarik? Tiba-tiba aku ragu, dan merasa perlu lebih menata penampilanku. Tak pernah aku segelisah saat-saat akhir ini. Biasanya aku sudah mantap tampil seadanya. Kalau bercermin  ya sekedar menarik rambut ke sana, menarik ke sini, bedakan dan cs-nya. Cukup. Aku bangga dengan diriku. Ada daya tarik yang aku punyai. Tak amat kusadari memang, tapi sekitarku memberikan pengakuan yang tulus. Pertama, ibuku sendiri. Ah. Ibu selalu menyanjung buah rahimnya, ya? Ia sering memuji, aku adalah putrinya yang paling Ayu. Nama yang diberikannya kepadaku juga “Ayu”. Kadang aku berlagak sebel – soalnya, dua saudara perempuanku juga dipuji begitu! Mereka jadi mengejekku. Iri mungkin, ya? Hehe, ge-er! Satelit-satelitku juga omong begitu. Mereka jujur dan ceplas-ceplos memuji, tanpa ragu tanpa cemburu. Mekar-kuncup juga hidungku yang sudah gemuk ini. Dan yang ketiga, lebih menguatkan lagi. Biasanya yang membawa berita begini Ana, wartawan-gosip paling top di sekolahku. Apa beri...