Posts

2021: Mencari Yogyakarta (Kumpulan Puisi)

Image
  Kumpulan puisi 2021: Mencari Yogyakarta ini memotret dan merekam kilasan dinamika hidup di Yogyakarta, khususnya di tengah masa pandemi 2021. Di tengah potret itu, tersisip pertanyaan tentang sejauh mana "takhta untuk rakyat" telah dimaknai, atau malah diingkari. Rangkaian potret ini dibentangkan dalam empat bagian: Surat-Surat dan Kartu Pos, Kilas Balik, Kidung Pasamuwan, dan Sapa Aruh. Bagian Kidung Pasamuwan dan Sapa Aruh berisi puisi berbahasa Indonesia, tetapi mematuhi metrum Macapat, puisi tradisional Jawa. Perpaduan, atau perbenturan, ini hendak menampilkan ketegangan antara upaya untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tradisional dan hasrat untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. 2021: Mencari Yogyakarta Kumpulan Puisi Arie Saptaji Penerbit: ART Dunia Literasi Ebook, Juni 2022 Isi: 72 halaman Dapat diperoleh di Google Play Books https://bit.ly/ars-2021MY

Warung Jorok, Orang Kaya, dan Pancasila (Kumpulan Esai)

Image
  Pancasila mestinya tetap, terus, dan malah makin relevan bagi kehidupan berbangsa kita. Seperti sumur inspirasi yang tak kunjung kering airnya, senantiasa menyediakan kesegaran seiring dengan perjalanan zaman. Mestinya. Sayangnya, seperti diungkapkan oleh Gus Dur, telah "terjadi penyempitan pandangan mengenai Pancasila itu sendiri, yaitu pengertian Pancasila hanya menurut mereka yang berkuasa. Ini berarti pemahaman Pancasila melalui satu jurusan belaka, yaitu jurusan melestarikan kekuasan. Pandangan lain yang menyatakan Pancasila harus dipahami lebih longgar, dilarang sama sekali. Dengan demikian, sebenarnya yang terjadi bukanlah pertentangan mengenai Pancasila itu sendiri, melainkan soal pengertian Pancasila tersebut." Esai-esai dalam kumpulan ini mencoba mengangankan bagaimana seandainya nilai-nilai Pancasila diamalkan secara konsisten oleh bangsa ini. Sebuah angan. Sebuah harapan. Di tengah berbagai kerumpangan dan penyimpangan atas nilai-nilai yang dijadikan pedoman hid...

Melankoli, Eskstasi, & Transisi: Puisi-Puisi Tiga Dekade Pertama

Image
Saya mencoba-coba menulis sejak karangan saya dipuji guru saat kelas 3 SD. Tulisan pertama kali, berupa cerpen, dimuat di Majalah Ananda ketika saya kelas 1 SMP. Sejak itu, sepanjang dekade atau musim pertama kepenulisan saya, beberapa karya--puisi, cerpen, artikel--berhasil menembus media, antara lain Nova, Hai, Gadis, Anita Cemerlang, dan Kedaulatan Rakyat. Memasuki dekade kedua, dan berlanjut hingga dekade ketiga, tulisan saya (termasuk puisi) kebanyakak berkutat beredar di silo amat sangat kecil: warta jemaat sebuah gereja kecil beroplah 500 eks tiap pekan buat bacaan kalangan sendiri dengan topik untuk kalangan sendiri pula: banyak alusi atau malah kutipan langsung dari Alkitab. Ceruk pembacanya terbatas sekali. Menulis juga di media, tapi kebanyakan media Kristen juga, sangat jarang tembus ke media umum. Sebagian besar tulisan cukup diarsipkan di blog pribadi--dari Geocities sampai blogspot. Baru belakangan, satu dekade terakhir, mencoba menyapa kalangan pembaca yang lebih luas, ...

Mantan Manten (2019): Perjalanan Menuju Ikhlas

Image
Posternya mengelabui. Mengingatkan pada gaya visual poster Orang Kaya Baru . Mengisyaratkan sajian kisah romantis atau komedi Jakartaan yang kerlap-kerlip dan menye-menye . Siapa sangka Mantan Manten menawarkan kisah cinta yang matang, dengan bumbu komedi yang pas, dan berkelok tak terduga: sang protagonis menemukan solusi melalui dunia dukun manten gragrak Solo! Ibaratnya, novel bersampul ngepop , ternyata isinya sastrawi. Film ini berkisah tentang Yasnina (Atiqah Hasiholan), manajer investasi ternama, yang ditelikung oleh Iskandar (Tyo Pakusadewo) dalam sebuah kasus di perusahaannya. Pengkhianatan ini dilakukan secara terbuka dalam rapat yang dihadiri para lelaki, hanya Nina seorang yang perempuan. Mata para lelaki itu tidak memperlihatkan belas kasihan, malah mengharapkannya segera enyah. Mereka risih ada perempuan yang kuat di tengah-tengah mereka. Adegan ini mirip dengan adegan Clarice Starling dibelejeti oleh mata sejumlah laki-laki dalam lift pada awal The Silence of the La...

Keluarga Cemara, Orang Kaya Baru, dan Si Mamad: Jungkat-Jungkit Kaya-Miskin

Image
Awal 2019, perfilman Indonesia menawarkan topik menarik: jungkat-jungkit kaya-miskin. Awal Januari, tayang Keluarga Cemara yang mengisahkan keluarga yang bangkrut dan jatuh miskin. Akhir Januari, beredar Orang Kaya Baru yang bertutur tentang keluarga yang kaya mendadak. Bagaimana kedua film itu menyikapi dinamika perubahan status sosial-ekonomi ini? Penggambaran kaya-miskin kerap terjebak dalam stereotip miskin-tapi-bahagia atau kaya-tapi-celaka. Stereotip itu bisa jadi dilambari kearifan. Bahwa kebahagiaan itu tidak hanya ditentukan oleh kekayaan. Bahwa ada banyak hal yang lebih berharga daripada harta. Masalahnya, stereotip cenderung menyederhanakan persoalan. Kondisi yang kompleks dirampatkan jadi hitam-putih. Kedua film tadi belum sepenuhnya berhasil lolos dari perangkap ini.     Keluarga Cemara (Yandy Laurens) merupakan prekuel dari kisah yang selama ini kita kenal sebagai cerpen dan sinetron serial karya Arswendo Atmowiloto, memaparkan asal-muasal kemiskinan kel...