Tidak Mungkin Kembali



Bacaan Alkitab: 1 Korintus 15:12-19
Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. (1 Korintus 15:14)

Toto ayah muda yang energik. Ia tekun bekerja, lima hari seminggu ke luar kota dengan berkendaraan sepeda motor, dan baru pada akhir pekan berkumpul dengan keluarga. Suatu pagi seorang sopir colt menikung cepat di kelokan, dan menabraknya dari belakang. Toto meninggal tiga jam kemudian. Akhir pekan itu ia tidak kembali kepada istri dan anaknya.
Tidak mungkin kembali. Itulah berita pedih yang dibawa oleh kematian. Dan, kepedihan itulah yang menyusupi hati para murid setelah Guru mereka meninggal dengan cara yang paling hina di mata masyarakat: disalibkan. Mereka pedih, dan ketakutan—sebagai pengikut orang yang disalibkan, mereka juga terancam hukuman serupa. Mereka pedih, dan juga bertanya-tanya: bagaimana dengan janji-Nya tentang Kerajaan Allah? Mereka pun mengurung diri. Sampai... kebangkitan Kristus pada Minggu pagi mengubahkan semuanya itu!
Paulus secara jitu menyimpulkan bahwa kebangkitan Kristus merupakan titik tumpu berita Injil dan iman kita. Kebangkitan-Nya melenyapkan kepedihan dan ketakutan para murid serta menjawab pertanyaan mereka: bahwa perkataan-Nya benar dan bahwa Dia adalah Allah. Kebangkitan-Nya juga menegaskan bahwa kematian bukanlah titik final kehidupan: ada kehidupan baru yang kekal bersama-Nya. Itulah yang mengubah para murid dari orang-orang pengecut yang menjauhi Golgota menjadi pemberita Injil yang gigih dan siap berkorban nyawa.
Kebangkitan-Nya menyadarkan kita untuk tidak larut dalam kepedihan dan ketakutan. Kita menghadapi kehidupan dan kematian dengan keyakinan bahwa kebenaran Tuhan pada akhirnya akan berjaya.

Relung Renung:
Kebangkitan Kristus menjebol tembok padat kematian
dan menyingkapkan pengharapan kehidupan baru.

* Renungan di atas bersumber dari Fresh Every Morning (Kumpulan Renungan Setahun), yang dapat dipesan secara online di Buku Rohani.



Comments