Posts

Sri dan Gerhana Matahari Total

Image
Bukankah kehidupan ini mirip juga dengan cuaca? Kadang-kadang cerah, kadang-kadang mendung; kadang-kadang panas, kadang-kadang hujan. Kadang menawarkan guncangan, pada waktu lain menyodorkan kejutan, secara mengusik menyingkapkan perspektif baru. Kehidupan tak segan-segan menyudutkan kita untuk bertanya: Kenapa hal ini terjadi kepadaku? Namun, tak jarang kita dibuat terperangah: Apa yang telah kubuat sampai dilimpahi berkah tak terduga ini? Dan ada kalanya pula kita tersentak: Perkara yang semula kita anggap biasa-biasa saja mendadak terasa begitu bermakna, justru ketika ia mulai surut menghilang. Salah satu peristiwa yang mengguratkan arti tersendiri dalam bentangan masa hidup Sri yang baru beranjak remaja tidak lain adalah Gerhana Matahari Total ( GMT) . Untuk pengalaman yang satu ini, ucapan terima kasih yang tulus patut dilayangkan pada Pak Suyadi, induk semang Simbok dan Sri. Pak Suyadi seorang purnawirawan ABRI. Bersama istri, ia menikmati masa pensiun dengan ber...

Tidak Tersambung Secara Mulus

Image
A COPY OF MY MIND (Joko Anwar, Indonesia, 2015) Aku hanya berusaha mengungkapkan perasaanku secara jujur: maka, nonton "A Copy of My Mind" itu seperti coitus interruptus. Sebelumnya, kusampaikan pujian dulu. Bagian awal film ini melenakan. Sari dan Alex, dua tokoh utama, diperkenalkan dengan apik, dengan latar Jakarta yang tidak kinclong dan gemerlap, tetapi gaduh dan pengap: salon sederhana, mal kelas bawah, lapak DVD bajakan, kos-kosan berjubel. Ping-pong dialog dan interaksi antarokoh terasa amat wajar, dan di sana-sini bikin penonton terkikik karena terasa akrab di telinga. Dan, ada adegan percintaan paling menggebu yang pernah kutonton dalam film Indonesia. Aku suka sekali saat Sari dan Alex menari dalam cahaya lampu kerlap-kelip berlatar dinding kamar yang penuh tempelan keping DVD. Kedua tokoh sukses bikin jatuh cinta, bikin penasaran, ingin tahu riwayat apa yang bakal membelit mereka lebih lanjut. Tata warnanya tidak bening benar, tapi terkesan seperti film d...

5 Film Hollywood Paling Seru 2015 yang Berhasil Saya Tonton di Bioskop

Image
Judulnya memang mesti spesifik begitu. Pertama, sebagai tanda tahu diri, sadar keterbatasan. Kedua, supaya tidak ngapusi--seperti situs-situs pengejar rating yang suka memberi judul A, padahal isi artikelnya Z. Keterbatasan. Saya seorang tukang nonton, bukan kritikus profesional. Saya tidak menonton film sebanyak-banyaknya, tekun membikin ulasan, lalu pada akhir tahun bisa menyusun daftar yang relatif mantap: Film Terbaik Tahun Sekian. Sebagai tukang nonton, modal saya 3P: pengin nonton, punya duit, punya waktu. Kalau ada P yang tidak terpenuhi, ya gawal. Karena keterbatasan itu, saya pilih film dengan latar berikut ini. Bioskop. Film bagus idealnya ditonton di bioskop. Ini pilihan pertama untuk film yang, setelah membaca berita atau ulasannya, membuat saya menggebu pengin menontonnya. Kualitas gambar, tata suara, dan suasana nonton bareng dengan penonton lain memberi nilai tambah nonton di bioskop. Menonton film layar lebar di layar mungil laptop atau televisi ibarat menonton rep...

Dinamika dalam Diam: Tiga Film Pendek Yosep Anggi Noen

Image
Yosep Anggi Noen Ada keuntungan tersendiri menonton sekaligus tiga film pendek dari seorang sutradara. Itulah yang kualami saat nonton film-film Yosep Anggi Noen yang mengisi salah satu program 10th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2015. Siang itu, Rabu (3/12), di Taman Budaya, Yogyakarta, diputar "Genre Sub Genre" (2014), "Kisah Cinta yang Asu" (2015), dan "Rumah" (2015). Dengan menontonnya berturut-turut sekali duduk, segera mengemuka "tanda tangan" sang sutradara: kamera yang diam, alias hemat gerak. Kamera statis, yang menawarkan hanya satu sudut pengambilan gambar atas adegan. "Genre Sub Genre" terdiri atas empat segmen pendek. Pertama, kita mengikuti seorang sopir mengendarai mobilnya. Kita ikut melongok dari bahunya jalan berliku yang dilewati pada malam gelap. Sampai mobil tiba-tiba terhenti. Ternyata ada pohon tumbang. Ada penduduk membawa parang, memapras pohon itu, sampai mobil bisa lewat lagi. Kedua, pemandang...

Novel Kriminal sebagai Komentar Sosial

Image
Akmal Nasery Basral, Ilusi Imperia dan Rahasia Imperia (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2014). Kisah kriminal atau detektif mengandung keunikan tersendiri. Di situ pengarang merancang suatu tindak kejahatan, menebar petunjuk tentang motivasi dan modus operandi si tersangka pelaku, sekaligus mengecoh pembaca ke arah tersangka lain, sebelum akhirnya membeberkan apa yang sebenarnya terjadi. Semakin pelik kasus, semakin sulit ditebak, semakin mengasyikkan kisah itu. Ilusi Imperia (II) dan Rahasia Imperia (RI), dua novel Akmal Nasery Basral (ANB) yang menurut rencana akan digenapi sebagai trilogi ini, menawarkan jelujuran kisah semacam itu. Ini tawaran yang lumayan menyegarkan. Sejauh ingatan saya, genre ini tidak banyak disentuh penulis Indonesia. Waktu kecil ada Dwianto Setiawan dan Djoko Lelono yang menuliskan kisah detektif bagi anak-anak, mengimbangi kisah detektif terjemahan. Saat remaja saya bertemu dengan Imung, detektif rekaan Arswendo Atmowiloto. Lalu, S. Mara Gd. dan V. L...

Obat dan Kesembuhan

Image
Ketika memberikan resep kepada pasien, dokter secara tersirat berkata, “Kalau Anda minum obat ini, Anda akan sembuh!” Sebagai pasien, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan bergumam, “Aku harus berusaha sembuh! Aku harus mendisiplinkan diri untuk sembuh! Aku harus menerapkan langkah-langkah menuju kesembuhan! Aku harus berjaga-jaga, aku tidak boleh lengah, aku tidak boleh lemah! Aku harus sembuh!” Tampaknya hanya orang kurang waras yang berpikir seperti itu. Kebanyakan kita tentu cukup pintar untuk paham bahwa yang perlu kita lakukan tidak lain adalah minum obat menurut aturan. Ya, tentu saja dibarengi hal-hal yang mendukung penyembuhan: diet makan yang tepat, latihan fisik yang patut, istirahat yang cukup. Dengan memenuhi kondisi itu, kita tinggal berharap proses kesembuhan akan berlangsung sebaik mungkin. Begitu, bukan? Di dalam firman Tuhan, terutama di Perjanjian Baru, banyak perintah atau pernyataan yang berpola seperti nasihat dokter tadi. Berikut ini beberapa contohnya...

Pemimpin yang dari Tuhan

Image
Karya: Pawel Kuczynski, Polandia "Kita telah mendapatkan pemimpin yang dipilih Tuhan! Kita telah mendapatkan pemimpin yang dipilih Tuhan! Negeri kita menyambut era yang baru, pengharapan yang baru!" begitu diserukan sebagai orang yang tokoh idolanya, sang kandidat idaman, terpilih dalam pemilu yang berlangsung lumayan dramatis tahun lalu. Sepanjang masa kampanye, suara hamba Tuhan yang menggembalakan rakyat terbelah dua. Ada hamba Tuhan A yang mengklaim bahwa kandidat X yang direstui untuk memimpin bangsa ini dalam periode ini--kalau rakyat salah pilih, bakal tertunda lagi perbaikan nasib bangsa besar ini. Sebaliknya, hamba Tuhan B menyatakan dalam sebuah KKR bahwa ia memperoleh penglihatan, kandidat B-lah yang akan diangkat Tuhan memimpin bangsa ini, dan umat didorong mendukungnya. Jadi, karena ada dua kandidat, maka ada dua Tuhan--atau dua suara Tuhan (kalau jumlah kandidat bertambah, jumlah Tuhan atau suara-Nya bertambah juga. Tenang, Tuhan tidak pernah kehabisan st...