Melankoli, Eskstasi, & Transisi: Puisi-Puisi Tiga Dekade Pertama



Saya mencoba-coba menulis sejak karangan saya dipuji guru saat kelas 3 SD. Tulisan pertama kali, berupa cerpen, dimuat di Majalah Ananda ketika saya kelas 1 SMP. Sejak itu, sepanjang dekade atau musim pertama kepenulisan saya, beberapa karya--puisi, cerpen, artikel--berhasil menembus media, antara lain Nova, Hai, Gadis, Anita Cemerlang, dan Kedaulatan Rakyat.

Memasuki dekade kedua, dan berlanjut hingga dekade ketiga, tulisan saya (termasuk puisi) kebanyakak berkutat beredar di silo amat sangat kecil: warta jemaat sebuah gereja kecil beroplah 500 eks tiap pekan buat bacaan kalangan sendiri dengan topik untuk kalangan sendiri pula: banyak alusi atau malah kutipan langsung dari Alkitab. Ceruk pembacanya terbatas sekali. Menulis juga di media, tapi kebanyakan media Kristen juga, sangat jarang tembus ke media umum. Sebagian besar tulisan cukup diarsipkan di blog pribadi--dari Geocities sampai blogspot.

Baru belakangan, satu dekade terakhir, mencoba menyapa kalangan pembaca yang lebih luas, termasuk coba menembus media umum, toh jatuhnya lebih banyak karya (terutama puisi) yang tayang di tembok media sosial dan blog pribadi. Selebihnya, coba belajar dari sana-sini sambil terus mengasah kecakapan menulis, termasuk berpuisi. Nyatanya, setidaknya bagi saya, memang tak gampang meniti lintas silo. Bisa jadi dunia yang saya ceritakan kurang menarik bagi banyak orang, sangat boleh jadi juga: cara dan teknik saya menceritakannya atau menjadikannya puisi yang kurang memikat. Kegelisahan ini semoga malah jadi daya panting untuk terus belajar dan mengeksplorasi ranah tulis-menulis.

"Melankoli, Eskstasi, & Transisi"--kumpulan puisi pertama yang diterbitkan oleh Pustaka Patria ini--mewakili tiga musim (dekade) awal kepenyairan saya, karya-karya yang kebanyakan ditulis di silo amat sangat kecil untuk kalangan sendiri tadi, semoga bisa menyapa pembaca yang lebih luas. Seorang teman mengomentari judulnyaitu begini: "Ooo karena terlalu melankolis, lalu ngunjuk ekstasi, hasilnya hijrah." Nah, itu "sinopsis" yang pas banget untuk antologi kecil ini.

Kalau mau pesan langsung ke penulisnya dan minta tanda tangan tentu boleh-boleh saja. Hubungi saya via WA/DM ya.

Seluruh keuntungan dari penjualan buku tersebut akan disumbangkan kepada penulisnya agar ia dapat melanjutkan kerja kepenulisannya di tengah ketidakpastian pandemi ini. Demikian.


Comments

Popular posts from this blog

120+ Penyanyi Indonesia 80-an: Sebuah Kurasi Memori

7 Humor Natal yang Bikin Terpingkal-pingkal

100 Hari Menjelang Kiamat