Posts

Adaptasi yang Mengganjal: Ceritanya Bagus, Latarnya Janggal

Image
Ayah, Aku Mau Cerita... (Danial Rifki, 2026) adalah remake film thriller kriminal India berbahasa Malayalam, Drishyam (Jeethu Joseph, 2013). Drishyam berkisah tentang perjuangan Georgekutty dan keluarganya ketika dicurigai bertanggung jawab atas hilangnya Varun Prabhakar, putra tunggal seorang petinggi polisi, Geetha Prabhakar.   Saat rilis, Drishyam menjadi film Malayalam terlaris tahun tersebut, menuai pujian dari para kritisi, menyabet sejumlah penghargaan, dan menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan sinefil sebagai film dengan premis unik dan plot twist tak terduga. Lebih jauh lagi, magnet kuat film ini menarik sejumlah pihak untuk me- remake , baik di dalam maupun di luar negeri.   Di India sendiri, Drishyam telah dibesut ulang ke dalam empat bahasa daerah, yaitu Drishya (2014) dalam bahasa Kannada, Drushyam (2014) dalam bahasa Telugu, Papanasam (2015) dalam bahasa Tamil, dan Drishyam (2015) dalam bahasa Hindi. Di luar negeri, film ini digarap u...

Selera Bacaan versus Kualitas Bacaan

Image
Di X (dulu: Twitter) ada perbincangan lumayan ramai soal selera atas bacaan (buku) versus kualitas bacaan (buku). Satu kelompok bilang, bacaan itu terpulang pada selera pribadi masing-masing, tiap orang punya selera berbeda-beda, tidak perlulah dibanding-bandingkan, apa lagi sampai menjelek-jelekkan selera orang lain. Kelompok lain bersikukuh, ada buku bagus dan ada buku jelek, kita perlu kritis memilahnya. Bagi saya, jika obrolan perbukuan berhenti pada “bacaan itu selera pribadi masing-masing”, itu tidak lain hasil dari kegagalan pembelajaran bahasa/sastra di ruang kelas/keluarga/masyarakat. Waktu anak-anak masih kecil, kamilah, orangtua mereka, yang mengarahkan dan membentuk selera baca mereka. Makin mereka besar, makin lapang ruang untuk berdiskusi, makin mampu mereka memilih sendiri bacaan sesuai dengan selera mereka. Namun, selera bentukan kami tak ayal memengaruhi perkembangan selera tersebut. Nah, apakah soal selera ini sekadar “ya tiap orang berbeda-beda seleranya”? Apakah set...

Haruskah Kita Patuh kepada Pemerintah? (Roma 13:1-7)

Image
  Roma 13:1-7 sempat viral karena digunakan seorang anggota dewan untuk membela diri dan mencoba membungkam rakyat yang kritis terhadap pemerintah. Saya mengenal beberapa orang yang memaknai perikop tersebut secara konservatif: bahwa kita diperintahkan untuk tunduk patuh mutlak tanpa syarat kepada pemerintah karena semua pemerintah berasal dari Tuhan. Melihat situasi dan kondisi negara ini belakangan ini, bagaimana perasaan kalian, saudara-saudaraku? Masih bersikukuh dengan tafsiran tersebut? Pemerintahan berasal dari Allah--saya sepakat. Dalam arti, ranah pemerintahan atau kepemimpinan bersumber dari Allah. Dalam kehidupan bersama, mulai dari keluarga hingga negara, diperlukan kepemimpinan. Itu sebuah pengaturan ilahi. Namun, apakah setiap rezim atau orang yang memegang jabatan kepemimpinan/pemerintahan otomatis harus dipatuhi apa pun kebijakannya? Tunggu dulu. Kita perlu memeriksa perikop di atas secara lebih cermat. Di ayat 7, Paulus memberikan petunjuk yang bisa jadi kerap kita...

Menolak Romantisasi Kepahlawanan Tentara

Image
Turang     Sutradara: Bachtiar Siagian Penulis Skenario: Bachtiar Siagian Pemeran: Omar Bach sebagai Rusli; Nizmah Zaglulsyah sebagai Tipi; Tuahta Perangin-angin sebagai Tuah Tahun Produksi: 1957 Durasi:    1 jam 27 menit Genre: Drama (Perang) Rumah Produksi:    Refic Film, Rentjong Film Corp, dan Jajasan Gedung Pemuda Medan SEBUAH PEDATI dihela sapi menggelinding pelan agak terantuk-antuk di jalan sunyi berkelok. Kusirnya mengenakan pakaian tradisional Karo; penumpangnya laki-laki berkemeja, bersarung, dan menyembunyikan pistol di pinggang celana. Keduanya pasangan rakyat jelata dan tentara gerilya. Kusir mengaku selalu rindu dengan anak-istri di rumah; tentara menyatakan sudah lima tahun tak berjumpa keluarga.      Di tengah jalan, pedati mereka dihentikan patroli Belanda. Isi pedati digeledah. Di dalam kantong garam nyatanya tersembunyi peluru-peluru, suplai untuk para gerilyawan. Kembaren, si kusir, ditembak dan tewas di tempat. Rusl...