Saya menyediakan layanan penulisan (ghostwriting), penerjemahan, penyuntingan naskah, dan pelatihan menulis.
Untuk bekerja sama, silakan menghubungi ariesaptaji@gmail.com
Daftar terdahulu, 80 lagu 80-an , tersusun secepat ingat, sedangkan daftar penyanyi ini perlu menguras usaha lebih ketat (tapi tenang, tidak menguras keuangan negara kok seperti kurasi sastra; cukup menguras gudang memori pribadi saja). Tadinya, seperti daftar lagu, akan saya batasi 80 penyanyi, tetapi akhirnya saya biarkan terus bertambah mengingat niatnya rada beda: mencatat daya jelajah musikal saya, mengingat mana saja penyanyi yang mendampingi perjalanan hidup saya dari akhir SD sampai awal kuliah (1980-1989), dan sedikit banyak memperlihatkan keragaman lintas genre blantika musik kita. Batasan yang saya pilih: satu penyanyi satu lagu. Ini meringankan, sekaligus menyulitkan. Meringankan karena tidak perlu sampel banyak-banyak. Menyulitkan, bagaimana memilih hanya satu lagu dari seorang penyanyi, apalagi yang menelurkan banyak hit? Apa kriterianya? Yang terbaik, yang ikonik? Wah, saya tidak punya kapasitas untuk merekomendasikan lagu paling unggul dari...
Mobil Natal Seorang kakek memesan mobil mainan sebagai hadiah Natal bagi cucu kesayangannya. Mainan itu ternyata dikirim masih dalam keadaan terpisah, terdiri dari tidak kurang dari 210 keping. Menurut buku petunjuk, mainan itu dapat disusun dengan mudah dalam waktu sekitar satu jam. Nyatanya, si kakek memerlukan tidak kurang dari dua hari untuk menyelesaikannya. Akhirnya, setelah mobil mainan itu tersusun dengan baik, ia menulis cek, merobeknya menjadi 210 potongan kecil, dan mengirimkannya ke toko mainan tadi. Kapak dan Pohon Natal Seorang anak laki-laki kembali meminta ayahnya untuk membelikan pohon Natal. Setiap tahun anak itu selalu meminta, namun ayahnya selalu menjawab, “Papa tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli pohon Natal.” Kali ini anak itu terus merengek. Karena tidak tahan mendengar rengekan anaknya, ia pun pergi ke luar dengan membawa sebilah kapak besar. Tiga puluh menit kemudian ia kembali dengan membawa sebuah pohon Natal yang sangat be...
Anindita S. Thayf, Ular Tangga , Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2018, Tebal 732 halaman, Harga Rp165.000,00. Anindita S. Thayf turun gunung. Betul-betul. Pada akhir 2008 ia menjadi pemenang tunggal Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta dengan novel mungil berlatar Papua, Tanah Tabu . Awal 2018 ini, dari pondoknya di Turi, daerah perkebunan salak di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta, ia menyajikan novel berikutnya, Ular Tangga , karya ambisius setebal bantal leher. Tanah Tabu berlatar sejarah selayang pandang pulau paling timur di negeri ini, dengan menekankan pada nasib dan pergulatan kaum perempuannya. Ular Tangga memaparkan sejarah sebuah bangsa. Novel berlatar waktu 15 tahun sesudah Presiden Kedua undur ini adalah buku pertama dari Trilogi Ijo. Tiga Suara Ular Tangga dibuka dengan beredarnya selebaran menggegerkan yang berbunyi: “KIAMAT TIDAK LAMA LAGI. UMUR HIDUP SISA SERATUS HARI. SUDAHKAH ANDA SIAP?” (h. 25). Kepanikan segera menja...
Comments
Post a Comment